menanam daun mint hidroponik

Menanam Daun Mint Hidroponik

Sumber : setiawanap.com

Terdapat beberapa jenis tanaman herbal yang dapat dibudidayakan secara hidroponik, salah satunya yaitu daun mint. Daun mint sudah sangat familiar di kehidupan kita serta manfaat yang akan kita terima dengan mengkonsumsi daun mint ini. Ingin tahu bagaimana cara membudidayakan daun mint secara hidroponik ? yuk simak artikel menanam daun mint hidroponik berikut ini

Langkah-Langkah Tanam Daun Mint Hidroponik

  1. Potong ujung batang tanaman mint kira-kira 10 cm dari ujung daun, potonglah pada bagian bawah ruas.
  2. Siapkan media tanamnya, dapat menggunakan media tanam rockwool. Potong rockwool dengan ukuran maksimal 3 x 3 x 3 cm, boleh kurang dari ukuran tersebut tetapi jangan sampa terlalu kecil.
  3. Tancapkan ruas batang mint ke dalam rockwool sedalam kira-kira 1 cm.
  4. Masukkan rockwool ke dalam netpot, usahakan rockwool menyentuh dasar netpot agar bisa terkena air pada waktu pembesaran.
  5. Letakkan semua netpot yang sudah berisi rockwool ke dalam wadah pembesaran.
  6. Tuang air nutrisi ke dalam wadah pembesaran setinggi kira-kira 0,5 cm, jaga agar selalu tergenang air dan tidak sampai kekeringan. Teman berkebun bisa menggunakan air nutrisi dengan kepekatan lebih dari 1000 ppm karena stek mint ini bisa dianggap sebagai tanaman yang sudah dewasa.
  7. Dalam 10-15 hari akan mulai tumbuh akar pada ruas batang mint, apabila sudah mulai banyak dan panjang akarnya, maka mint sudah siap dipindahkan ke dalam sistem hidroponik (instalasi).

Perlu diperhatikan, bahwa pertumbuhan mint hidroponik sangat cepat, terkadang menggunakan netpot kecil tidak cukup dan harus berkali-kali dipangkas, begitu juga dengan akarnya, harus sering dipotong agar tidak menutupi saluran pengairan apabila teman berkebun menggunakan sistem NFT/DFT menggunakan pipa PVC.

Pemberian Nutrisi dan pH Mint Hidroponik

Setelah daun mint siap untuk dipindah tanamkan ke media instalasi, maka tahap selanjutnya adalah pemberian nutrisi bagi tanaman. Pada saat pindah tanam, kepekatan nutrisi yang dapat diberikan adalah 1400 ppm dan kemudian secara bertahap dinaikkan. Menaikkan kepekatan nutrisi dapat dilakukan dengan perkiraan batas maksimal 1680 ppm. Teman berkebun juga harus rutin untuk cek pH tanaman daun mint dengan ukuran sekitar 5.5 – 6.0. Baca https://farmee.id/tabel-ph-dan-ppm-tanaman-hidroponik/

Panen Daun Mint Hidroponik

Jika pada umumnya daun mint yang ditanam secara konvensional membutuhkan waktu selama 6 bulan untuk bisa dipanen, lain halnya dengan daun mint yang ditanam secara hidroponik. Daun mint hidroponik sudah dapat dipanen hanya membutuhkan waktu sekitar 20-25 HST. Proses pemanenannya pun tidak terlalu rumit, daun mint dipangkas dengan menggunakan gunting dari ujung pangkalnya. Ciri-ciri daun mint yang siap dipanen yakni daunnya tumbuh lebat dan berwarna hijau tua. Kuantitas dan kualitas daun mint secra hidroponik lebih tinggi dibandingkan dengan sistem konvensional.

Manfaat Daun Mint

Daun mint merupakan salah satu jenis tanaman herbal yang mengandung banyak khasiat baik bagi tubuh. Manfaat-manfaat tersebut diantaranya daun mint memiliki banyak nutrisi terutama sumber vitamin A, mampu melancarkan saluran pencernaan, meredakan gangguan pencernaan, mampu meningkatkan fungsi otak, atasi gejala pilek dan dapat menyamarkan bau mulut.

Banyak sekalikan manfaat dari mengkomsumsi daun corianmber. Tertarik untuk memulai berkebun secara hidroponik ? Farmee hadir untuk membantu teman berkebun dalam proses berkebun hidroponik karena Farmee menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Tentunya kami akan dampingi sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun? Kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di Instagram

Coriander/ketumbar hidroponik

Menanam Daun Ketumbar / Corianber Hidroponik

Sumber : hidroponikuntuksemua.com

Ada banyak jenis sayuran yang bisa dibudidayakan secara hidroponik, salah satunya adalah tanaman herbal daun Corianber. Mungkin kamu akan asing dengan nama Corianber, namun daun coriander sama dengan daun ketumbar yang ada di Indonesia. Daun Coriander merupakan sebutan yang digunakan untuk lebih memudahkan penamaan di dunia internasional. Banyak manfaat yang bisa didapat dengan mengkonsumsi daun coriander terutama bagi bumbu masakan. Daun ini ternyata bisa ditanam dengan sistem hidroponik di rumah teman berkebun. Berikut cara menanam daun ketumbar / corianber hidroponik

Proses Semai Daun Corianber Hidroponik

  1. Siapkan alat dan bahan, seperti Rockwool, benih daun corianber, gergaji besi/cutter, dan instalasi/media hidroponik
  2. Rockwool sebagai media tanam daun corianber terlebih dahulu dipotong dengan ukuran 2 x 2 x 2 cm dan dilubangi sebesar kira-kira 3 kali besarnya benih.
  3. Masukkan benih daun corianber ke rockwool yang sudah dilubangi, 1 kotak 1 lubang. Setelah benih masuk ke media tanam, basahi dengan air, kemudian tutup dan simpan ditempat yang teduh.
  4. Selalu rutin untuk cek kelembapan rockwool. Siram setidaknya 2 kali sehari. Tetapi tetap perhatikan media tanam jangan sampai basah karena yang dibutuhkan pada proses penyemaian adalah lembab dan bukan basah.
  5. Kemudian dalam waktu 2 – 3 hari, benih daun corianber akan berkecambah. Pada kondisi ini, segera perkenalkan tanaman dengan sinar matahari namun bukan matahari yang terik.
  6. Tetap jaga kelembapan media tanam

Proses Pindah Tanam

Pindah tanam benih daun corianber tidak jauh berbeda dengan proses pindah tanam pada tanaman lainnya. Ketika tanaman sudah muncul daun sejati (3 atau 4 daun) artinya perakaran tanaman sudah cukup kokoh untuk dipindah tanamkan. Benih daun Corianber dipindah bersamaan dengan media tanam rockwool yang sudah dipisah-pisahkan ke dalam netpot. Setelah itu, netpot yang sudah berisi tanaman daun Corianber dimasukkan ke dalam lubang instalasi / media hidroponik lainnya.

Nutrisi Daun Corianber Hidroponik

Setelah benih daun corianber dipindah tanamkan ke media instalasi, tahap selanjutnya adalah tahap peremajaan. Pada tahap ini, pemberian nutrisi serta proses menaikkan kepekatan nutrisi secara bertahap perlu diperhatikan.

Pada saat pindah tanam, kepekatan nutrisi yang dapat diberikan adalah 700 ppm dan kemudian secara bertahap dinaikkan. Menaikkan kepekatan nutrisi dapat dilakukan dengan perkiraan batas maksimal 1120 ppm.

Baca https://farmee.id/tips-trik-penggunaan-nutrisi-ab-mix/

Manfaat Daun Ketumbar/Corianber

Daun Ketumbar/Corianber merupakan salah satu jenis tanaman herbal hidroponik yang memilik banyak manfaat apabila dikonsumsi bagi kesehatan. Manfaat-manfaat tersebut diantaranya mencegah batu ginjal, menurunkan gula darah, menghilangkan racun dari tubuh, mengurangi kecemasan, menyembuhkan infeksipada saluran kemih hingga mampu mencegah osteoporosis dan pembekuan darah.

Banyak sekalikan manfaat dari mengkomsumsi daun corianmber. Tertarik untuk memulai berkebun secara hidroponik ? Farmee hadir untuk membantu teman berkebun dalam proses berkebun hidroponik karena Farmee menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Tentunya kami akan dampingi sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun? Kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di Instagram

Tanaman hias hidroponik

TANAMAN HIAS HIDROPONIK

sumber : cnnindonesia.com

Berkebun hidroponik pasti sudah familiar dalam menghasilkan berbagai jenis sayuran yang segar dan renyah. Namun, tidak sayuran lo teman berkebun. Tanaman hias juga bisa dibudidayakan secara hidroponik. Bagi kamu yang hobi menghias rumah dengan berbagai jenis tanaman-tanaman hias, wajib coba budidaya tanaman hias hidroponik. Berikut beberapa tanaman yang cocok untuk budidaya hidroponik

1. Bunga Matahari

Sumber : idntimes.com

Jenis bunga ini biasanya ditanam pada media tanah, namun bunga ini juga dapat dibudidayakan secara hidroponik dengan media arang sekam atau pasir. Bunga Matahari dapat ditanam di dalam pot, dan di taruh di luar ruangan karena bunga ini membutuhkan tempat yang penuh penyinaran matahari. Untuk merawatnya teman berkebun cukup menyiram air dan larutan nutrisi sekali sehari. Teman berkebun juga dapat melakukannya dengan manual atau sistem tetes agar lebih praktis.

2. Keladi Red Star

Sumber : klikhijau.com

Tanaman ini memiliki warna daun yang sangat menarik, yaitu merah dan bentuknya juga cantik yang mampu menambah nilai estetika  sehingga tak jarang para kelompok rumah tangga menyukai tanaman ini sebagai hiasan rumah. Untuk merawatnya teman berkebun cukup memastikan bahwa Keladi Red Star berada di lokasi yang penuh sinar matahari agar tumbuh subur dan cantik.

3. Aglonema/Sri Rejeki

Sumber : cnnindonesia.com

Tanaman yang satu ini pasti sering ditemui di pekarangan rumah sebagai hiasan. Aglaonema memiliki nilai estetika dari corak dan warna daunnya yang unik.  Tak hanya cantik, tanaman hias hidroponik ini juga bermanfaat sebagai pembersih udara/antipolutan yang mampu menyerap racun atau zat berbahaya. Untuk merawatnya tanaman hias ini memerlukan sinar matahari namun tanaman hias ini juga bisa tumbuh subur di dalam rumah.

4. Suplir

Sumber : decoruma.com

Tanaman suplir merupakan tanaman paku-pakuan yang popular di era tahun 1990-an. Suplir memiliki keunikan tersendiri yang terlihat dari bentuk daun, bentuk tajuk, dan warna yang kontras antara daun dan batangnya. Tanaman hias ini juga memiliki berbagai jenis dan varietas. Untuk merawatnya, suplir tumbuh dengan baik di lingkungan yang lembab sehingga penyinaran matahari yang minim pun tak masalah.

5. Anggrek

Sumber : cnnindonesia.com

Tanaman anggrek merupakan salah satu tanaman yang banyak digemari karena keanggunan dari paras bunga tersebut. Anggrek dapat dibudidayakan secara hidroponik dengan media tanam seperti arang, sabut kelapa, kayu pakis, hingga pecahan genting. Tanaman anggrek memiliki bermacam-macam jenis dan bunga ini juga  memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena sulit didapatkan. untuk perawatannya berbeda-beda setiap varietas. Berdasarkan penyinarannya, terdapat tiga jenis, yakni:

  • Harus terkena sinar matahari langsung, seperti anggrek Arachnis
  • Bisa tumbuh baik di tempat yang tak tepapar sinar matahari langsung, seperti anggrek Dendrobium
  • Tidak bisa tumbuh baik di tempat yang terpapar sinar matahari langsung, seperti anggrek Paphiopedilum

6. Lidah Buaya

Sumber : beritagar.id

Tanaman hias lidah buaya sudah sangat familiar dikalangan para pecinta tanaman hias. Lidah buaya juga sering digunakan sebagai bahan untuk kecantikan. Budidaya lidah buaya secara hidroponik dapat dilakukan di dalam maupun luar ruangan dengan media tanam hidrogel atau arang sekam. Untuk merawatnya, teman berkebun cukup menyiramnya dua kali sehari atau ketika media tanamnya sudah mulai tampak kering.

7. Sirih Gading

Sumber : haibunda.com

Ciri khas nilai estetika pada tanaman ini terletak pada corak daunnya yang berwarna belang-belang hijau dan kuning. Tanaman sirih gading mampu tumbuh subur di berbagai media, bahkan hanya air sekalipun. Sirih gading juga merupakan tanaman yang mampu membersihkan udara dari berbagai polusi berbahaya. Untuk merawatnya, teman berkebun hanya perlu menyiramnya dua hari sekali.

Tertarik untuk memulai berkebun secara hidroponik ? Farmee hadir untuk membantu teman berkebun dalam proses berkebun hidroponik karena Farmee menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Tentunya kami akan dampingi sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun? Kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di Instagram

tanaman buah yang cocok untuk hidroponik

TANAMAN BUAH YANG COCOK UNTUK HIDROPONIK

Berkebun dengan sistem hidroponik belakangan ini banyak digemari karena mudah, steril serta hasil panen yang segar dan renyah. Jenis tanaman yang dapat dibudidayakan dengan hidroponik juga beragam mulai dari sayuran, buah, tanaman hias hingga umbi-umbian. Berikut parmin akan paparkan beberapa tanaman buah yang cocok untuk hidroponik, diantaranya :

1. Buah Semangka

Sumber : derapdesa.id

Semangka sering juga dikenal sebagai buah musim panas. Asumsi ini muncul karena buah semangka mengandung banyak air yang bisa menyegarkan di tengah cuaca yang panas. Untuk Mlmenanam semangka dengan cara hidroponik memerlukan perhatian khusus serta masa panen semangka hidroponik akan memakan waktu sekitar 2-3 bulan setelah tanam.

2. Buah Melon

Sumber : endeus.tv

Berkebun hidroponik untuk budidaya buah melon sama seperti menanam buah semangka secara hidroponik, menanam melon dengan cara hidroponik membutuhkan tempat yang luas. Hal ini dikarenakan buah ini merupakan salah satu jenis buah berukuran besar, jadi tidak mungkin jika menanamnya di tempat yang sempit.

3. Buah Stroberi

Sumber : hellosehat.com

Stroberi banyak digunakan baik untuk konsumsi secara langsung maupun bahan olahan suatu produk. Stroberi dikenal sebagai buah yang dapat hidup di dataran tinggi, namun apabila dibudidayakan secara hidroponik maka buah stroberi dapat ditanam di dataran rendah. Selain itu, tanaman stroberi hidroponik biasanya menghasilkan buah yang lebih banyak.

4. Buah Blueberry

Sumber : alodokter.com

Untuk menanam buah blueberry membutuhkan kondisi tanah asam yang tinggi. Hal ini yang mendasari bahwa menanam bluberry dengan cara yang hidroponik bisa lebih mudah. Karena teman berkebun dapat dengan mudah mengawasi kadar keasaman dan kecukupan air yang rutin sehingga bluberry akan tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang besar.

5. Buah Anggur

Sumber : resepkoki.com

Tanaman anggur biasanya dibuat sebagai hiasan di pekarangan rumah. Namun apabila ingin membudidayakan buah anggur secara hidroponik yang perlu diperhatikan yakni pemenuhan asupan sinar matahari. Tanaman anggur hidroponik harus terkena sinar matahari yang cukup.

6. Buah Tomat

Sumber : liputan6.com

Tanaman Tomat merupakan salah satu buah yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita ketika dikonsumsi. Kandungan vitamin C yang ada di dalam buah tomat bermanfaat untuk mencerahkan kulit. Tomat yang ditanam dengan hidroponik biasanya akan menghasilkan vitamin yang lebih baik dan rasanya juga akan lebih manis.

Farmee menyediakan benih unggul yang dapat teman berkebun pesan untuk memulai menanam kailan. Benih unggul buah-buahan Farmee merupakan benih terpercaya dan sudah terbukti menghasilkan buah yang segar dan renyah. Pemesanan benih dapat dilakukan dengan kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di Instagram. Tidak hanya benih, Farmee juga menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Dan tentunya kami akan dampingi sampai berhasil panen. So, tunggu apalagi ?

advantages-and-disadvantages-of-hydroponics

PENYEBAB GAGAL PANEN HIDROPONIK

Sumber : portaljember.com

Berkebun dengan sistem hidroponik pasti banyak memberi keuntungan bagi teman berkebun. Mulai dari sistem budidaya tanaman yang mudah, dapat dilakukan di pekarangan rumah, juga memberi sensasi khusus bagi teman berkebun saat melihat tanaman hidroponik tumbuh subur dan memanen hasil berkebun sendiri. Namun, tidak jarang juga para penggemar hidroponik yang mengalami gagal panen dalam berkebun hidroponik. Kira-kira apa yah penyebab gagal panen hidroponik ? Yuk simak artikel berikut ini, beberapa faktor yang menjadi penyebab gagal panen hidroponik beserta solusi untuk mengatasinya.

1. Mencoba semua jenis tanaman/sayuran

Berkebun dengan sistem hidroponik yang dikenal menjadi salah satu teknik pertanian yang praktis, sehingga tidak jarang para penggemar hidroponik mencoba menanam dan menyemai semua jenis tanaman/sayuran di satu waktu dan di instalasi yang sama tanpa memikirkan masa panen dari tanaman/sayuran tersebut. Tentu hal ini tidak disarankan, karena perawatan dan jumlah nutrisi setiap tanaman/sayuran berbeda-beda.

2. Lupa menyiram semaian benih

Kegiatan menyemai benih dan memastikan media semaian tetap lembab sudah menjadi suatu kewajiban untuk mendapatkan bibit tanaman yang baik. Namun, sebagian penggemar hidroponik suka lalai dalam mencek semaian benih karena kesibukan lain sehingga lupa cek semaian tanaman.

Proses semai benih dapat dikatakan sebagai kunci pokok menanam sayuran, karena apabila sayuran sudah mengalami stress pada masa penyemaian maka bukan tidak mungkin pertumbuhan sayuran selanjutnya akan tertanggu atau kurang maksimal.

3. Tidak menaruh semaian dibawah sinar matahari

Semua tanaman membutuhkan sinar matahari untuk melakukan fotosintesis. Apabila tanaman kekurangan sinar matahari tentu akan berdampak buruk bagi tanaman. Hormon auksin yang ada pada tanaman akan terus bekerja menyebabkan tanaman hanya akan tumbuh tinggi, batang kurus da tidak kuat serta daun yang kecil berwarna pucat. Hal ini biasa disebut dengan etiolasi yaitu pertumbuhan tanaman yang tidak normal akibat kekurangan paparan sinar matahari.

4. Mencoba semua jenis sistem hidroponik

Keinginan para penggemar hidroponik untuk mencoba semua jenis sistem hidroponik, untuk melihat sistem mana yang akan memberikan hasil maksimal tentu tidak menjadi masalah utama. Namun, ketika melakukan percobaan sering kali akan merasa bosan atau jenuh ketika mengalami kegagalan dalam beberapa sistem hidroponik sementara sudah mengeluarkan banyak biaya, tenaga juga waktu yang terbuang sia-sia namun tidak menikmati hasil apapun. Tentu hal ini bisa menjadi pemicu munculnya perasaan gagal dan kehilangan motivasi untuk berhidroponik.

Saran parmin, fokus saja dulu dengan satu jenis sitem hidroponik kemudian teman berkebun dapat mendalami serta pahami bagaimana pengelolaan tanaman hidroponik pada sistem hidroponik pilihan teman berkebun.

5. Tidak mengenal jadwal tanam tanaman

Mengenali jadwal tanam tanaman akan sangat berpengaruh panen dan pengisian instalasi pada periode tanam berikutnya. Setiap tanaman mempunyai masa atau waktu tanam yang berbeda. Masa tanam ini tentu berkaitan dengan kapan tanaman dapat di panen dan lama waktu yang dibutuhkan dalam penyemaian.

Jika tidak mengetahui lama waktu penyemaian, akan berakibat pada gagal panen karena benih yang tidak baik atau bahkan mati pada proses semai. Bisa juga setelah panen, instalasi tidak dapat diisi karena salah memperhitungkan jadwal tanam atau semaian yang siap untuk ditanam.

Maka dari itu perlu pemahaman akan masa dan jadwal tanam tanaman. Misalnya untuk tanaman Kangkung, masa panennya adalah 20 – 25 hari dan masa semai benih kangkung adalah 7 – 10 hari. Jadi ketika tanaman kangkung memasuki umur 10 – 15 hari, teman berkebun harus sudah menyemai lagi benih kangkung yang baru.

6. Mencoba meracik nutrisi hidroponik sendiri

Meracik nutrisi hidroponik sendiri bisa saja dilakukan dengan bahan yang bisa didapatkan dipasaran. Namun jika masih skala rumahan, akan lebih baik membeli nutrisi jadi saja seperti HARABIRU nutrisi AB mix dari farmee. Karena apabila diperhitungkan kembali biaya yang dikeluarkan untuk meracik nutrisi dengan bahan dari pasar akan lebih tinggi daripada beli nutrisi yang sudah jadi.

Lain itu, penggunaan serta kesalahan dalam meracik nutrisi bisa berakibat fatal kepada tanaman hidroponik seperti tanaman mati, gosong dan lain-lain yang berakibat kepada gagal panen.

7. Tanaman mengalami busuk akar

Keingina untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal sudah menjadi impian seluruh penggemar hidrdoponik. Namun, bagaimana jika terjadi gagal panen karena tanaman mengalami busuk akar ? Busuk akar diakibatkan karena terdapat jamur Pythium atau jamur air pada tanaman, kekurangan asupan oksigen, juga suhu dan kondisi air yang hangat menyebabkan akar tanaman busuk. Untuk mengatasi hal tersebut teman berkebun dapat mensterilkan seluruh wadah dan saluran hidroponik, lalu menyemprotnya dengan disinfektan, berikan sedikit ruang bagi tanaman unuk menyerap nutrisi dan selalu cek keadaan air tanaman hidroponik.

8. Serangan hama dan penyakit pada tanaman

Serangan hama atau penyakit pada tanaman hidroponik bisa saja terjadi karena cara budidaya maupun kesalahan proses pengelolaan tanaman hidroponik yang salah. Oleh karenanya teman berkebun perlu memahami bagaimana cara berkebun hidroponik dan cara mengatasi penyakit serta hama yang sering muncul dalam budidaya hidroponik.

Untuk membantu teman berkebun dalam berkebun hidroponik, Farmee menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Tentunya kami akan dampingi sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun? Kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di Instagram