Cara Menanam Timun dengan Sistem Dutch Bucket

Cara Menanam Timun dengan Sistem Dutch Bucket Hidroponik

Timun/mentimun adalah salah satu tanaman sayuran yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Mentimun memiliki rasa yang segar dan kandungan air yang tinggi, sehingga cocok dikonsumsi sebagai lalapan atau jus. Jika tidak dikonsumsi, mentimun juga dapat digunakan sebagai masker di wajah. Mentimun merupakan tanaman yang relatif mudah ditanam, termasuk dengan metode hidroponik.

Sistem Dutch Bucket adalah salah satu sistem hidroponik yang paling populer untuk menanam mentimun. Sistem ini menggunakan ember atau kantong plastik sebagai media tanam yang terendam dalam larutan nutrisi. Sistem Dutch Bucket memiliki beberapa keunggulan, yaitu:

  • Mudah untuk dipasang dan dirawat.
  • Tidak memerlukan ajir atau tiang penyangga.
  • Efisien dalam penggunaan nutrisi.

Persiapan

Sebelum memulai penanaman, siapkan terlebih dahulu peralatan dan bahan-bahan yang dibutuhkan, yaitu:

  • Benih mentimun
  • Media tanam
  • Nutrisi hidroponik AB Mix
  • Ember atau kantong plastik
  • Kran air
  • Pompa air
  • Selang
  • Rak atau tiang penyangga

Proses penanaman

Berikut adalah langkah-langkah menanam mentimun secara hidroponik dengan sistem Dutch Bucket:

  • Siapkan media tanam

Media tanam yang digunakan untuk sistem Dutch Bucket biasanya berupa cocopeat atau rockwool. Isi ember atau kantong plastik dengan media tanam hingga penuh.

  • Semai benih

Semai benih mentimun di media tanam yang telah disiapkan. Benih mentimun biasanya akan berkecambah dalam waktu 3-5 hari.

  • Pindahkan bibit ke instalasi hidroponik

Setelah bibit mentimun berumur 10-15 hari, pindahkan bibit ke instalasi hidroponik. Masukkan bibit mentimun ke dalam lubang yang telah dibuat di media tanam.

  • Siapkan instalasi hidroponik

Pasang ember atau kantong plastik pada rak atau tiang penyangga. Isi ember atau kantong plastik dengan larutan nutrisi.

  • Pasang pompa air

Pasang pompa air pada ember atau kantong plastik yang berisi larutan nutrisi. Atur pompa air agar larutan nutrisi mengalir secara kontinyu ke ember atau kantong plastik.

  • Berikan nutrisi hidroponik

Berikan nutrisi hidroponik AB Mix secara rutin, yaitu setiap 2-3 hari sekali.

Jumlah nutrisi AB Mix yang dibutuhkan

Jumlah nutrisi AB Mix yang dibutuhkan untuk menanam mentimun dengan sistem Dutch Bucket tergantung pada ukuran ember atau kantong plastik yang digunakan. Berikut adalah perkiraan jumlah nutrisi AB Mix yang dibutuhkan:

Ukuran ember atau kantong plastik Jumlah nutrisi AB Mix
10 liter 2 liter
20 liter 4 liter
30 liter 6 liter
40 liter 8 liter

Jumlah nutrisi AB Mix yang dibutuhkan juga dapat disesuaikan dengan kondisi pertumbuhan tanaman. Jika tanaman mentimun tumbuh dengan baik, Anda dapat menambahkan jumlah nutrisi AB Mix secara bertahap.

Tahap Ketiga: Panen Euy!

Tahap terakhir yaitu panen dapat dilakukan pada sekitar 60-70 hari setelah tanam. Namun, hal ini tergantung pada jenis mentimun yang ditanam, kondisi lingkungan, dan perawatan yang diberikan. Untuk menanam mentimun dengan metode Dutch Bucket ini, kamu dapat mulai memanen saat buahnya sudah berukuran cukup besar dan berwarna hijau tua.

Tertarik ingin belajar bertani di perkotaan? Ikuti terus Farmee!

Farmee.id menyediakan paket instalasi hidroponik dan peralatan pendukung hidroponik lainnya. Ditambah lagi terdapat sesi pendampingan sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun ? Kontak kami sekarang.  

photo_2023-07-17_21-21-08

Membangun Greenhouse Hidroponik Fakultas IT PNJ

Pada postingan ini, Parmin mau cerita pengalaman Farmee dalam membangun greenhouse hidroponik di salah satu perguruan tinggi politeknik yang populer di Jakarta. Letak kampusnya berbatasan langsung dengan Universitas Indonesia, ya apalagi kalo bukan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Simak cerita Parmin sampai habis ya!

Permintaan Instalasi Hidroponik dan Membangun Greenhouse

Awalnya Farmee mendapatkan pertanyaan terkait instalasi hidroponik, seperti yang biasa Farmee terima melalui kontak chat di website ini. Percakapan berlanjut dengan ketertarikan untuk membuat instalasi hidroponik yang dilengkapi greenhouse dalam pembuatannya.

Mengapa menggunakan greenhouse? Karena dengan greenhouse lebih dapat melindungi tanaman dari serangga maupun hama. Pada umumnya, tanaman juga tidak terganggu dengan curah hujan maupun angin dengan intensitas yang terlalu tinggi. Greenhouse juga membantu untuk menjaga suhu optimal pada tanaman agar dapat bertumbuh dengan baik.

Secara singkat, Farmee menerima permintaan pembuatan instalasi hidroponik dan membangun greenhouse tersebut. Tentu saja ini merupakan saat yang Farmee nantikan karena dapat memperkenalkan hidroponik lebih luas, apalagi ke kalangan mahasiswa. Maka tim pengembangan instalasi Farmee segera mencari dan merangkai bahan baku yang dibutuhkan. Mulai dari bahan baku instalasi hidroponik, hingga bahan untuk pembuatan greenhouse.

Selama 1 minggu Farmee mempersiapkan rangkaian instalasi dan greenhouse tersebut di workshop. Kami menggunakan skema rancangan yang bisa knock-down agar dapat dibawa dan dipasang dengan lebih mudah di lokasi (Kampus PNJ). Setelah Farmee selesai mempersiapkan keperluan pemasangan instalasi hidroponik dan greenhouse, kami membawa rangkaian tersebut ke Kampus PNJ untuk dipasang.

Pemasangan Instalasi dan Greenhouse

Ketika sudah sampai lokasi pemasangan yang ditentukan, ada kendala pada kemiringan tanah tempat greenhouse akan dipasang. Farmee bersama pihak kampus memutuskan untuk meratakan dan mengganjal bagian tanah tersebut agar greenhouse dapat berdiri dengan baik. Selain itu, untuk tempat penampungan air ada permintaan untuk diletakkan di dalam tanah, sehingga tim menggali lubang di dekat bangunan greenhouse sebagai tempat toren penampungan air dan nutrisinya. Hasil akhir greenhouse serta instalasi yang kami pasang adalah seperti ini.

Bagian Depan Greenhouse
Bagian Samping Greenhouse
Bagian Dalam Greenhouse

Alhamdulillah meskipun ada kendala dengan cuaca hujan deras selama proses pemasangan, bangunan greenhouse serta instalasi berhasil berdiri di Kampus PNJ Fakultas IT. Tidak lupa tim Farmee juga menyiapkan kebutuhan tanaman hidroponik seperti benih, nutrisi, serta rockwool untuk digunakan pada instalasi tersebut. Sehingga dari pihak kampus bisa langsung menggunakan greenhouse beserta instalasi hidroponik setelah terpasang.

Setelah kegiatan pemasangan instalasi dan greenhouse selesai, tim Farmee juga melakukan pelatihan menanam hidroponik di greenhouse tersebut. Sebagai tambahan, kami melakukan pendampingan kepada pihak kampus agar dapat berhasil menumbuhkan tanaman di instalasi sehingga nantinya bisa dipanen. Mulai dari bagaimana cara penyemaian benih maupun bagaimana menggunakan TDS Meter kami ajarkan agar tanaman hidroponik dapat berhasil panen. Tidak lupa kami mendorong agar dapat mencoba berbagai eksperimen ketika menanam secara hidroponik agar mendapatkan kepuasan tersendiri dalam prosesnya.

Apakah lembaga atau komunitas kamu tertarik untuk belajar hidroponik dengan greenhouse juga? Yuk, kolaborasi bareng Farmee!

Farmee.id menyediakan paket instalasi hidroponik dan peralatan pendukung hidroponik lainnya. Kami juga menyediakan sesi pendampingan untuk kamu agar dapat berhasil sampai panen. Ingin mulai berkebun? Kontak kami sekarang melalui nomor di sini atau DM di Instagram

cara-menanam-cabai

Cara Menanam Cabai di Pekarangan Untuk Pemula – Seri Cabai

Halo! Mau tau cara menanam cabai di pekarangan? Pada seri cabai kali ini akan kita bahas ya! Lumayan bisa hemat pembelian cabai kalo udah panen hehe.

Berkebun cabai di pekarangan bisa menjadi kegiatan yang bermanfaat sebagai alternatif belanja bahan makanan, maupun bisnis apabila dikembangkan pada lahan yang lebih luas. Sebelum mulai berkebun, ada beberapa tahap yang perlu diperhatikan, yakni pada tahap menyemai, pindah tanam, perawatan dan memanen.

Tahap Pertama: Semai Cabai

Pada tahapan pertama yaitu semai, kita perlu menyiapkan benih  dan media tanam. Benih bisa didapat dari toko tanaman yang sudah dimasukkan dalam bentuk kemasan, atau sisa cabai di dapur yang kita sisihkan bijinya. Untuk media tanam khusus semai, kita bisa manfaatkan tanah kompos yang diayak sehingga teksturnya lebih halus.

Masukkan tanah semaian ke dalam wadah kecil, bisa tray semai, ploybag atau kantong plastik ukuran kecil. Lubangi tanah yang sudah dimasuskan ke dalam wadah, lalu tanam benih cabai. Lakukan penyiraman dengan spray hingga permukaan tanah menjadi lembab. Tutup semaian dengan plastik atau karung agar permukaannya tertutup

Benih akan berkecambah pada usia 3 sampai 4 hari. Pada usia tersebut, plastik penutup dibuka agar tanaman terkena udara. Pindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari sedang. Untuk perawatan, lakukan penyiraman dua kali sehari dengan spray.

Bibit cabai yang disemai bisa kita pindahkan ke tanah atau wadah yang lebih besar setelah usia 5 sampai 6 minggu dengan penampakan daun berjumlah sekitar 6 sampai 8 helai.

Tahap Kedua: Pindah Tanam

Tahapan kedua yaitu pindah tanam ke polybag atau pot yang lebih besar. Pada tahapan ini, perlu dipersiapkan media tanam yang terdiri dari tanah, sekam dan pupuk kompos dengan komposisi 1:1:1. Kemudian, kita bisa tambahkan sedikit fungisida dan pupuk NPK sebanyak 2 hingga 3 sendok. Aduk hingga rata. Tambahkan potongan genteng atau pecahan batu bata ke bagian dasar pot atau polybag, lalu baru masukan campuran tersebut.

Media tanam yang sudah disiapkan ini sebaiknya ditunggu sekitar 1 atau dua minggu sebelum memindahkan bibit tersebut.

Pindahkan bibit  ke dalam pot atau media tanam, lakukan dengan hati-hati supaya akar bibit tidak rusak. Siram dengan air sampai media tanam menjadi basah. Setelah dipindah tanam, letakkan pot di tempat teduh, baru setelah beberapa hari, tanaman cabai bisa dipindah ke tempat yang terkena matahari langsung.

Pada tahap pemeliharaan, rawat tanaman cabai dengan melakukan penyiangan dari rumput dan pemangkasan tunas-tunas yang tidak diperlukan.

Berikan pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak dua genggam setiap 2 minggu sekali, atau pupuk cair organik yang sudah dicampur ke dalam air siraman setiap satu minggu sekali.

Tahap Ketiga: Panen Euy!

Tahap terakhir yaitu panen dapat dilakukan pada usia 3 hingga 4 bulan. Pilihlah cabai yang sudah berwarna merah kehijauan, karena pada kondisi tersebut, kualitas cabai berada pada kondisi terbaik, terutama diukur dari beratnya. Jangan lupa, saat waktu panen cabai tiba, cabai harus segera diolah sebelum membusuk.

Tertarik ingin belajar bertani di perkotaan? Ikuti terus Farmee!

Farmee.id menyediakan paket instalasi hidroponik dan peralatan pendukung hidroponik lainnya. Ditambah lagi terdapat sesi pendampingan sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun ? Kontak kami sekarang.  

kendala hidroponik-min

Kendala Hidroponik: Alasan Kenapa Pertanian Tidak Mudah Terdisrupsi

Berbagai kendala hidroponik menjadi alasan kenapa pertanian tidak mudah terdisrupsi dalam waktu singkat. Setidaknya hal tersebut sering kami dengar dari customer, meskipun “mudahnya”  solusi bertani dengan seperangkat nutrisi di dalam air ini. Di sisi lain, kita tetap perlu memperhatikan ‘syarat dan kondisi’ bercocok tanam hidroponik. Dalam kasus ini seperti dari sisi ekonomis, fisiologis tanaman maupun pemanfaatannya secara sosial.

Sebelumnya pernyataan Gericke saat menerbitkan karya pertama kali pun rasanya masih relevan dengan hidroponik saat ini, bahwa hidroponik masih butuh banyak pengembangan, setidaknya di Indonesia. Poin penting Gericke yang perlu kita garis bawahi adalah jangan mudah percaya pada fakta yang dilebih-lebihkan tentang hidroponik.

Kendala Menerapkan Hidroponik

Banyak orang yang tertarik menerapkan hidroponik disesatkan dengan minimnya pencarian informasi. Sehingga tidak dibekali pengetahuan yang cukup tentang batasan dan tantangan yang akan dihadapi dalam menerapkan hidroponik. Sehingga, proyek hidroponik mereka dalam sekejap gagal.

Masalah Utama Hidroponik

Pertanian dengan sedikit tanah seperti hidroponik bukan berarti sedikit tantangan. Kita bisa membaginya ke dalam tiga masalah utama, antara lain cahaya, air dan nutrisi.

Paparan cahaya sangat menentukan pertumbuhan tanaman. Beberapa industri pertanian dengan teknologi mutakhir sudah bisa menghasilkan produknya di ruang tertutup dengan rekayasa cahaya Ultra Violet (UV). Namun, tentu saja alatnya mahal untuk pemula hidroponik. Maka dari itu, untuk mengatasi isu ruang dan modal, sangat penting menentukan lokasi kebun agar mendapat sinar matahari yang melimpah.

Pengendalian tingkat keasaman air dan kepekatan nutrisi juga faktor penting pertumbuhan tanaman yang optimal. Dengan kata lain, konsekuensi bertani hidroponik adalah menjaga pertumbuhan tanaman agar selalu terukur, seminimalnya dengan pemecahan pada tiga masalah di atas.

Solusi Cara Berkebun Hidroponik

Merefleksikan pada tujuan dan kegagalan yang pernah terjadi di masa lalu, maka apabila kita gagal pada percobaan hidroponik yang pertama atau kedua, mungkin masalah utamanya belum terpecahkan. Di era teknologi seperti sekarang, informasi tentang cara berkebun hidroponik melimpah.

Seperti contoh di web Farmee.id ini, kamu bisa menemukan cara penyemaian benih maupun bagaimana menggunakan TDS Meter. Namun pastikan kita mempelajari pada bagian paling dasar, dan jangan pernah berhenti mencoba serta berinovasi. Apabila kamu ingin berdiskusi maupun pendampingan tentang hidroponik, kami siap membantu.

Farmee.id menyediakan paket instalasi hidroponik dan peralatan pendukung hidroponik lainnya. Ditambah lagi terdapat sesi pendampingan sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun? Kontak kami sekarang melalui nomor di sini atau DM di Instagram

sejarah pertanian perkembangan metode hidroponik

Sejarah Pertanian: Masalah dan Perkembangan Metode Hidroponik

Soilless Gardening / hidroponik sebenarnya bukan teknologi pertanian yang baru ditemukan dalam sejarah pertanian. Beberapa bukti sejarah menunjukan bercocok tanam dengan sedikit tanah sudah dipraktikan pada peradaban kuno, seperti Taman Gantung Babylonia hingga kebun terapung bangsa Aztec.

Akan tetapi meski disebut soilless, bukan berarti nirsoil, atau sama sekali tanpa tanah. Senyawa dalam tanah tetap ada hanya saja dialih bentuk menjadi pekatan yang dilarut ke dalam air sebagai media tumbuh tanaman.

Awal Mula Sejarah Hidroponik

Pada mulanya bercocok tanam dengan sedikit tanah semakin berkembang setelah W. F. Gericke mempopulerkan istilah ‘hidroponik’ dalam bukunya yang terbit tahun 1940 berjudul ‘The Complete Guide to Soilless Gardening”. Hidroponik sendiri diperkenalkan melalui seminar Gericke sejak tahun 1929, yang berarti seni dan sains menumbuhkan tanaman dengan media air.

Bersanding dengan agrikultur ‘care of the field’ atau ‘merawat ladang’, hydro (air) dan ponos (daya) memiliki dasar teori bahwa semua faktor pada pertumbuhan tanaman (yang biasa disuplai oleh tanah) dapat direkayasa dengan sistem penyerapan nutrisi bermedia air. 

Perkembangan Metode Hidroponik

Pada saat itu perkembangan hidroponik telah melalui serangkaian ujicoba. Menurut Gericke, percobaan hidroponik mulanya agar pemanfaatan tanah bisa lebih baik untuk pertanian. Sejak tahun 1929, ketika teori hidroponik dipresentasikan, tujuan tersebut bergeser.

Model bercocok tanam tanpa tanah dikembangkan untuk meningkatkan hasil panen serta memanfaatkan lahan untuk bertani di daerah yang kurang subur. Tentunya biaya yang diperlukan per area bertani hidroponik lebih mahal dibanding pertanian konvensional. Meski begitu, uji coba pertanian hidroponik terbilang cukup diminati pada masa awal mula dikembangkannya metode ini.

Sebelum itu karya Ellis, Swaney dan Eastwood yang diterbitkan tahun 1963 merekam beberapa perusahaan swasta yang mulai melakukan pengembangan model pertanian hidroponik. Shell Oil Company misalnya, pada tahun 1944 menginisiasi sebuah kebun hidroponik di Pulau Curaçao, sebuah koloni Kerajaan Belanda di Hindia Barat (Kepulauan Karibia). Tujuan kebun itu tidak lain agar dapat memenuhi sayuran segar untuk pegawai mereka di negeri koloni.

Ketertarikan Shell terhadap hidroponik sebenarnya juga terinsiprasi dari model kebun hidroponik yang lebih dahulu dikembangkan Lago Oil and Transport Company, anak perusahaan dari Standard Oil Company of New Jersey, di Pulau Aruba yang berjarak 80 km sebelah barat daya Curaçao.

Hidroponik Pada Lahan Tandus

Pengembangan berskala lokal pada waktu yang berdekatan juga dilakukan di beberapa lokasi terpencil. Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) pernah mendirikan kebun hidroponik di Pulau Ascension dan di Iwo Jima. Dua pulau ini mempresentasikan kebun hidroponik sebagai solusi pertanian pada lanskap alam yang tandus. Eastwood mensyaratkan dua kondisi dan urgensi berhidroponik.

Pertama, berada di daerah yang tidak memungkinkan implementasi agrikultur, namun secara iklim masih menunjang produksi tanaman pertanian. Kedua, hidroponik dapat dikembangkan di dalam ‘greenhouse’ dengan teknik pertanian terukur sehingga dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas pertanian. Dua syarat tersebut menjadi pertimbangan sekaligus potensi yang dapat kita lihat pada masa mendatang terhadap model pertanian hidroponik, baik untuk tujuan non-komersil, semi-komersil maupun industrialisasi produk hidroponik yang masih eksklusif.

Farmee.id menyediakan paket instalasi hidroponik dan peralatan pendukung hidroponik lainnya. Ditambah lagi terdapat sesi pendampingan sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun ? Hubungi kami disini. 

toa-heftiba-m7XaGsHRBYw-unsplash

Terong Atau Terung ?

Terung merupakan bentuk baku dari Terong. Namun, selama ini masyarakat Indonesia terbiasa menggunakan kata Terong dibandingkan dengan terung. Solanum melongena merupakan nama ilmiah dari terung. Tumbuhan penghasil buah yang dijadikan sayur-sayuran ini ternyata berasal dari India. Simak artikel berikut untuk mengetahui fakta menarik lainnya berkaitan dengan terung.

Dapat Ditanam Secara Hidroponik

Tanaman terung merupakan jenis sayuran tahunan semusim yang dapat tumbuh dengan sistem hidroponik. Buah terong dapat mulai dipanen sekitar tiga bulan setelah masa tanam, setiap tiga hari sekali. Waktu yang tepat untuk panen adalah pagi dan sore hari. Buah dipetik dengan tangkainya. Buah terung tidak tahan lama, oleh karena itu harus segera dipasarkan begitu selesai panen. Sortasi untuk budidaya terung dilakukan berdasarkan ukuran dan warna buah. Jika anda tertarik menanam terong dirumah anda, tips dan trik menanam terong secara hidroponik dapat dibaca pada artikel berikut. 

Segar dan sedang

Terong yang segar memiliki ciri-ciri permukaan kulit mengkilat, tidak layu, dan keras. Pastikan biji terong tidak kering dengan cara mengetuk kulit terong menggunakan kuku jari. Terong yang segar tidak berbunyi kosong saat diketuk.

Pilihlah terong dengan ukuran sedang. Meski terong besar terlihat memiliki lebih banyak daging, namun terong yang terlalu besar ternyata mengandung lebih banyak biji dan daging yang bertekstur lebih keras. Selain itu, terong berukuran besar cenderung memiliki rasa pahit yang lebih kuat.

Cocok untuk menu diet

Hal ini karena terong memiliki kandungan kalori yang cukup rendah sehingga sangat cocok untuk menjadi menu diet. Selain itu, terong mampu menekan rasa kenyang cukup lama sehingga asupan kalori dalam tubuh pun dikontrol dengan baik.

Lumuri dengan Garam

Sebelum mengolahnya, lumuri terong dengan garam untuk menghilangkan rasa pahit. Biarkan beberapa saat hingga air dari terong keluar, kemudian tiriskan dan bilas hingga bersih untuk menghilangkan garam yang masih menempel.

Membuat kulit lebih lembut dan bercahaya

Terong kaya akan antioksidan dan mengandung sekitar 92 persen air. Sehingga dengan mengonsumsi terong dapat membantu melembapkan dan menutrisi kulit dari dalam. Antioksidan juga dapat menangkal radikal bebas yang bisa membunuh sel-sel kulit dan menyebabkan kulit tidak kenyal dan tampak lebih gelap.

Farmee.id menyediakan paket instalasi hidroponik dan peralatan pendukung hidroponik lainnya. Ditambah lagi terdapat sesi pendampingan sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun ? Hubungi kami disini. 

jaida-stewart-Bmek6EYG9Uk-unsplash

Dari Kandungan Hingga Olahan – Seri Mint

Tanaman mint berasal dari keluarga Lamiaceae yang biasa dikenal dengan keluarga mint. Mint merupakan nama populer dibanding nama ilmiahnya Mentha. Daun mint sering dimanfaatkan sebagai campuran aneka makanan dan minuman. Kudapan seperti cake, es krim, dan minuman segar sering ditambahkan daun mint agar citarasanya semakin menyegarkan. Selain itu, aroma yang dihasilkan dari tanaman ini dapat menyegarkan dan membangkitkan energi dan memperbaiki mood. Fakta menarik lainnya daun mint merupakan salah satu tanaman herbal yang dapat dibudidayakan secara hidroponik. Simak artikel berikut untuk mengetahui kandungan dan manfaat daun mint lainnya.

Manfaat dan kandungan daun mint

Meredakan gatal dan alergi pada kulit

Beberapa kandungan daun mentha diantaranya adalah antioksidan dan anti-inflamasi. Kedua kandungan tersebut terbukti bermanfaat untuk meredakan gatal yang disebabkan karena alergi pada kulit. Kandungan antioksidan di dalamnya membantu membuang racun dari dalam tubuh.

Untuk mengunakan daun mentha sebagai pereda rasa gatal, caranya rremas daun mint dan oleskan pada bagian kulit yang gatal. Lakukan dengan perlahan agar kulit tidak iritasi.

Membantu meringankan gejala Irritable Bowel Syndrome

Irritable Bowel Syndrome (IBS) merupakan masalah saluran pencernaan yang sering terjadi. Penyakit ini ditandai oleh gejala saluran cerna seperti nyeri perut, kembung, dan perubahan pola BAB seperti diare. Penanganan IBS biasanya meliputi perubahan pola diet dan minum obat-obatan.

Penelitian menunjukkan bahwa minyak peppermint  dapat memberikan manfaat dalam mengurangi gejala IBS. Minyak peppermint mengandung komponen mentol yang dapat meredakan gejala IBS melalui efek relaksasi pada otot-otot saluran cerna.

Dalam sebuah menunjukkan hasil bahwa 75 persen orang dengan IBS yang minum kapsul minyak peppermint mengalami perbaikan gejala IBS. Namun, masih dibutuhkan penelitian lain untuk membutiktikan hal ini.

Menyegarkan bau mulut

Permen kunyah, permen karet, pasta gigi, atau obat kumur, rata-rata menawarkan rasa mint sebagai variannya. Hal ini disebabkan karena manfaat daun mentha yang punya rasa segar apabila dikunyah. Para ahli sepakat bahwa sebagian besar produk yang berbahan dasar daun mentha dapat mengatasi bau napas selama beberapa jam.

Akan tetapi, wangi mentha hanya bisa menutupi aroma bau pada napas, bukan mengurangi bakteri atau senyawa lain yang menyebabkan bau mulut.
Di sisi lain penelitian lain mengatakan bahwa minum teh campur daun mentha atau mengunyah daun mentha mentah-mentah dapat membunuh bakteri penyebab bau mulut. Ini disebabkan karena ada efek antibakteri di dalam kandungan daun mentha.

Olahan daun mint

Real Mint Sauce

Jika ingin menikmati olahan mentha dengan cita rasa yang asli, maka saus mentha ini salah satunya. Olahan saus ini tak hanya memadukan daun mentha yang segar, namun juga diberi tambahan bahan-bahan seperti air, gula bubuk, garam, dan cuka. Kamu dapat menggunakan saus mentha  ini sebagai pelengkap dari menu-menu tertentu. 

Citrus Mint Tea

Teh yang satu ini memiliki cita rasa yang menyegarkan dengan aroma yang segar. Caranya rebus daun mentha hingga mendidih, sajikan dalam sebuah gelas dan tambahkan potongan lemon, serta air perasan lemon. Jika anda tingga di daerah dingin, anda bisa menggunakan air rebusan jahe. Campuran air rebusan jahe dan mentha bisa menjadi obat flu dan batuk. Jahe yang menghangatkan tubuh dan mentha yang menyegarkan hidung dan tenggorokan akan membuat tubuh lebih nyaman. Untuk aroma citrus yang lebih kuat, rebuslah daun mentha dengan jahe dan parutan kulit lemon atau potongan buah jeruk. Tambahkan madu untuk memberi rasa manis.

Simmer Potpourri

Sajian ini tidak untuk dikonsumsi. Aroma rebusan daun mentha yang sudah dikeringkan dengan potongan kulit jeruk dan parutan kulit lemon dapat menyegarkan ruangan. Untuk anda yang tidak memiliki alat masak, dapat menggunakan rice cooker atau slow cooker untuk merebus. Untuk aroma yang lebih kuat, dapat ditambahkan daun rosemary, atau aroma citrus mint.

Farmee.id menyediakan paket instalasi hidroponik dan peralatan pendukung hidroponik lainnya. Ditambah lagi terdapat sesi pendampingan sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun ? Hubungi kami disini. 

terung hidroponik

Terung Hidroponik dengan Dutch Bucket System

Sumber : hidroponikstore.com

Sebelumnya parmin sudah beri tahu teman berkebun, cara budidaya terung ungu di polybag. Baca https://farmee.id/tanam-dan-panen-terung-ungu-hidroponik/. Kali ini parmin akan jelaskan cara tanam terung hidroponik dengan ducth bucket system. Penasaran bagaimana caranya ? yuk simak artikel berikut ini

Apasih Dutch Bucket System ?

Dutch bucket merupakan salah satu jenis sistem hidroponik yang daat digunakan untuk membudidayakan tanaman sayuran, buah maupun umbi-umbian. Dalam dutch bucket sistem untuk mengatur aliran nutrisi secara periodik dibutuhkan timer yang diatur sedemikian rupa sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Alat lain yang hampir wajib dipasang pada sistem dutch bucket adalah aerator. Aerator berfungsi untuk menghasilkan oksigen yang dibutuhkan oleh akar tanaman. Baca https://farmee.id/dutch-bucket-hidroponik/

Persiapan Alat dan Bahan

  1. Ember / Bucket
  2. Pot, ukuran pot harus lebih kecil dari bucket
  3. Pipa paralon, elbow, sambungan pipa, valve socket dan faucet socket (jumlahnya sesuaikan dengan kebutuhan)
  4. Selang fertigasi, nepple (sesuai kebutuhan)
  5. Pompa
  6. Bak nutrisi
  7. Hidrotom, zeolit atau media tanam lainnya (sediakan sesuai kebutuhan)
  8. Benih terung
  9. Nutrisi AB Mix

Proses Tanam Terung Hidroponik Dengan Teknik Dutch Bucket System (DBS) :

1. Semai Benih Terung Hidroponik

Benih terung disemai terlebih dahulu, benih dipindah tanam ke bucket setelah berusia 25 – 30 hari setelah semai. Untuk media semai, bisa menggunakan arang sekam. Media semai arang sekam lebih baik daripada menggunakan tanah, karena bibit mudah dicabut saat akan dipindah tanam dan kerusakan akar dapat diminimalisir. Bibit diletakkan/disemai secara teratur dengan jarak 3 x 3 cm, tutup tipis benih dengan arang sekam kemudian semprot dengan air (tanpa nutrisi) agar media basah. Tutup semaian dengan plastik hitam, letakkan pada tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. 5 – 6 hari kemudian biasanya benih sudah mulai tumbuh, setelah tumbuh buka plastik penutup.

2. Media Tanam Terung Hidroponik

Pada umumnya media tanam yang digunakan pada teknik hidroponik Dutch Bucket System adalah hidroton atau zeolit. Namun disini parmin menggunakan media tanam campuran arang sekam dan cocopeat dengan perbandingan 1 : 1. Media tanam tersebut dimasukkan kedalam pot yang sudah disediakan, yaitu pot yang berukuran lebih kecil dari bucket. Tekan-tekan sedikit agar padat, namun jangan terlalu padat.

3. Pindah Tanam Terung Hidroponik

Jika bibit terung sudah berumur 25 – 30 hari setelah semai, bibit siap dipindah tanam. Pilihlah bibit terung yang sehat dan memiliki vigor yang kuat. Agar akar tidak rusak, ambil bibit bersama media semainya dengan cara dicongkel. Tanam bibit terung tersebut pada pot yang sudah disiapkan. Setelah penanaman selesai, siram dengan larutan nutrisi (ppm rendah) agar tidak layu. Selama 3 – 4 hari tanaman harus ternaungi untuk memberikan kesempatan tanaman beradaptasi. Kemudian buka sedikit demi sedikit naungan tersebut, hingga akhirnya tanaman tersinari matahari langsung.

4. Kebutuhan Nutrisi dan PPM

  • Pada awal tanam, yaitu 0 hari setelah tanam berikan nutrisi dengan ppm 1000 (hingga 3 minggu HST).
  • Naikkan ppm nutrisi menjadi 1500 (sampai masa generatif / pembungaan).
  • Naikkan ppm menjadi 1.750 (sampai berbuah dan panen)

Baca https://farmee.id/tabel-ph-dan-ppm-tanaman-hidroponik/

5. Jadwal Pemberian Nutrisi

Larutan nutrisi yang berada pada tandon, dialirkan ketanaman melalui pipa inlet dan selang fertigasi menggunakan pompa. Atur timer dutch bucket system dengan jadwal rutin setiap hari selama 10 jam nonstop. Pompa mulai dinyalakan pada jam 07.00 hingga jam 17.00 dan pada malam hari pompa tidak bekerja (dimatikan).

6. Penanganan Hama dan Penyakit

Untuk mengendalikan tanaman dari serangan hama dan penyakit, teman berkebun dapat membaca referensi penanganan di https://farmee.id/penyakit-pada-tanaman-hidroponik-dan-cara-mengatasinya/

Tertarik untuk memulai berkebun secara hidroponik ? Farmee hadir untuk membantu teman berkebun dalam proses berkebun hidroponik karena Farmee menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Tentunya kami akan dampingi sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun? Kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di Instagram

terung hidroponik

Tanam dan Panen Terung Ungu Hidroponik

Sumber : hidroponikstore.com

Tanaman terung (Solanum melongena) merupakan jenis sayuran tahunan semusim. Selain India, Indonesia dipercaya sebagai asal tanaman terung. Terung mengandung antioksidan pencegah kanker serta mampu mengikat kelebihan zat besi yang bisa meningkatkan resiko penyakit jantung. Terung juga merupakan salah satu tanaman yang dapat dibudidayakan secara hidroponik. Ingin tahu caranya ? Yuk simak artikel tanam dan panen terung ungu hidroponik berikut

Persiapan Larutan Nutrisi

Budidaya secara hidroponik bisa menggunakan media ataupun alat dengan berbagai macam metode, tapi yang tidak bisa ditukar hanya nutrisi. Dengan kata lain, nutrisi adalah hal yang paling utama dalam bertanam secara hidroponik.  Nutrisi yang paling sering dipakai dalam hidroponik adalah nutrisi AB Mix, nutrisi ini terdiri dari 2 bagian, yaitu Nutrisi A dan Nutrisi B. Baca https://farmee.id/tips-trik-penggunaan-nutrisi-ab-mix/

Proses Semai Benih

Rendam benih dalam larutan pupuk organik cair 2 cc/L air selama 12 jam, buang benih yang mengambang. Benih ditiriskan dan dikecambahkan dengan tissue basah selama kurang lebih 3 hari. Setelah berkecambah, benih siap disemai dalam trai semai yang sudah diisi dengan media sekam dan cocopeat 2 : 1. Jaga kelembaban media dengan memberikan nutrisi AB mix. Kemudian bibit dipindahkan ke media semai dalam wadah polybag semai 10-14 HSS. Tempatkan wadah di lokasi yang lembab dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung.

Penanaman dan Pemeliharaan

Setelah bibit terung yang berdaun sejati sejumlah 4 hingga 5 helai yang sehat dan berbentuk bagus, kemudian bibit dipindahkan ke polybag diameter 22 cm yang sudah berisi media berupa campuran sekam dan cocopeat perbandingan 2 : 1. Media sebelumnya direndam dalam disinfektan selama 1 hari, kemudian dikeringkan dan siap dipakai. Sebaiknya setiap polybag ditanami satu buah bibit supaya pertumbuhan tiap bibit tidak saling mengganggu.

Kontruksi hidroponik dengan drips irrigation menggunakan pompa speck 2m, 1 pompa mampu untuk mengairi 50 polybag. Untuk usia tanaman terong 0-1 bulan dilakukan 2x penyiraman/hari dengan nutrisi AB mix, pagi dan sore masing-masing selama 1 menit. Usia 1 bulan-panen pemompaan diselang seling, hari pertama 2x, hari berikutnya 3x, hari ke 3 sebanyak 2x, begitu seterusnya berulang-ulang dengan lama pemompaan masing-masing 1 menit. Disamping juga melihat kondisi tanaman di lapangan. Jika media agak kering, penyiraman bisa lebih sering.

Baca https://farmee.id/tabel-ph-dan-ppm-tanaman-hidroponik/

Panen

Panen mulai ±3 bulan setelah tanam, setiap 3 hari sekali. Waktu yang tepat untuk panen adalah pagi dan sore hari. Buah dipetik dengan tangkainya. Buah terung tidak tahan lama, oleh karena itu harus segera dipasarkan begitu selesai panen. Sortasi untuk budidaya terung dilakukan berdasarkan ukuran dan warna buah.

Tertarik untuk memulai berkebun secara hidroponik ? Farmee hadir untuk membantu teman berkebun dalam proses berkebun hidroponik karena Farmee menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Tentunya kami akan dampingi sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun? Kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di Instagram

ulat hidroponik

Cara Mengatasi Ulat Hidroponik

Sumber : pixabay.com

Bertanam hidroponik merupakan salah satu hobi yang kini banyak diminati oleh masyarakat. Berkebun hidroponik memang menjadi hobi yang banyak disukai oleh masyarakat karena banyaknya kemudahan yang ada didalamnya. Namun bagi pecinta hidroponik terdapat kekhawatiran tersendiri yang membuat mereka ragu untuk berhidroponik maupun berharap akan hasil tanaman hidroponiknya. Kekhawatiran itu adalah adanya serangan hama yang mungkin terjadi pada tanaman hidroponik, khususnya ulat hidroponik. Baca https://farmee.id/penyakit-pada-tanaman-hidroponik-dan-cara-mengatasinya/ Berikut cara mengatasi ulat hidroponik yang dapat teman berkebun lakukan

Ulat Hidroponik

Ulat menjadi salah satu jenis hama yang paling berbahaya apabila telah menyerang tanaman hidroponik. Hama tersebut akan memakan dedaunan dari sayuran yang ditanam, sehingga apabila tidak dibasmi maka dikhawatirkan akan didapatkan panen sayuran hidroponik yang kurang bagus atau yang sedikit gagal. Oleh karna itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi hama ulat hidroponik yang satu ini. Jenis hama ulat dapat menyerang bagian daun hingga berlubang dan rusak, hama ini akan sangat merugikan jika jenis tanaman yang kita tanam seperti sayuran.

Pengendalian Ulat Hidroponik

Cara mengatasi ulat hidroponik sebenarnya mudah untuk dilakukan. Hal yang dapat dilakukan adalah cukup dengan mengangkat hama ulat tersebut lalu membuangnya. Cara tersebut bisa dilakukan dan langsung membasmi hama apabila hama yang ada pada tanaman hanya sedikit saja. Namun, apabila hama tersebut jumlahnya banyak, maka penanganan yang dilakukan perlu dilakukan dengan menggunakan pestisida organik yang aman untuk sayuran dan tidak mengandung zat kimia yang berbahaya. Dengan pestisida organik tersebut, maka berbagai sayuran yang ditanam dengan sistem hidroponik akan terhindar dari hama ulat tersebut dan bisa tumbuh dengan baik kembali.

Selain membuang telur kupu-kupu yang melekat pada bagian bawah daun, teman berkebun juga bisa sering semprot air biasa 2-3x sehari. Namun, bila tidak bisa berhasil maka dapat di lakukan penyemprotan menggunakan Pestisida Nabati. dengan ramuan :

  • 3-5 daun pepaya dan tumbuk sampai halus lalu kasih air 1 liter.
  • Kalau tidak ada daun pepaya bisa pakai daun brotowali, 10-15 daun brotowali di tumbuk sampai halus dan kasih air 1 liter.

Tertarik untuk memulai berkebun secara hidroponik ? Farmee hadir untuk membantu teman berkebun dalam proses berkebun hidroponik karena Farmee menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Tentunya kami akan dampingi sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun? Kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di Instagram