charles-deluvio-H5NfgwSU7nI-unsplash

Penyakit pada Tanaman Hidroponik dan Cara Mengatasinya

Tidak hanya tanaman yang dibudidayakan secara konvensional, tanaman hidroponik juga tak luput dari gangguan penyakit baik disebabkan oleh hama maupun unsur hara . Hama sendiri adalah organisme yang dianggap merugikan dan tak diinginkan dalam kegiatan sehari-hari. Penting unutk mengetahui apa saja penyakit hidroponik  dan bagaimana cara mengatasi penyakit hidroponik. Berikut penjelasannya.

Hama Ulat

Daun yang tidak utuh, berlubang, maupun rusak patut dicurigai. Ketiga hal tersebut merupakan gejala tanaman terkena hama ulat. Jika menemukan tanaman dengan kondisi tersebut, sebaiknya segera mencari si ulat sebelum daun tanaman lainnya habis tak bersisa. Selain itu, anda dapat memotong daun yang sudah rusak dimakan ulat.

Hama Semut

Bila pertumbuhan tanaman tidak normal, mudah layu, daun menjadi kuning dan rontok. Anda perlu melihat sekeliling tanaman, kemungkinan besar terdapat semut-semut berkeliaran. Anda dapat langsung menyingkirkan semut-semut pada tanaman jika kondisi tanaman masih memungkinkan untuk diselamatkan. Jika tidak segera cabut tanaman anda agar tidak menjalar pada tanaman lain yang masih normal.

Lalat Buah

Lalat buah menyerang tanaman buah-buahan yang menyebabkan buah-buahan yang rontok sebelum matang, kadang kala buah berwarna kuning dan keriput, terlihat bintik hitam kecil pada bagian kulit buah. Mmebungkus buah atau mengurung tanaman dengan jarring plastik dapat menghindarkan tanaman anda dari gangguan lalat buat, atau anda dapat melakukan pengasapan disekitar tanaman.

Thrips

Thrips merupakan salah satu hama yang sering mneyerang tanaman cabai pada khususnya. Beberapa gejala jika tanaman diserang oleh hama thrips; daun keriting dan menggulung ke atas, bunga-bunga rontok atau pada tanaman muda menyebabkan kelayuan. Jika tanaman sudah terserang oleh Thrips anda dapat mengatasinya dengan memblender 1 kg bawang putih dengan 1 liter air, baunya yang menyengat dari campuran bawang putih dan air  dapat mengusir thrips. Atau menyemprotkan starter jamur beauveria bassiana pada tanaman cabai di sore hari.

Kekurangan Mangan (Mn)

Mangan (Mn) merupakan unsur hara mikro yang dibutuhkan dalam tanaman, namun apabila tanaman kekurangan Mn maka daun muda mengalami klorosis dimana daun muda menguning, menjadi lemas dan lunak yang jika dibiarkan daun kuning akan mati. Sebelum daun tersebut mati anda dapat menyemprotkan MnSO sebanyak 1 gram/ 1liter air setiap pekan hingga tanaman pulih.

Kekurangan Magnesium (Mg)

Jika tanaman kekurangan Mn daun muda saja yang  mengalami klorosis, maka gejala tanaman saat kekurangan Magnesium (Mg)  adalah daun muda maupun tua mengalami klorosis. Memberikan MgSO sebanyak 1gram/ 1 liter ait tiap pekan hingga pulih, dapat memebantu mengatasi tanaman yang kekuarangan Mg.

Kekurangan Kalsium (Ca)

Salah satu unsur hara makro adalah kalsium (Ca), apabila kebutuhan kalsium tanaman tidak terpenuhi tanaman akan rentan terinfeksi jamur dan bakteri pathogen. Beberapa gejala yang muncul saat kekurangan Ca; daun-daun pada pucuk tanaman membengkok, hingga ujung dan pinggirannya mati. Menyemprotkan CaNO sebanyak 1 gram per 1 liter air tiap minggunya hingga tanaman pulih, dapat membantu pemenuhan Ca tanaman.

Kekurangan Zat Besi (Fe)

Zat Besi (Fe) pada tanaman berfungsi dalam pembentukan klorofil dan fotosintesis. Kekurangan Fe pada tanaman ditandai dengan daun muda mengalami klorosis sementara tulang daun berwarna kuning. Menyemprotkan Fe-EDTA sebanyak 1 gram / 1 liter air tiap pekan hingga pulih, membantu tanaman untuk memenuhi Fe.

Pemenuhan berbagai unsur hara pada tanaman merupakan kunci pertumbuhan tanaman yang optimal. Namun bagi pemula, pemenuhan unsur hara menjadi sesuatu yang tidak mudah, karena ada berbagai jenis unsur hara yang harus dipenuhi dengan takaran yang berbeda disesuikan dengan kondisi air dan tanaman. Nutrisi AB mix yang diproduksi oleh Farmee.id dapat membantu anda untuk memenuhi berbagai kebutuhan unsur hara tanaman anda.

cara-penyemaian-benih-dengan-rockwool

Cara Penyemaian Benih dengan Rockwool

Cara penyemaian benih merupakan tahapan penting dalam bercocok tanam. Beberapa manfaat yang diperoleh saat menyemai benih adalah lebih banyak varietas yang bisa ditanam dan lebih banyak bibit yang diperoleh. Dalam melakukan penyemaian benih ada beberapa pilihan media tanam yang biasa digunakan diantaranya cocopeat, hydroton, dan rockwool. Pada bagian ini akan dibahas cara-cara melakukan penyemaian benih dengan menggunakan rockwool.

Tahap Pra-Semai

Tahap Pra-Semai atau Seed Starting jarang diketahui oleh para farmer. Pada tahap ini dilakukan penyeleksian benih, harapannya dengan tahap ini kita hanya menyemai / menanam benih yang sudah mulai berkecambah agar kepastian tumbuh cukup tinggi.  Berikut beberapa cara untuk memulai Pra-Semai :

  1. Rendam benih dengan air selama ½ – 1 jam. Benih yang memiliki waktu lebih lama untuk berkecambah, boleh direndam semalaman. Perendaman dilakukan untuk melembabkan kulit benih sehingga por-pori kulit benih membesar, sehingga air dapat masuk kedalam benih untuk menghasilkan zat pengatur tumbuh (auxin). Auxin  berfungsi untuk memicu benih mengalami pertumbuhan.
  2. Setelah direndam, letakkan benih di wadah beralas lembab seperti tisu yang dilembabkan.
  3. Tutup wadah agar tidak terjadi penguapan. Simpan di tempat sejuk. Tunggu 1-2 hari tergantung jenis benih.
  4. Setelah proses ini, kita hanya akan menggunakan benih yang sudah berkecambah saja untuk dilanjutkan pada tahap penyemaian.

Tahapan Semai Benih

Pemilihan rockwool sebagai media tanam dikarenakan beberapa alasan. Rockwool pas dan cocok untuk semua jenis sayuran, materi rockwool bersifat netral dan tidak mengandung penyakit atau bahan kimia, kemampuan menyerap air hingga 14 kali kapasitas tampungan tanah, dan rockwool bisa didapatkan dengan mudah di toko online salah satunya Farmee.id.

Memotong Rockwool

Rockwool terbuat dari bahan mineral bebatuan, tidak jarang saat pemotongan dilakukan, ada serpihan-serpihan rockwool yang berterbangan. Agar tidak terhirup, farmer dapat menggunakan masker atau penutup hidung selama memotong rockwool. Sebelum melakukan pemotongan, siapkan penggaris besi dan gergaji besi kecil, tidak disarankan menggunakan pisau atau benda tajam lain yang permukaanya halus, karena akan menyulitkan dalam proses pemotongan dan menyebabkan rockwool hancur. Kemudian potong rockwool dalam bentuk lembaran, selanjutnya potong dadu rockwool dengan ukuran sekitar 2 cm.

Basahi Rockwool

Membasahi rockwool berguna untuk menjaga rockwool tetap lembap. Namun jangan sampai rockwool terlalu basah, karena dapat menyebabkan pembusukan pada benih sebelum sempat bertumbuh dengan baik.

Pemindahan dan Penyimpanan

Lubangi rockwool kemudian pindahkan benih yang telah berkecambah dengan hati-hati. Simpan rockwool dengan benih yang telah berkecambah pada tempat yang terkena paparan sinar matahri secara langsung agar tanaman tidak mengalami proses etiolasi. Pastikan tempat penyimpanan terhindar dari aliran air yang deras seperti hujan.

Siap Ditanam

Penyemaian membutuhkan waktu selama 7-14 hari atau sampai tumbuh 4 lembar daun sejati. Jika sudah, tanaman dapat dipindahkan pada instalasi. Pada awal pemindahan tanaman akan terkejut, dan rentan terhadap guncangan saat pemindahan, proses adaptasi tanaman membutuhkan waktu beberapa jam hingga pulih kembali. Pastikan tanaman mendapat cahaya, air, nutrisi, oksigen dan karbondioksida tercukupi dengan baik.

Beberapa bibit tidak akan bertahan dan tidak semua penyebab bisa dijelaskan. Beberapa tanaman memiliki kondisi suhu ideal untuk tumbuh, ada tanaman bersuhu dingin dan tanaman bersuhu hangat, pastikan kita memahami kondisi ideal setiap tanaman.

cara-menanam-hingga-memanen-sawi-dengan-hidroponik

Cara Menanam Hingga Memanen Sawi Dengan Hidroponik

Tingginya anti oksidan di dalam sayur sawi sangat bagus untuk menghindarkan anda dari penyakit flu. Selain itu sawi juga merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat terutama sayur sawi hijau. Ternyata menanam sawi dengan hidroponik dapat membuat tanaman menjadi lebih cepat tumbuh karena semua nutrisi di serap langsung oleh tanaman. Berikut penjelasan cara menanam hingga memanen sawi dengan hidroponik.

Pemilihan Media tanam

Media tanam merupakan salah satu komponen penting yang harus dimiliki dan dipenuhi sebelum bercocok tanam dengan cara hidroponik. Media tanam yang bisa dipilih untuk menanam sawi; arang sekam, spons, rockwool, serabut kelapa, pasir, serbuk kayu dan lain sebagainya. Rockwool merupakan media tanam yang paling sering dijumpai dalam menanam sawi. Rockwool dapat diperoleh di Farmee.id.

Memilih Benih  dan Pembibitan

Dalam memilih benih harus dipastikan bahwa benih yang dipilih sehat, indukannya berkualitas, tidak sakit apalagi cacat dan tingkat pertumbuhannya baik. Menemukan benih sawi dengan kriteria tersebut adalah sebuah kesulitan bagi pemula. Farmee.id menyediakan benih sawi berkualitas siap tanam untuk kebutuhan anda. Teknik pembibitan sawi dan tanaman hidroponik lainnya telah dibahas pada artikel ini.

Menanam Sawi

Setelah benih sawi tumbuh dan memiliki sekitar 4 lembar daun sejati, tanaman siap dipindahkan ke media instalasi, anda dapat menggunakan sistem sumbu wick maupun NFT. Peralatan untuk kedua sistem hidroponik disediakan oleh Farmee.id.

Untuk sistem NFT, pindahkan bibit sawi kedalam netpot yang sudah diberi sumbu. Masukkan net pot kedalam rangkaian sistem hidroponik kemudian beri larutan nutrisi. Kepekatan nutrisi untuk tahap pertumbuhan awal sekitar 600 ppm. Setelah 5 hari, kepekatan larutan nutrisi dapat ditingkatkan hingga 800 ppm, kemudian naikkan hingga 1200 ppm. Kepekatan nutrisi harus dijaga agar selalu stabil hingga tanaman memasuki masa panen.

Merawat Tanaman Sawi

Perawatan dan pemeliharaan tanaman sawi sangatlah mudah. Pastikan bahwa larutan nutrisi tanaman tidak habis, jumlah air, pH, sinar matahari tercukupi. Jika menemukan pertumbuhan tanaman sawi yang tidak optimal seperti kerdil atau tanaman mati, sebaiknya tanaman dicabut untuk mencegah penularan pada tanaman yang lain.

Perawatan Bonggol Sawi

Selain hal tersebut, hal penting yang musti diperhatikan saat menanam sawi adalah bonggol. Karena salah satu kekhasan tanaman sawi adalah memiliki bonggol pada bagian bawha tanaman. Jika tanaman tidak diberi penanganan khusus, bonggol akan tumbuh semakin mekar dan mudah patah.

Bedah rockwool adalah teknik yang digunakan untuk memperkuat bonggol tanaman dengan cara memodifikasi rockwool. Dipilih untuk memaksimalkan pertumbuhan sawi. Sehingga tanaman tumbuh secara optimal. Berikut Langkah-langkah untuk membedah rockwool :

  • Keluarkan tanaman sawi yang tungkainya sudah tinggi dari netpot.
  • ‘Bedah’ rockwool yang melekat pada tungkai tanaman. Tahap pembedahan ini butuh ketelitian dan kehati-hatian agar jangan sampai terlalu banyak akar yang dicabut.
  • Lekatkan kembali rockwool yang sudah dibedah hingga menutupi seluruh permukaan tungkainya, sehingga bonggol mampu ditopang oleh rockwool.
  • Setelah proses bedah selesai, masukkan kembali tanaman yang sudah dibedah ke dalam netpot.
  • Agar tanaman sawi dapat berdiri tegak, penuhi bagian yang kosong pada netpot dengan rockwool.

Memanen Sawi

Sawi yang ditanam dengan sistem hidroponik dapat dipanen sekita 30-40 hari, jika varietas yang ditanam unggul dan dipelihara dengan baik. Cara memanen tanaman sawi adalah dengan memetik tangkai daun sawi, memotong bagian batangnya secara langsung, atau mencabut tanaman dari rockwool secara perlahan. Metode memetik dan meninggalkan akar serta bonggol nya akan memudahkan anda, karena tidak perlu mengulangi rangkaian penanaman dari awal dan sawi akan tumbuh kembali.

Jika sudah mengikuti cara-cara di atas namun masih gagal, silakan diskusi dengan Farmee. Farmee siap membantumu mencoba hidroponik sampai panen! Farmee juga menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Tentunya Farmee akan dampingi sampai berhasil panen. Ingin diskusi dengan Farmee terkait kebutuhan tanamanmu? Kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di Instagram

2ecb316127f4f870a83ce6e40a391d06

Sistem NFT Dalam Hidroponik

NFT merupakan kepanjangan dari Nutrient Film Technique adalah salah satu sistem hidroponik yang paling banyak digunakan. Konsep dasar dari sistem hidroponik ini adalah suatu metode budidaya tanaman dengan akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi yang dangkal dan tersirkulasi sehingga tanaman dapat memperoleh cukup air, nutrisi dan oksigen.

Sejarah Sistem Hidroponik NFT

Dr. Allen cooper dari Glasshouse Crops Research Institute, Littlehampton, Inggris adalah orang yang mengembangkan NFT pada tahun 1960-an. Pada awal perkembangannya NFT bertujuan untuk meningkatkan produktivitas sayuran sepanjang tahun. Kemudian pada tahun 1970-an mulai dikembangkan untuk keperluan komersil.

Cara Kerja NFT

Dalam sistem ini media tamam hanya menggunakan air sehingga tidak memerlukan media seperti krikil atau sabut kelapa sebagai media tanam. Bahan- bahan yang digunakan untuk membuat hidroponik biasanya menggunakan PVC ataupun talang air.

Prinsip kerja dari NFT sendiri adalah larutan (air dan nutrisi) yang mengaliri akar tanaman akan dipompa dari reservoir, bersirkulasi selama 24 jam, pada talang dengan kemiringan 5%. Kecepatan aliran masuk sebaiknya diatur pada 0,3 – 0,75 liter/menit saat pembukaan kran.

Aliran dalam sistem tersebut boleh berhenti dengan batas waktu maksimal selama 10 menit dan setelah itu harus dialiri larutan lagi, karena perakaran tanaman tidak boleh terlalu lama kering. Hal itu juga terjadi ketika muncul kotoran/gelembung dalam larutan, larutan harus segera mungkin diganti.

Akan tetapi sebelum menggantinya, sebaiknya disiapkan terlebih dahulu larutan yang baru. Sehingga ketika pompa dilepas, aliran terhenti maka dapat langsung diganti dengan larutan baru. Nutrisi yang diberikan disesuaikan dengan jenis dan tahap tumbuh kembang tanaman. Hal ini penting karena apabila salah pertumbuhan tanaman akan terganggu. Nutrisi perlu dikontrol secara berkala agar nutrisi sesuai kebutuhan. Selain nutrisi hal lain yang perlu di perhatikan yaitu pH air. Komponen inti yang diperlukan sistem NFT; talang/ paralon PVC, tangki penampung (menampung larutan nutrisi) dan pompa air

Tanaman untuk Sistem Hidroponik NFT

Tanaman yang paling cocok untuk sistem NFT adalah tanaman ringan yang tumbuh cepat dan dapat dipanen dengan cepat. Contoh tanaman yang bisa dibudidayakan dengan sistem NFT di antaranya tanaman kailan (Brassica oleraceae var. algoglabra), selada (Lactuca sativa L.), pakcoy (Brassica rapa chinensis), tomat (Solanum lycopersicum), sawi (Brassica Juncea L), bayam, kangkung, paprika, terung (Solanum melongena L.), mentimun, rumput gajah (Pennisetum purpureum), cabai (Capsicum annum L.), strawberi, labu, kemangi, kubis, kacang-kacangan, kentang (Solanum tuberosum L.), pandan sayur dan sebagainya.

Kelebihan

Pertumbuhan tanaman lebih cepat dibandingkan dengan sistem lain. Netpot dan media tanam yang langsung bersentuhan dengan dasar talang/ paralon PVC menyebabkan akar langsung mendapat aliran nutrisi. Dasar gully yang datar memudahhkan akar untuk menyebar tanpa hambatan sehingga penyerapan nutrisi lebi maksimal.

Resiko pengendapan kotoran di talang/ paralon PVC sangat sedikit. Air yang dialirkan selama 24 jam tanpa mengendap membuat kemungkinan kotoran menempel sangat kecil.

Pertumbuhan tanaman seragam. Nutrisi dan aliran air yang diterima setiap tanaman dalam satu sistem adalah sama. Hal ini membuat pertumbuhan tanaman di semua bagian menjadi rata dan seragam. Sehingga tidak ada tanaman yang lebih dominan yang dapat menganggu pertumbuhan tanaman lain.

Kekurangan

Ketergantungan NFT pada listrik sangat tinggi. Air yang harus selalu disirkulasi membuat penggunaan pompa listrik harus terus dilakukan untuk memompa air nutrisi ke atas. Ketika terjadi pemadapan listrik akan meningkatkan peluang rusaknya pompa dan menyebabkan mengeringnya akar.

Penyebaran penyakit yang disebabkan jamur pada air akan sangat cepat. Air nutrisi yang disirkulasi pada seluruh tanaman akan menyebarkan jamur dengan cepat keseluruh tanaman. Jika salah satu terkena jamur, maka akan menular pada tanaman lain bahkan seluruh tanaman dengan sangat cepat.

Kurang cocok untuk menanam tanaman dengan akar yang besar atau tanaman yang berbobot. Karena tanaman yang berbobot berat membutuhkan peyangga, sedangkan pada NFT tidak terdapat media untuk menahan banyak beban.

Membuat sendiri sistem NFT tentunya bukan hal yang mudah apalagi bagi pemula. Jika anda membutuhkan satu rangkaian NFT siap digunakan, Farmee.id menyediakan rangkaian NFT dengan harga terjangkau. Anda dapat melihat produk kami di Instagram @farmee.id 

sampul uglyy

Tips Memperindah Rumah dengan Hidroponik

Beberapa enggan memulai hidroponik karena kurang memberi estetika pada tampilan rumah, atau merasa kesusahan bahkan saat baru merencanakannnya. Kenyataanya banyak variasi hidroponik yang belum diketahui dan solusi-solusi yang menjadikan hidrponik mudah. Apa saja tips-tips berhidroponik agar tetap cantik? Bagaimana tips berhidroponik dengan mudah? Simak artikel berikut ini.

Hidroponik menawarkan solusi dari sekian banyak permasalahan dalam dunia tanam-menanam di perkotaan, selain itu  juga memiliki banyak manfaat baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Namun, masih banyak masyarakat yang enggan untuk memulai hidroponik dirumah, rata-rata alasan yang dikemukakan seperti; hidroponik yang terkesan mahal, rumit, atau peralatan yang kurang memberi estetika pada tampilan rumah. Alasan tersebut tidak lagi berlaku jika anda mengikuti tips-tips berikut untuk memulai hidroponik.

Memilih Tempat 

Langkah pertama dalam memulai hidroponik adalah memilih tempat, anda dapat menanam  hidroponik dimanapun yang anda inginkan baik di jendela rumah, dinding, sudut rumah, atau dimanapun tempat yang diinginkan. Pastikan tempat yang dipilih tidak menganggu aktifitas sekitar, tidak terkena angin yang kencang, tidak terkena aliran air yang deras, dan tidak terkena panas matahari berlebihan.

Pengukuran Ruang 

Seringkali setelah membeli peralatan ataupun kit hidroponik ternyata tidak sesuai dengan tempat yang telah kita rencanakan, sehingga harus berpindah ke tempat. Padahal tempat baru kurang memadai untuk meletakkan hidroponik dan mengurangi estetika. Proses pengukuran ini menanggulangi hal-hal tersebut, dengan mengukur, kita mengetahui seberapa banyak peralatan yang dibutuhkan atau seberapa besar kit hidroponik yang kita pesan. Langkah yang sering terlewat adalah mengukur perkiraan besar tanaman, hal ini dilakukan agar tanaman dapat bertumbuh dengan optimal dan tidak menganggu estetika ruangan.

Membuat Desain

 

Ada banyak sekali sistem hidroponik yang dapat menjadi pilihan. Anda tidak perlu memilih sistem yang sering dilihat, atau yang dilakukan oleh orang disekitar anda. Ada kemungkinan sistem tersebut kurang sesuai dengan kebutuhan tempat dan ruang yang ada. Sesuaikan desain hidroponik dengan kondisi yang ada, jika tempat yang dipilih kurang mendapat sinar matahari yang cukup anda dapat menggantinya dengan cahaya buatan namun pastikan ada akses listrik di dekat hidroponik atau dapat menambah akses listrik baru bila memungkinkan.

Sebelum mulai merancang, disarankan untuk mencari referensi berbagai sistem hidroponik dan referensi desain hidroponik rumahan di internet. Sesuaikan rancangan  dengan keinginan dan kebutuhan anda. Jika hal ini terlalu rumit, anda dapat membeli kit hidroponik Farmee.id.  Parmin akan membantu mencari sistem hidroponik yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan anda.

Buat Daftar Peralatan

Terkadang terlalu semangat untuk memulai hidroponik membuat lupa bahwa uang yang dikeluarkan sudah berlebihan. Membuat daftar peralatan yang dibutuhkan akan membantu  memilah peralatan yang benar-benar dibutuhkan atau hanya sekedar keinginan sementara. Beberapa pemula kebingungan mengenai peralatan yang dibutuhkan, anda dapat membeli kit hidroponik yang sudah siap tanam salah satunya di Farmee.id.

Sesuaikan dengan Budget

Agar tidak terjadi pengeluaran yang berlebihan, anda dapat membuat batasan anggaran. Setelah membuat daftar peralatan, bandingkan harga peralatan dari satu toko ke toko lainnya, kemudian pilih harga peralatan yang sesuai anggaran. Pastikan kit hidroponik yang dipilih sesuai dengan kebutuhan, seringkali kit nampak sejenis namun memiliki ukuran dan sistem yang berbeda.  Pastikan anda mendapat kit hidroponik yang sesuai dengan anggaran.

Memilih Tanaman

Memilih tanaman yang salah di awal dapat menyebabkan gagal panen, hal ini dapat menyebabkan turunnya semangat bagi para pemula. Perlu diketahui tidak semua tanaman bisa tumbuh subur dengan cara hidroponik. Sesuaikan ukuran serta jarak besarnya jenis tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dengan optimal. Mulai lah dengan tanaman yang mudah tumbuh seperti mint atau kemangi.

Perawatan

Hal berikutnya yang tidak boleh dilewatkan adalah merawat tanaman. Hidroponik membutuhkan perawatan dan pemeliharaan yang lebih insentif namun tidak ribet dan lebih praktis dibandingkan sistem konvensional. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam perawatan adalah memastikan kondisi air, nutirisi, media tanam, kebersihan lingkungan, dan kondisi tanaman. Lakukan secara berkala dan konsisten untuk menjaga pertumbuhan tanaman.

Menerapkan hidroponik bukan berarti akan berhenti membeli bahan makanan. Hal ini mungkin tidak akan menghemat banyak uang untuk pengeluaran makanan, namun akan menambah wawasan mengenai siklus hidup tanaman. Anda akan menikmati setiap proses siklus tanaman. Selamat menanam.