125434f0ea263ca95075e11019edbbff (1)

Apa dan Bagaimana Vertical Garden ?

Keterbatasan lahan menjadi hambatan tersendiri bagi masyarakat kota untuk mneyalurkan hobi berkebun. Saat ini tidak lagi, selain hidroponik dapat menjadi solusi keterbatasan lahan dan tanah subur di perkotaan, solusi berikutnya adalah vertical garden. Bahkan sistem hidroponik anda pun dapat diubah menjadi vertical garden.

Pengertian

Vertical garden atau dikenal sebagai taman vertikal dan greenwall ini merupakan salah satu metode penanaman yang ditata secara tegak lurus. Keberadaan taman ini sangat cocok untuk hunian yang memiliki keterbatasan lahan, sehingga tidak memungkinkan untuk memiliki taman horizontal.

Dengan metode ini, ruang tanam dapat jauh lebih besar dibandingkan dengan taman konvensional, bahkan jika dapat menatanya jumlah tanaman yang dapat ditanam bisa beberapa kali lipat jumlahnya, sehingga dapat menambah ruang hijau secara signifikan.

Manfaat

Menghemat Penggunaan Lahan

Seperti yang telah dijelaskan di atas, taman berbentuk vertical tidak membutuhkan lahan yang luas untuk menanam tanaman. Hanya dengan bidang yang tegak, taman dapat dibangun. Namun nuansa hijau masih dapat dirasakan.

Mengurangi Polusi Udara

Selain untuk  memperindah ruangan, taman  yang berada di dalam ruangan berfungsi sebagai penghasil udara yang baik. Dengan adanya taman dapat memperbaiki kualitas udara di sekitar taman. Tanaman pada taman vertikal akan menyerap karbon dioksida dan juga polusi yang berasal dari lingkungan skeitar.

Mengurangi Suhu Udara Yang Panas

Udara dan cuaca di daerah perkotaan tidak menentu.  Suhu udara yang cenderung tinggi akan menghasilkan hawa yang panas. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Cambridge University menyebutkan bahwa sebuah lapisan panel vertical garden mampu mengurangi panas di udara hingga 25%.

Memproduksi Oksigen Ekstra

Seperti yang kita ketahui bahwa tanaman memproduksi oksigen sebagai hasil dari proses fotosintesis. Udara yang jernih tersebut akan membuat lingkungan lebih sehat dengan suasana perkotaan yang penuh polusi. Bahkan dapat sebagai pembersih udara (filter udara) untuk mengurangi kadar polusi pada lingkungan sekitar taman.

Tanaman Untuk Vertical Garden 

Jenis tanaman yang biasanya digunakan dalam vertical garden adalah tanaman yang mudah ditanam dengan metode penanaman vertikal, seperti tanaman perdu, rumput-rumputan, suplir, phytoniabromelia, kadaka, sirih gading, paku tanduk rusa, dan lain-lain. Selain tanaman hias, sayuran, buah-buahan berukuran kecil, dan rempah-rempah juga bisa menjadi pilihan untuk ditaman di vertical garden, apalagi jika anda menggunakan sistem hidroponik untuk taman vertical anda Beberapa tanaman termudah yang dapat anda tanam dapat dilihat pada artikel berikut.  

Farmee.id  menyediakan beberapa sistem hidroponik, anda dapat menyesuaikan sistem hidroponik yang cocok dengan vertical garden anda, atau dapat berkonsultasi dengan Parmin.

hidroponik dengan hidrogel

HIDROPONIK DENGAN HIDROGEL

Sumber : bibitbunga.com

Terdapat beberapa jenis media tanam yang digunakan dalam berkebun secara hidroponik, salah satunya yakni media tanam hidrogel. Menanam dengan menggunakan hidrogel memiliki keunggulan tersendiri selain karena mudah untuk digunakan. Penasaran bagaimana sih berkebun hidroponik dengan hidrogel ? Yuk simak artikel berikut ini

Hidrogel Hidroponik

Media tanam hidrogel merupakan kristal polimer yang berfungsi untuk menyerap dan menyimpan air serta nutrisi untuk tanaman dalam jumlah besar. Hidrogel merupakan polimer buatan yang mampu menyerap air 100-200 kali dari ukurannya dan  memiliki tingkat fleksibilitas yang sangat mirip dengan jaringan alami karena dapat berisi 90% kandungan air. Media hidrogel tidak larut dalam air melainkan menyerap dan melepaskan air ketika dibutuhkan oleh tanaman. Ketika lingkungan mulai kering, hidrogel secara bertahap mengeluarkan air yang telah disimpan sebelumnya. Hidrogel membantu mengurangi konsumsi air dan frekuensi penyiraman tanaman.

Fungsi lain hidrogel sebagai media dekorasi, pengharum ruangan/aroma terapi, serta membantu mengurangi udara kering pada ruangan ber-AC, serta penggunaan hidrogel pada bunga potong agar bunga tidak cepat layu. Media tanam hidrogel memiliki tampilan yang cantik karena memiliki berbagai macam warna yang menarik seperti merah, biru, kuning, hijau dll yang membuatnya banyak digemari pecinta tanaman.

Menanam Tanaman dengan Hidrogel

Sebelum digunakan sebagai media tanam, hidrogel berbentuk bola kristal kecil-kecil namun sedikit lebih besar dibanding dari biji sawi. Agar dapat digunakan, teman berkebun perlu merendamkan terlebih dahulu menggunakan air. Sebaiknya pergunakan air yang sudah dicampur dengan pupuk. Dosis penggunaan pupuk sesuai dengan dosis penggunakan nutrisi AB mix pada umumnya, lalu disesuaikan dengan takaran penggunaan hidrogel. Baca : https://farmee.id/tabel-ph-dan-ppm-tanaman-hidroponik/

  • Satu bungkus hidrogel (10 gr) direndam dalam air sebanyak 1,5 Liter (5 gelas air)
  • Biarkan hidrogel dalam air selama 4-6 jam
  • Butir hidrogel yang sudah mengembang ditiriskan selama 1-2 jam hingga semua kandungan airnya benar-benar tirris
  • Hidrogel siap dipindahkan sebagai  campuran media tanam

Jadi hidrogel ini jangan sesekali digunakan untuk berkebun hidroponik outdoor yang terkena paparan sinar matahari langsung. Gunakan hidrogel untuk keperluan indoor saja agar hidrogelnya tetap awet tahan lama.

Keunggulan dan Kelemahan Media Tanam Hidrogel

Keunggulan :

  • Tampilan fisik yang unik dan dekoratif
  • Daya serap air super banyak
  • Terurai secara alami oleh mikroba menjadi H2O, CO2 dan komponen nitrogen

Kelemahan :

  • Tidak tahan panas
  • Meleleh dan lumer bila terkena sinar matahari langsung

Tidak semua tanaman dapat tumbuh dengan baik menggunakan media tanam hidrogel. Ciri-ciri tanaman yang dapat tumbuh pada hidrogel yaitu tanaman yang mempunyai sifat tahan kadar air berlebih, tahan kelembapan tinggi, tidak berkayu, tanaman dalam ruang, dan umumnya tidak berbunga.

Tertarik untuk memulai berkebun secara hidroponik ? Farmee hadir untuk membantu teman berkebun dalam proses berkebun hidroponik karena Farmee menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Tentunya kami akan dampingi sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun? Kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di Instagram

ffe0bd73ba0753b4332fbd846bba370a

Bagaimana Cara Menyesuaikan PPM ?

PPM adalah singkatan dari Part Per Million, satuan ini menunjukkan kandungan suatu senyawa dalam suatu larutan. Ketik dihubungkan dengan hidroponik, maka ukuran tersebut melambangkan takaran nutrisi dalam satu liter air bersih.

Manfaat

Setiap tanaman memiliki nilai PPM minimal dan maksimal yang berbeda-beda. Memperhatikan nilai setiap tanaman menjadi sangat penting karena sangat mempengaruhi penyerapan nutrisi tanaman. Karena ukuran Part Per Million yang terlalu tinggi mengakibatkan daun tanaman terbakar pertumbuhan melambat kemudian layu dan mati.

Berapa PPM yang sesuai?

Dibawah ini merupakan ukuran untuk beberapa tanaman,  jika anda tidak menemukan yang dicari anda dapat melihat lainnya pada artikel berikut. 

Nama Sayuran pH PPM
Lobak 6.0 – 7.0 840-1540
Selada 6.0 – 7.0 560 – 840
Pak Choi 7 1050 -1400
Ketimun 5.5 1190 – 1750
Tomat 6.0 – 6.5 1400 – 3500
Sawi Pahit 6.0 – 6. 840 – 1680
Strawberry 6 1260 – 1540
Kangkung 5.5 – 6.5 1050 – 1400
Sawi 5.5 – 6.5 1050 – 1400
Kailan 5.5 – 6.5 1050 – 1400
Bayam 6.0 – 7.0 1260 – 1610

Alat Ukur PPM

TDS atau PPM Meter bisa diartikan sebagai alat untuk mengukur jumlah padatan atau partikel.  Alat ini juga bisa digunakan untuk mengukur kepekatan nutrisi hidroponik yang terlarut dalam air. Atau konsentrasi nutrisi yang terlarut dalam air.

Cara menggunakan alat ini yaitu : celupkan ujung TDS pada nutrisi yang telah tercampur air dan sudah diaduk. Tingkat PPM akan muncul pada layar tampilan.

Bagaimana jika tidak sesuai?

Bagaimana jika setelah dilakukan pengukuran, nilai yang tertera tidak sesuai dengan nilai yang seharusnya dimiliki tanaman. Apabila nilai lebih rendah berarti kadar nutrisi kurang, tambahkan sedikit demi sedikit nutrisi baku pada larutan nutrisi. Jangan sekaligus karena dikhawatirkan nilai nya karena terlalu tinggi. Jika nilai yang tertera lebih tinggi, berarti kadar nutrisi berlebih. Coba tambahkan air netral sedikit demi sedikit hingga sesuai dengan nilai yang kita butuhkan. Apabila anda sedang mencari alat ukur PPM anda dapat membelinya di Farmee.id.

sistem irigasi tetes

Mengenal Sistem Irigasi Tetes (Drip Irrigation System) Hidroponik

Sumber : simaless.com

Ada berbagai metode yang dapat digunakan dalam berkebun secara hidroponik, salah satunya yakni sistem irigasi tetes (Drip Irrigation System). Hidroponik sistem tetes adalah salah satu sistem hidroponik dimana cara kerjanya adalah dengan meneteskan larutan nutrisi pada akar tanaman untuk menjaga kelembapannya, sehingga menghemat air dan pupuk. Untuk mengetahui lebih dalam terkait sistem irigasi tetes, yuk simak artikel berikut ini

Jenis – Jenis Sistem Irigasi Tetes

1. Sistem irigasi tetes sirkulasi

Jenis sistem ini dapat juga disebut sebagai recovery drip, yaitu penggunaan kembali nutrisi tanaman yang terdapat pada media air dan sudah diserap akar tanaman. Lalu, akar tanaman yang basah akan kembali ke reservoir untuk diresirkulasi melalui sistem hidroponik. Hal tersebut terus berputar dan berulang-ulang.

Sementara itu, larutan pada sistem irigasi tetes sirkulasi dapat mengubah pH dan level kekuatan nutrisi sebagaimana tumbuhan menggunakan atau memerlukan nutrisi di dalam air ketika terjadi proses sirkulasi. Karena itu, sistem irigasi tetes sirkulasi ini harus rutin di cek dan menyesuaikan level pH yang dibutuhkan secara berkala.

2. Sistem irigasi tetes non-sirkulasi

Jenis sistem ini dapat juga disebut sebagai non-recovery drip, yaitu penggunaan media air yang sudah diberikan nutrisi yang tepat untuk tanaman. Tidak ada larutan nutrisi yang didaur ulang dan digunakan lagi dalam reservoir. Hal itu disebabkan oleh pemberian nutrisi dilakukan melalui tetesan dan siraman air yang dilakukan secara teratur sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Pembeian nutrisi, dapat mengisi wadah dengan menggunakan larutan nutrisi atau air yang telah diseimbangkan dan pH nya disesuaikan.  Pada sistem ini, tidak perlu menjaga dan terus memantaunya, selama air dalam wadah tetap dijaga secara perlahan-lahan bergerak atau beredar sehingga unsur-unsur mineral yang lebih berat tidak menetap di bagian bawah. Ini akan tetap menjadi larutan nutrisi yang seimbang dan memiliki pH yang telah disesuaikan.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Irigasi Tetes

Kelebihan :

  1. Masalah akar kurang mendapat cairan nutrisi dapat dihindari, karena cairan nutrisi langsung diteteskan ke akar tanaman.
  2. Akar mendapat oksigen yang memadai, karena akar tanaman tidak pernah sampai terendam dalam air. Cairan nutrisi tetes melewati akar membawa oksigen segar bersamanya.
  3. Biaya konstruksi irigasi sistem yang murah. Tidak dibutuhkan tempat penampungan cairan nutrisi yang besar dan tidak dibutuhkan valves atau keran.
  4. Sistem irigasi tetes sangat sederhana dan komponennya juga sedikit, sehingga kemungkinan gagalnya kecil.
  5. Cairan nutrisi ditetes langsung ke setiap akar tanaman.
  6. Menghemat listrik. Cairan nutrisi dapat dipompa ke penampungan cairan yang diletakkan ditempat yang agak tinggi dan cairan turun tetes karena grafitasi bumi. Pompa tidak perlu jalan 24 jam.

Kekurangan :

  1. Kadang pada media tanam yang licin permukaannya seperti kerikil atau yang tidak begitu menyerap air, cairan nutrisi tetes dan langsung mengalir kebawah melalui sebagian akar saja, sehingga akar-akar yang lain tidak mendapatkan cairan nutrisi yang memadai.
  1. kadang-kadang selang tetesnya tersumbat karena adanya kotoran pada cairan nutrisi. disarankan pakai filters sebelum cairan nutrisi dialiri melalui selang ke seluruh tanaman.
  2. Kesalahan manusia. Kadang karyawan mencabut selang tetes dan lupa menaruh kembali, mengakibatkan tanaman tidak teraliri cairan nutrisi.
  3. Selang tetes tidak tertanam kedalam akar dengan benar, sehingga cairan nutrisi membasahi permukaan media tanam, hal ini menyebabkan tumbuhnya lumut yang subur pada permukaan tanaman dan mengganggu pertumbuhan tanaman.

Untuk membantu teman berkebun memulai proses berkebun hidroponik, Farmee  menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Dan tentunya kami akan dampingi sampai berhasil panen. Ingin segera berkebun hidroponik ? Lakukan pemesanan dengan kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di instagram.

elizaveta-matchenko-9TITLnDjvhk-unsplash

Antara Anggur dan Barcelona

Barcelona merupakan sebuah provinsi di Spanyol yang memiliki sebuah klub sepak bola  terbaik di dunia yang dikenal dengan FC Barcelona. Selain terkenal dengan sepak bolanya, daerah ini juga dikenal dengan keindahan arsitekturnya bahkan menjadi satu-satunya kota yang meraih “Royal Gold Medal for Architectur”.

Selain dikenal dengan kedua hal itu, Spanyol merupakan salah satu negara yang merupakan penghasil anggur terbesar. Bahkan anggur sempat menjadi alasan seorang pemain keluar dari FC Barcelona. Anggur identik dengan perkebunan yang luas, namun saat ini anda dapat menghadirkan tanaman anggur di rumah anda dengan sistem hidroponik.  Bagaimana cara menanamnya ? Simak artikel berikut.

Memilih Jenis Anggur

Sebelum menanam anggur secara hidroponik pastikan kamu mengetahui jenis anggur yang akan ditanam. Saat melakukan pemilihan bibit, pastikan bibit tersebut memiliki kualitas yang baik dan bebas dari virus. Tanaman yang baik akan tumbuh dengan baik karena akarnya bisa mendistribusikan nutrisi dengan baik.  Farmee.id menyediakan berbagai macam bibit-bibit untuk memenuhi kebutuhan anda.

Melakukan pembibitan

Selain menanam dari bibit, anda dapat juga mulai penanaman dari biji. Hanya saja menanam anggur dari biji membutuhkan waktu yang lebih lama, kurang lebih tiga bulan. Ketika sudah muncul tunas dari biji, saatnya proses pembibitan. Pastikan suhu, cahaya, oksigen dan air terpenuhi dengan baik, sehingga tanaman hidroponik akan tumbuh maksimal.

Untuk memulai pembibitan anggur, siapkan nampan yang diisi dengan air biasa. Kemudian campur air dengan larutan nutrisi hingga ketinggian air kurang lebih 1 cm dari nampan. Selain mempersiapkan air, pastikan suhu air konsisten antara 30 sampai 35 derajat celcius.

Jangan lupa siapkan media tanam hidroponik seperti rockwool, batu, kerikil atau stonewool. Bibit yang sudah mulai tumbuh tunas dapat dipindahkan pada pot yang sudah diisi dengan media tanam. Anggur merupakan tanaman merambat yang memiliki umur panjang, sistem hidroponik yang digunakan harus memperhatikan ukuran dan media hidroponik. Jangan lupa berikan penyangga agar bibit anggur dapat tumbuh dengan baik.

Perawatan

Setelah memindahkan bibit ke media tanam, pastikan suhu tanaman tidak terlalu panas, karena suhu optimal pertumbuhan anggur pada suhu sejuk. Selain itu, komposisi nutrisi juga harus diperhatikan, karena nutrisi tanaman hidroponik buah berbeda dengan tanaman sayur hidroponik.  Pada tanaman sayur nutrisi diperuntukkan untuk pertumbuhan akar, batang, dan daun. Sedangkan pada tanaman buah ada tambahan nutrisi generative, yaitu bunga dan buah.

Pada tahap pertumbuhan awal sebaiknya gunakan nutrisi daun, tanaman berbuah lebih banyak meenyerap nutrisi jadi perlu dipastikan nutrisi terpenuhi.  Jadwalkan secara rutin untuk melakukan pengecekan air nutrisi dan memastikan anggur tetap berada di kondisi pertumbuhan yang optimal.

ph hidroponik

Cara Menggunakan pH Meter

pH meter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur tingkat keasaman larutan nutrisi. Alat ini digunakan agar larutan nutrisi memiliki keasaman yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.  Dalam hidroponik, menjaga kondisi pertumbuhan tanaman agar tetap optimal merupakan kunci dari keberhasilan pertumbuhan tanaman. Nilai pH menjadi kunci dari penyerapan nutrisi larutan hidroponik. Meskipun nutrisi yang diperikan berlimpah namun jika pH nya tidak tepat, maka tanaman tidak mampu menyerap nutrisi tersebut. Untuk mengetahui lebih lanjut keterkaitan pH dengan hidroponik anda dapat membaca artikel sebelumnya disini. Setiap tanaman memiliki pH yang berbeda yang dapat anda lihat pada artikel berikut. Lalu, bagaimana cara mengukur pH menggunakan pH meter? Simak artikel dibawah ini.

Kalibrasi pH meter

Sama seperti alat ukur lainnya, pada penggunaan pertama pH meter harus di kalibrasi agar dapat memberi ukuran dengan tingkat akurasi yang benar dan tepat.

Alat dan Bahan

  • pH meter
  • Air accu, air suling atau air buangan AC
  • 3 Buah gelas ukuran 250 ml
  • Gelas ukur
  • Larutan penyangga atau buffer
  • Kain bersih

Cara Kalibrasi

  1. Tuangkan air aquades pada ketiga gelas yang telah ditandai gelas A,B,C
  2. Tambahkan buffer ke dalam salah satu gelas, kemudian aduk hingga larut
  3. Bilas alat ukur anda sebelum dipakai, buka sarung proteksi kemudian rendam bagian elekroda ke dalam gelas yang tidak tercampur buffer beberapa saat, kemudian angkat dan keringkan dengan kain.
  4. Nyalakan pH meter dengan menekan tombol “on”, kemudian celupkan bagian elektroda ke dalam gelas yang dicampur dengan buffer, tunggu beberapa saat sampai angka stabil dan tidak berubah.
  5. Pastikan berapa pH buffer yang digunakan, jika angka pada layar digital tidak sama dengan PH buffer yang digunakan, putar skrew yang ada di bagian belakang alat ukur ini menjadi angka yang sesuai dengan pH buffer.
  6. Selanjutnya matikan alat ukur anda, kemudian celupkan pada gelas yang belum ditambah larutan buffer, kemudian keringkan dengan kain.
  7. Ulangi langkah ke-4 dengan larutan buffer lainnya, pastikan larutan buffer sudah dicampur dan diaduk hingga larut.  Cocokkan angka pada layar digital dengan pH buffer yang digunakan. Jika belum sesuai anda dapat menyesuaikannya seperti pada langkah ke-5.
  8. Matikan, kemudian bilas dengan air bersih dan lap dengan kain.
  9. Selesai, alat ukur anda telah dikalibrasi dan siap digunakan.

Penggunaan pH Meter

Untuk menggunakan tekan tombol on, kemudian celupkan pada larutan yang akan diukur pH nya, tunggu hingga angka di layar stabil. Setelah digunakan,  pastikan anda selalu membersihkan dengan air akuades, dan lap dengan kain hingga kering. Jika anda membutuhkan alat ukur ini anda dapat membelinya di Farmee.id.

alex-kondratiev-H9t723yPjYI-unsplash

Cara Melarutkan Nutrisi Hidroponik

Nutrisi hidroponik diberikan berguna untuk memenuhi kebutuhan makanan tanaman yang sebelumnya disediakan oleh tanah. Pada umunya pemberian nutrisi pada hidroponik menggunakan nutrisi AB, dimana nutrisi A mewakili unsur hara makro dan nutrisi B mewakili unsur hara mikro.  Untuk itu nutrisi sangat penting bagi pertumbuhan tanaman hidroponik, namun bagaimana pemberian nutrisi pada hidroponik, simak artikel berikut.

Alat dan bahan

Siapkan gelas ukur dua buah yang nantinya akan digunakan untuk mengukur air, botol/ jerigen untuk menyimpan ABMIX yang sudah diencerkan, pengaduk, air yang digunakan adalah air dengan kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan yang dapat dibaca pada artikel berikut , dan nutrisi ABMIX yang dapat anda beli di Farmee.id.

Pengisian Air dan Nutrisi

Masing-masing gelas ukur diisi 300 ml untuk nutrisi kemasan 0,5 liter. Volume air yang dituangkan adalah 60% dari volume air yang tertulis pada kemasan nutrisi. Air baku (air yang belum diberi nutrisi) bagus untuk digunakan jika memiliki ppm pada kisaran 110-250 ppm. Namun, jika anda menggunakan nutrisi ABMIX harabiru anda cukup mengisi jerrycan dengan air akuades sampai setengah penuh. Kemudian kocok dan isi kembali jerrycan dampai penuh dan nutrisi ABMIX siap digunakan.

Pemberian Serbuk Nutrisi

Setelah menuangkan air pada gelas ukur, tuangkan kemasan A pada gelas ukur dan kemasan B pada gelas ukur yang lain. Aduk masing masing gelas dengan pengaduk, hingga semua terlarut dan tidak ada endapan sama sekali. Setelah terlarut, tambahkan air pada masing masing gelas ukur sampai volume menunjukkan 0,5 liter.

Penggunaan Nutrisi ABMIX

Siapkan nutrisi ABMIX yang sudah dilarutkan, tuang masing-masing nutrisi secara bergantian sebanyak 5 ml atau bisa menggunakan tutup botol jerrycan sebagai acuan pada sebuah wadah. Kemudian, aduk hingga rata. Ukur campuran larutan tersebut menggunakan TDS meter, sesuaikan hingga mencapai ppm yang diiinginkan. Setelah sesuai, nutrisi siap diaplikasikan pada sistem hidroponik. Nutrisi sudah siap dipakai atau diaplikasikan ke sistem hidroponik.

Penyimpanan Nutrisi

Nutrisi dapat disimpan di dalam botol/ jerrycan di dalma ruangan yang tidak terkan sinar matahari secara langsung maupun panas lainnya

sheri-silver-8aexStpC_ao-unsplash

Tanya Jawab Hidroponik Bagian Kedua

Tanya jawab hidroponik pada bagian kedua berisi pertanyaan dan jawaban mengenai hidroponik yang sering ditanyakan oleh pemula yang mana merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya dengan judul “Tanya Jawab Hidroponik Bagian Kesatu”. Apabila ada pertanyaan yang belum terjawab pada bagian ini anda dapat membaca artikel sebelumnya.

Bagaimana cara mengetahui benih yang layak tanam?

Hal ini dapat dilakukan dengan merendam benih terlebih dahulu didalam gelas berisi air suling. Setelah 24 jam, benih yang layak akan tenggelam ke dasar. Benih yang masih mengambang kemungkinan besar tidak dapat hidup dan tidak akan berkecambah. Benih-benih Farmee merupakan benih-benih terpilih dan berkualitas yang dapat anda beli di Farmee.id.

Berapa jarak lubang pada pipa hidroponik?

Jarak lubang pada pipa hidroponik tergantung dari fungsi talang instalasi pipa tersebut, jika pipa digunakna untuk pembesaran dari 1 HST , bisa di dekatkan sekitar 10-15 cm rentang jarak antar titik tengah lubang, sementara ketika menjelang panen bisa dipindah ke pipa yang memiliki jarang lubang lebh lebar antara 15-20 cm rentang jarak antar setiap titik tengah lubang.

Namun jika pipa yang digunakan dari 1 HST hingga panen adalah pipa yang sama, jarak antar lubang disesuaikan dengan jenis tanaman yang ditanam, tanaman yang pertumbuhannya cenderung ke atas umumnya pipa bisa diberi jarak 15 cm agak rapat, sedangkan untuk jenis tanaman yang pertumbuhannya cenderung kesamping jarak lubang harus diperlebar minimal berjarak 20 cm antar setiap titik lubang.

Idealnya, jarak lubang sebaiknya 20 cm, agar bisa digunakan untuk menannam jenis tanamn apapun, tanpa perlu bolak-balik memindah tanaman.

Seberapa sering larutan nutrisi harus diganti?

Pada umumnya nutrisi perlu diganti jika sudah 14-21 hari, namun tergantung dari ukuran tanaman dan kondisi nutrisi yang ada. Tanaman dewasa membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak, sehingga frekuensi penambahan nutrisi akan lebih sering. Untuk mengetahui waktu yang tepat mengganti atau menambahkan nutrisi dapat menggunakan pH meter ataupun TDS/EC meter, jika pH sudah tidak sesuai dengan kondisi pertumbuhan tanaman, sudah saatnya waktu untuk mengganti nutrisi atau jika nilai TDS/EC tanaman tidak sesuai dnegan kebutuhan tanaman, nutrisi dapat disesuaikan.

Bisakah tanaman yang tumbuh ditanah dipindahkan ke sistem hidroponik ?

Bisa, tanaman yang sebelumnya ditanam denga media tanah cukup dibersihkan sampai tanah yang menempel dapat terbuang. Hati-hati dengan tanaman yang memiliki akar yang rapuh saat melakukan pembersihan, pastikan akar tanaman tidak rusak. Setelah tanaman terbebas dari tanah, letakkan tanaman di media tanam hidroponik anda. Sesuaikan kondisi nutrisi dan komponen pertumbuhan tanaman agar tanaman berada di kondisi yang optimal. Lakukan pengawasan secara rutin dan sering pada pekaan-pekan awal pemindahan tanaman. Beberapa tanaman perlu waktu penyesuaian dan perawatan khusus.

Apakah tanaman yang ditanam secara hidroponik terasa lebih enak daripada tanaman yang ditanam di tanah?

Tanaman hidroponik memiliki rasa yang lebih enak karena semua nutrisi penting yang diperlukan tanaman tercukupi. Berbeda dengan tanaman yang ditanam di dalam tanah, unsur hara mikro yang penting sering kali terkunci di dalam tanah, sehingga tanaman tidak dapat mendapatkan nutrisi tersebut secara optimal. Keunggulan ini yang menyebabkan tanaman yang diproduksi secara hidroponik menghaslkan produk yang jauh lebih unggul dalam hal rasa, warna, ukuran, dan nilai gizi.

Berapa rentang suhu yang diinginkan larutan nutrisi?

Suhu optimal larutan nutrisi harus berkisar antara 65 hingga 75 derajat Fahrenheit. Membiarkan air tanpa penutup dalam wadah selama semalam, akan membantu menghilangkan klorin di dalam air sebelum ditempatkan ke dalam tempat penyimpanan untuk kemudian dicampur dengan nutrisi.

sheri-silver-8aexStpC_ao-unsplash

Tanya Jawab Hidroponik Bagian Kesatu

Tanya Jawab Hidroponik berisi pertanyaan dan jawaban mengenai hidroponik yang sering ditanyakan oleh pemula. Simak artikel tanya jawab hidroponik berikut sebelum anda memulai berhidroponik.

Apa itu Hidroponik?

Hidroponik adalah budidaya menanam dengan menggunakan air tanpa menggunakan tanah dan menekankan pada kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan tanaman. Kebutuhan air pada tanaman hidroponik lebih sedikit dibandingkan kebutuhan air pada budidaya dengan menggunakan media tanah. Sistem ini memiliki tingkat efisiensi yang lebih baik dibandingkan sistem penanaman konvensional, sehingga cocok diterapkan pada daerah yang mempunyai jumlah air yang terbatas. Asal kata hidroponik (hydroponic) yaitu hydro yang artinya air dan ponos yang artinya daya yang berasal dari Yunani. Sistem hidroponik dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah.

Bagaimana cara tumbuhan dapat hidup dengan sistem hidroponik?

Tumbuhan dapat hidup karena nutrisi, air, oksigen, matahari dan suhu terpenuhi. Kelima komponen tersebut adalah faktor utama yang membuat tanaman dapat tumbuh dengan subur, perbedaanya kebutuhan nutrisi yang didapat dari unsur hara tanah dan pupuk digantikan dengan larutan nutrisi AB MIX yang dapat anda temukan di Farmee.id.

Sama seperti sistem tanaman konvensional, apabila kelima komponen tersebut tidak terpenuhi maka pertumbuhan tanaman tidak akan optimal. Seperti tumbuh kerdil, pertumbuhan yang lamban, terlalu kurus, berdaun kuning, dan lain sebagainya.

Jenis tanaman apa yang bisa ditanam dengan menggunakan hidroponik?

Hampir semua jenis tanaman dapat ditanam menggunakan hidroponik, namun bagi pemula disarankan untuk menanam tanamamn termudah dengan peluang panen yang tinggi, tanaman-tanaman tersebut dapat dilihat pada artikel berikut . Biasanya jika dapat mengkondisikan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan, tanaman hidroponik akan jauh lebih unggul daripada tanaman yang sama yang ditanam dengan sistem konvensional.

Apa saja teknik menanam hidroponik?

Berikut beberapa macam teknik menanam hidroponik yang digunakan oleh petani komersial mapupun pemula. Beberapa dari teknik hidroponik berikut telah kami bahas pada artikel sebelumnya.

Wick System  

Sistem wick hidroponik, sistem pasif yang sering digunakan oleh pemula untuk memulai menanam sayuran secara hidroponik. Pasif artinya tidak ada bagian yang bergerak. Larutan nutrisi ditarik ke dalam media tumbuh dari wadah nutrisi dengan sumbu, biasanya sumbu menggunakan kain flannel atau jenis bahan lain yang mudah menyerap air.

Ebb&Flow System atau yang biasa di sebut Dutch Bucket System

Dutch Bucket System (DBS) merupakan teknik hidroponik yang menekan air dan nutrisi yang kemudian disirkulasikan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Sistem ini juga menggunakan listrik dan pompa yang stabil untuk mensirkulasi larutan nutrisi ke dalam media tanam. Aliran nutrisi diatur sesuai waktu sehingga dibutuhkan timer dan agar nutrisi lebih cepat terserap oleh akar tanaman maka dibutuhkan aerator yang juga berfungsi sebagai penghasil oksigen yang dibutuhkan oleh akar tanaman.

NFT (Nutrient Film Technique) System

NFT merupakan kepanjangan dari Nutrient Film Technique. Konsep dasar dari sistem hidroponik ini adalah suatu metode budidaya tanaman dengan akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi yang dangkal dan tersirkulasi sehingga tanaman dapat memperoleh cukup air, nutrisi dan oksigen.

Drip System atau tetes air

Drip system ,  salah satu sistem yang paling sering digunakan dalam sistem tanam hidroponik di dunia, baik itu oleh para petani komersial atau pembudidaya rumahan. Hal ini karena sistem tetes air merupakan konsep yang sangat mudah, fleksibel, dan efektif. Cara kerja sistem ini adalah dengan meneteskan larutan nutrisi pada akar-akar tumbuhan yang ditanam untuk kemudian menjaga tanaman tersebut tetap lembab.

DFT (Deep Flow Technique)

Hidroponik sistem DFT atau Deep Flow Technique merupakan  jenis berkebun hidroponik di mana tanaman ditanam di tempat air dangkal, dan larutan nutrisi terus mengalir di sekitar akar tanaman. Hal ini ideal untuk diterapkan pada tanaman tanpa akar yang dalam, dan tanaman yang memiliki siklus tumbuh cepat.

Aeroponik System

Aeroponik adalah sistem bercocok tanam di udara tanpa menggunakan tanah. Akar tanaman dibiarkan tumbuh menggantung tanpa media tanah, pada tempat yang telah dijaga kelembapannya. Sistem tanam ini memerlukan air dan sekilas hampir sama dengan hidroponik. Namun, pada aeroponik, air diberi larutan hara kemudian disemburkan ke akar tanaman dalam bentuk kabut dan hal ini disebut juga dengan pengabutan.

Akuaponik atau gabungan dari Akuakultur dan Hidroponik

Sistem budidaya ikan (akuakultur) dan tanaman (hidroponik) bersama dalam sebuah  ekosistem yang saling menguntungkan dikenal dengan akuaponik. Pada sistem ini menggunakan bakteri alami yang dapat mengubah kotoran & sisa pakan ikan menjadi nutrisi tanaman.

sawi pagoda hidroponik

TANAM DAN PANEN SAWI PAGODA HIDROPONIK

Sumber : setiawanap.com

Sayuran sawi memiliki memiliki bermacam-macam jenis, salah satunya adalah Sawi Pagoda. Sawi Pagoda juga dikenal dengan nama Ta Ke Chai dan Tatsoi. Sayuran Sawi pagoda ini berasal dari beberapa daerah, salah satunya adalah Tiongkok. Sawi pagoda ini memiliki bentuk daun yang oval dan pagoda juga memiliki warna hijau pekat yang sangat mencolok, serta bagian batang dan daun yang renyah. Berikut akan parmin jabarkan, bagaimana cara tanam dan panen sawi pagoda hidroponik. Yuk simak artikel berikut yah

Penyemaian Sawi Pagoda Hidroponik

  1. Siapkan alat dan bahan, seperti Rockwool, benih sawi pagoda, gergaji besi/cutter, dan instalasi/media hidroponik
  2. Rockwool sebagai media tanam pakcoy terlebih dahulu dipotong dengan ukuran 2 x 2 x 2 cm dan diberikan 1 lubang tanam
  3. Masukkan benih sawi pagoda ke rockwool yang sudah dilubangi, 1 lubang diisi 1 benih
  4. Setelah benih masuk ke media tanam, basahi dengan air secukupnya sampai pada kondisi lembab
  5. Letakkan semaian selada pada tempat yang memiliki cahaya yang cukup dan terlindungi dari air hujan
  6. Selalu rutin untuk cek kelembapan rockwool. Siram setidaknya 2 kali sehari. Tetapi tetap perhatikan media tanam jangan sampai basah karena yang dibutuhkan pada proses penyemaian adalah lembab dan bukan basah.
  7. Setelah itu lakukan pengamatan setiap hari, jika media semai terlihat kurang lembab maka lakukan penyiraman dengan menggunakan spray dengan menggunakan air biasa, pagi atau sore hari. 
  8. Tetap jaga kelembapan media tanam

Pindah Tanam Sawi Pagoda Hidroponik

Semaian sawi pagoda yang telah berjumlah 2 – 3 daun bersama-sama dengan rockwoolnya dapat segera dipindahkan ke sistem hidroponik pada pagi atau sore hari. Memindahkan bibit dari ruang semaian ke sistem hidroponik dapat dilakukan ke netpot ukuran 5 atau 7 cm. Pindah tanam dilakukan dengan menggunakan sistem hidroponik NFT. Jarak tanam untuk tanaman pagoda adalah 20 cm per lubang tanam. Jarak tanam harus selalu diperhatikan karena akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman terutama pada saat proses fotosintesis. Ketika sawi pagoda sudah dipindah tanamkan, maka nutrisi AB Mix Daun untuk sayuran sudah bisa diberikan.

Nutrisi Sawi Pagoda Hidroponik

Kebutuhsn nutrisi pada tanaman sawi pagoda yaitu nutrisi AB mix dengan ppm 500-1400. Nutrisi harus diberikan sesuai ketentuan, karena tanaman kekurangan nutrisi (kurang dari 500 ppm) maka daun sawi pagoda akan pucat dan berwarna kuning. Sedangkan jika nutrisi melebihi 1400 ppm, maka rasa sawi pagoda akan terasa pahit. Pemberian nutrisi lebih baik dilakukan pada pagi hari, tepatnya pada pukul 9 pagi. Suhu dari nutrisi AB mix yang diberikan juga tidak boleh melebihi 28 °C. Karena akan menyebabkan daun Sawi Pagoda ini layu, dan memiliki akar coklat.

Baca : https://farmee.id/tabel-ph-dan-ppm-tanaman-hidroponik/

Panen Sawi Pagoda Hidroponik

Pagoda umumnya dapat dipanen ketika berumur 40 – 50 hari setelah tanam. Menggunakan sistem hidroponik pagoda akan dapat dipanen menjadi 30 – 35 hari setelah tanam terutama dengan sistem NFT. Sistem NFT akan membuat keberadaan nutrisi selalu dapat mencukupi dan diserap oleh akar tanaman. Nutrisi selalu tercukupi karena air tersirkulasi selama 24 jam dengan bantuan listrik.

Benih Unggul Sawi Pagoda Hidroponik

Sawi Pagoda merupakan tanaman sayuran yang kaya akan manfaat dan vitamin. Mengkonsumsi sawi pagoda akan memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh, diantaranya sangat baik bagi kesehatan mata manusia, menjaga kesehatan kulit, membantu dalam proses pembekuan darah jika adanya luka pada tubuh, membantu pembentukan sel-sel darah merah dan sumsum tulang serta mampu mencegah penyakit kanker. Farmee menyediakan benih unggul yang dapat teman berkebun pesan untuk memulai menanam sawi pagoda. Benih unggul sawi pagoda Farmee merupakan benih terpercaya dan sudah terbukti menghasilkan sayuran yang renyah. Pemesanan benih dapat dilakukan dengan kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di instagram. Tidak hanya benih, Farmee juga menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Dan tentunya kami akan dampingi sampai berhasil panen. So, tunggu apalagi ?