Sistem dutch bucket hidroponik

SISTEM DUTCH BUCKET HIDROPONIK

Sumber : bebeja.com

Berkebun dengan sistem hidroponik memiliki beragam jenis yang dapat teman berkebun lakukan. Mulai dari sistem NFT, DFT, aquaponik, dutch bucket, rakit apung dan lain – lain. Nah kali ini, parmin akan menjelaskan salah satu sistem hidroponik, yakni sistem dutch bucket hidroponik. Yuk simak artikel berikut yang akan menambah pemahaman teman berkebun semuanya.

Apa itu Dutch Bucket Hidroponik ?

Sumber : hidroponikuntuksemua.com

Dutch Bucket System (DBS) merupakan teknik hidroponik yang menekan air dan nutrisi yang disirkulasikan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Sistem ini juga menggunakan listrik dan pompa yang stabil untuk mensirkulasikan larutan nutrisi ke dalam media tanam. Aliran nutrisi diatur sesuai waktu sehingga dibutuhkan timer dan agar nutrisi lebih cepat terserap oleh akar tanaman maka dibutuhkan aerator yang juga berfungsi sebagai penghasil oksigen yang dibutuhkan oleh akar tanaman.

Media tanam yang bisa digunakan pada Dutch Bucket System antara lain hidroton, perlite, batu apung atau zeolit. Sehingga menurut parmin, sistem hidroponik dutch bucket ini cocok untuk jenis tanaman dengan perakaran dalamseperti tomat, semangka, terung, cabai, paprika, anggur, mentimun dan melon.

Komponen Penting dan Sistem Kerja Pada Dutch Bucket

  • Bucket (wadah atau ember) merupakan bagian yang berfungsi sebagai wadah media tanam. Pada bagian bawah bucket tersebut terdapat lubang outlet yang letaknya sedikit lebih tinggi dari dasar bucket. Lubang outlet terhubung dengan pipa menuju tandon. Lubang outlet tersebut berfungsi untuk menjaga agar larutan nutrisi tersedia dalam batas tertentu. Tujuannya agar tanaman selalu mendapat pasokan nutrisi dan air, tetapi tidak berlebihan.
  • Kemudian, Pipa inlet merupakan pipa untuk mengalirkan larutan nutrisi ke media tanam. Pipa inlet terhubung langsung dengan pompa yang berada pada tandon nutrisi, larutan nutrisi dari pipa inlet dialirkan ke media tanam melalui selang kecil yang biasanya berwarna hitam dan berukuran 5 mili meter.
  • Pipa outlet merupakan pipa yang terhubung dengan lubang dibawah bucket dan berfungsi untuk mengembalikan larutan nutrisi ke tandon. Jika larutan nutrisi pada media tanam dalam bucket sudah melampaui ambang tetentu, maka kelebihan larutan nurtrisi tersebut secara otomatis akan kembali ke tandon.
  • Tandon nutrisi merupakan wadah yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan larutan nutrisi. Didalam tandon terdapat pompa untuk mengalirkan larutan nutrisi ketanaman.
  • Pompa merupakan alat penting yang wajib ada pada sistem DB. Tanpa pompa larutan nutrisi tidak dapat disirkulasikan dari tandon ke media tanam dan kemudian dikembalikan ke tandon. Pompa diatur secara otomatis untuk mengalirkan nutrisi secara periodik selama waktu yang bisa ditentukan.

Keunggulan Dutch Bucket

  • Fleksibel, Dutch Bucket System bisa diaplikasikan baik skala kecil (hobi) maupun skala besar (skala budidaya).
  • Sederhana dan relatif murah karena bisa dibuat dengan barang-barang bekas dan peralatan seadanya.
  • Tanaman lebih subur dan produktif, karena adanya sirkulasi air dan nutrisi yang memungkinkan terdapat lebih banyak oksigen pada larutan nutrisi tersebut.

Namun satu hal yang paling penting dan harus diperhatikan adalah aliran listrik harus stabil. apabila daerah atau wilayah teman berkebun lancar aliran listrik, maka sistem ini akan mudah diterapkan dan cocok untuk dilakukan.

Tertarik untuk dapat segera menanam tanaman hidroponik dengan sistem dutch bucket ? Farmee menyediakan sistem Dutch Bucket Hidroponik yang teman berkebun dapat langsung gunakan. Tidak hanya dutch bucket, Farmee juga menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Tentunya kami akan dampingi sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun? Kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di Instagram

2 Responses

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *