7b8e65d3066172059267bcbee4cb4360

Tips Memilih Netpot

Netpot adalah tempat tanaman untuk berkebun hidroponik, terbuat dari bahan plastik yang kuat dan tahan lama sehingga dapat dipakai berkali-kali. Karena ukurannya kecil, netpot mudah sekali terselip, sehingga perlu tempat penyimpanan yang baik. Ada beberapa jenis dan model netpot, maka perlu ketepatan memilih netpot disesuaikan dengan kondisi instalasi hidroponik yang dimiliki. Berikut jenis dan tips memilih Netpot.

Jenis-jenis netpot

  • Berundak ganda

Netpot yang satu ini unggul dari segi fleksibilitas lobang tanam, bisa digunakan untuk lobang berukuran kecil atau besar. Namun tidak efektif untuk menopang tanaman karena kurang mampu menahan beban tanaman sehingga tanaman menjadi nungging/tercabut dari lobangnya.

  • Pantat bolong

Sedangkan jenis yang ini, sebaiknya digunakan pada hidroponik NFT talang air/gully karena dirancang untuk digunakan tanpa sumbu. Jika memakai jenis ini dan memaksa menambahkan sumbu, hal ini akan mengakibatkan sumbu terbalik. Perlu diperhatikan, jika untuk jenis ini digunakan tanpa sumbu, sebaiknya digunakan untuk instalasi hidroponik yang terbuat dari PVC, pastikan juga selalu menyentuh dan terendam air.

  • Lurus

Maksud dari model lurus ini adalah  tidak memiliki undak, namun tidak juga mengerucut seperti pada netpot sebelumnya. Berdasarkan pengalaman, model “lurus” termasuk salah satu model  terbaik untuk berkebun hidroponik karena ukuran yang dimiliki sangat pas dengan ukuran lobang holesaw sehingga bisa menopang beban tanaman meskipun itu berupa pohon cabai yang rindang dan berbuah lebat.

  • Berpundak satu

Jenis ini biasa digunakan untuk membuat tower hidroponik. Jarang digunakan  untuk sistem DFT/NFT PVC atau juga wick sistem dengan alasan sama seperti jenis nomor satu. 

Lubang lebar atau lubang kecil ?

Ada beberapa model yang dimiliki, seperti lubang yang lebar dan rapat atau lubang yang berukuran lebih kecil. Lubang lebar mampu memberi kesempatan akar untuk berkembang dan memudahkan menyerap nutrisi.

Bahan

Bahan juga perlu diperhatikan, jangan memilih netpot dengan bahan yang kurang baik, karena kondisi netpot akan lembab terus menerus selama masa tanam, jika bahannya tidak baik pasti akan cepat rapuh. Pastikan bahan yang dimiliki kuat dan tidak mudah pecah.

Warna

Pilihlah warna yang sesuai dengan instalasi hidroponik yang dimiliki, namun jika anda memiliki selera warna yang tidak tersedia, anda bisa mengecatnya sendiri.

Harga

Harga selalu menjadi salah satu pertimbangan, harga mahal belum tentu sesuai, harga mahal juga belum tentu terbaik.

Farmee.id menyediakan berbagai macam peralatan hidroponik, jika anda membutuhkan panduan untuk menanam tanaman anda, artikel-artikel lainnya dapat dibaca disini.

mariana-medvedeva-usfIE5Yc7PY-unsplash

Agar Sayuran Lebih Bergizi

Sayuran hidroponik memiliki gizi dan nutrisi yang tinggi dan dapat mencukupi kebutuhan tubuh. Namun, proses penyimpanan dan memasak yang salah justru dapat mengurangi kandungan nutrisi sayuran, dan menyebabkan sayuran kurang bergizi. Untuk itu tidak hanya rangkaian proses pertumbuhan tanaman saja yang perlu diperhatikan untuk menghasilkan sayuran lebih bergizi. Proses penyimpanan stok sayuran hingga langkah-langkah dalam memasak hingga siap tersaji di piring pun perlu diperhatikan agar makanan yang kita konsumsi dapat bergizi.

Simpan dengan tepat

Masa panen hidroponik menjadikan stok sayuran lebih banyak dari biasanya, dan tidak habis dalam satu kali waktu pengolahan. Agar sayuran tidak layu yang menyebabkan berkurangnya nutrisi, penyimpanan sayuran harus dilakukan dengan tepat.

Setiap jenis sayuran, memiliki metode penyimpanan yang berbeda. Selada tidak bisa ditangani dengan cara yang sama seperti sayuran akar seperti kentang atau wortel. Selain itu cara mengupas atau mencuci, dapat memperpanjang atau memperpendek umur sayuran. Menyimpan sayuran tertentu bersama-sama juga dapat mempengaruhi ketahanannya.

Beberapa sayuran tetap segar dan tahan lama di penyimpanan berhawa sejuk. Jauh dari kelembaban, panas, dan cahaya. Bisa berupa lemari dapur atau mungkin wadah khusus. Yang bisa disimpan di kondisi ini  adalah bawang merah, bawang putih, kentang, dan labu. Namun , perlu diingat jangan menyimpan kentang dan bawang bersebelahan, karena kentang akan cepat busuk jika diletakkan di dekat bawang.

Penyimpanan di dalam lemari es, dapat dilakukan di laci khusus untuk sayur, atau menggunakan wadah khusus. Pastikan kelembapan sesuai dengan kebutuhan sayuran yang disimpan. Beberapa sayuran dapat bertahan seminggu di lemari es, seperti; terong, seledri, paprika, kacang polong, dan mentimun. Sedangkan, brokoli bertahan antara 3 hingga 5 hari. Untuk wortel, lobak, bit, dan dapat disimpan dalam kantong plastik dan bertahan 2 minggu.

Cuci dengan air mengalir

Mencuci sayuran bertujuan untuk menghilangkan bakteri, kuman, maupun pestisida yang menempel pada sayuran. Sayuran cukup dicuci dengan mengaliri sayuran di bawah air mengalir. Tidak disarankan mencuci dengan cara merendam karena akan melarutkan kandungan nutrisi. Seperti vitamin C yang sangat rentan terhadap panas, air, dan udara.

Tidak dikupas

Kebanyakan sayuran yang memiliki kulit, ternyata beberapa kandungan gizinya terdapat di bawah lapisan kulit. Karena itu, disarankan untuk tidak mengupas sayuran. Namun, jika memang harus dikupas, kupas kulitnya setipis mungkin agar kandungan gizi nya tetap terjaga.

Potong dengan ukuran besar

Memotong sayuran dengan ukuran besar, atau memasaknya dalam keadaan utuh bertujuan agar kandungan vitamin pada sayur tidak terbuang terlalu banyak. Semakin kecil potongan sayuran, semakin banyak nutrisi yang dapat hilang saat proses pemasakan. Jika menginginkan ukuran sayur yang lebih kecil dapat memotongnya setelah sayuran matang.

Pilih Metode yang Sesuai

Metode memasak yang tepat, dapat mengurangi jumlah nutrisi yang hilang karena proses pemasakan.

  • Mengukus sayuran

Mengukus adalah metode memasak yang paling baik untuk sayuran, terutama untuk sayuran yang mengandung vitamin larut air.  Karena terbukti mengukus sayuran dapat mempertahankan kandungan nutrisi dari sayuran lebih banyak daripada metode memasak lainnya. Sayuran yang sebaiknya dikukus adalah brokoli, wortel, kembang kol, kacang hijau, bayam, dan sayuran berdaun hijau lainnya.

  • Memanggang sayuran

Memanggang sayuran dapat dilakukan dengan oven atau di atas kompor. Sayuran diberi minyak terlebih dahulu sebelum dipanggang. Pangganglah sayuran sampai berubah warna dan teksturnya menjadi renyah. Sayuran yang bisa dimasak dengan metode ini adalah asparagus, labu, buncis, kacang panjang, wortel, atau bawang bombay.  

  • Menumis sayuran

Menumis dilakukan dengan sedikit minyak. Lebih sehat bila menggunakan minyak zaitun atau minyak kanola untuk memasaknya. Memasak dengan menumis dapat mempertahankan vitamin dan mineral, juga rasa dan warna sayuran. Metode ini cocok untuk memasak sayuran, seperti asparagus, baby artichoke, kacang kapri, paprika, bawang, dan jamur.

  • Merebus sayuran

Metode ini tergolong mudah dan cepat dilakukan. Jika Anda ingin mempertahankan rasa dan kerenyahan sayuran, Tunggu air hingga mendidih baru masukkan sayuran ke dalamnya. Gunakan metode ini untuk merebus kacang, kentang, bit, dan sayuran akar lainnya yang membutuhkan waktu lebih lama untuk matang.

Selain itu, anda dapat menggunakan metode blanching, yaitu merebus sayuran dalam waktu yang cepat pada suhu air yang lebih rendah, sebelum air mendidih. Sehingga vitamin dan mineral tidak hilang karena terlarut dalam air selama proses perebusan,

Jangan panaskan berulang kali

Beberapa sayur, lebih nikmat jika dikonsumsi dalam hangat atau panas. Namun jangan panaskan sayur berulang kali. Sayur yang mengalami pemanasan berulang kali akan mengalami perubahan warna, serta hilangnya kandungan vitamin di dalam sayuran.

Jika anda membutuhkan tips dan trik menanam sayuran padat bergizi, anda dapat melihatnya di web kami disini.  Jika anda membutuhkan instalasi hidroponik untuk menanam sayuran, anda dapat menghubungi admin kami disini. 

bozhin-karaivanov-4fTaeH37eH0-unsplash

Antara Italia dan Brokoli

Italia adalah sebuah negara kesatuan republik parlementer di Eropa yang terletak di jantung Laut Mediterania. Saat ini, Italia menjadi negara dengan ekonomi terbesar di Zona Euro dan kedelapan terbesar di dunia. Angka harapan hidup di Italia berada di peringkat keenam dunia.  Gaya hidup menjadi salah satu penyebab angka harapan hidup di Italia tinggi. Makanan terkenal di Italia sendiri sudah mencerminakan gaya hidup yang sehat bagi warga negara Italia seperti pasta, tomat, dan minyak zaitun.

Salah satu diet yang terkenal yaitu diet Mediterania,  ternyata diet ini berasal dari Italia.  Diet ini fokus kepada makanan-makanan berbasis tanaman, sayur, buah, minyak zaitun, dan ikan. Salah satu sayuran yang biasa dimasukkan dalam menu diet ini adalah brokoli. Brokoli pertama kali ditanam di propinsi Calabria, Italia dan diberi nama Calabrese. Sayuran berwarna hijau tua ini pertama kali dikembangkan oleh para imigran Italia di California. Sejak saat itu, brokoli mulai mendunia. Nama brokoli sendiri diambil dari bahasa latin “brachium” yang berarti “cabang” atau “lengan”. Berikut beberapa fakta brokoli yang penting untuk diketahui :

Dapat ditanam secara hidroponik

Pada umunya hidroponik digunakan untuk menanam sayuran daun, nah ternyata brokoli juga dapat ditanam menggunakan metode hidroponik. Proses nya pun tida jauh berbeda dengan tanman hidroponik lain. Jika anda mulai dari bibit brokoli maka penyemaian dapat dilakukan mengikuti petunjuk dari proses penyemaian berikut. Nutrisi yang ideal untuk brokoli dengan kadra pH 6 – 6,8 sedangkan PPM nya 1960 – 2450. Panen sayur brokoli dapat dilakukan saat umur 2-3 bulan, tergantung dari varietas yang ditanam. Ciri brokoli siap panen adalah massa bunga telah padat dan mencapai ukuran maksimal tetapi kuncup pada bunga belum tumbuh.

Kaya akan gizi

Sayuran ini memiliki segudang kandungan gizi diantaranya ; satu cangkir brokoli cincang menyumbang 134 persen asupan harian Vitamin C. Untuk Vitamin A, brokoli ternyata mampu memenuhi 133 persen kebutuhan vitamin A harian seseorang. Kandungan kalsium brokoli dua kali lebih banyak dari susu sekitar 150 miligram kalsium per 100 gram. Sedangkan kandungan zat besi daging sapi sebanyak 1,5 miligram zat besi setiap 100 gramnya. Dan untuk Omega-3 satu porsi brokoli mengandung 121 mg asam lemak Omega-3 dan 92,4 mg asam lemak Omega-6. Asam lemak membantu mecegah penyakit jantung dan kanker.

Dikukus bukan direbus

Prosek memasak brokoli dengan merebus terbukti menghilangkan 35% dari nilai gizi brokoli. Sehingga cara terbaik untuk mengolah brokoli adalah dengan mengukus, memasaknya dalam microwave atau menumisnya dengan air atau kaldu.

Lebih keras lebih baik

Salah satu tips memilih brokoli yang bagus dan bergizi adalah dengan melihat warna dan batangnya. Jika berwarna hijau tua dan batangnya keras berart gizi brokoli tersebut lebih tinggi dan sebaliknya jika batangnya lunak atau kenyal berarti nilai gizinya kurang.

Daunnya lebih bergizi

Batang dan daun brokoli sama-sama mengandung nutrisi. Namun, ada satu perbedaan yang membuat daun brokoli lebih bergizi dari batangnya. Kandungan vitamin A dalam daun brokoli ternyata lebih tinggi dari batangnya. Perbandingannya ada 30:4.

Tidak hanya hijau

Sayuran brokoli yang sering dilihat adalah warna hijau. Ternyata selain warna beberapa brokoli berwarna kuning dan ungu. Brokoli yang berwarna kuning berjenis romanesco. Jenis ini memiliki daun yang lebih menonjol. Sedangkan, brokoli yang berwarna ungu memiliki daun seperti kembang kol tapi lebih kecil. Sayuran brokoli berwarna ungu ini biasanya ditemukan di Spanyol, Italia, dan Inggris.

Jika anda membutuhkan instalasi,nutrisi, maupun peralatan hidroponik lainnya untuk brokoli anda, anda dapat menghubungi Farmee.id

foto-murthy-lXVWulsnNQE-unsplash

Kelebihan Sistem Hidroponik

Pertanian hidroponik memiliki beberapa kelebihan dibandingkan pertanian konvensioal. Ditambah lagi pertanian konvensional yang saat ini telah mendapat banyak tekanan negatif. Seperti erosi tanah, kebutuhan air yang sangat besar, hingga bermacam penyakit yang menyerang tanaman. Kelebihan hidroponik tersebut diantaranya ; menghemat ruang, menghemat air, tidak menyebabakan pengikisan tanah, dan lain-lain. Berikut beberapa kelebihan hidroponik yang penting diketahui.

Menghemat Ruang

Tanaman yang tumbuh secara hidroponik membutuhkan 20% ruang lebih sedikit dibandingkan tanaman yang tumbuh di tanah. Alasan utama tanaman hidroponik membutuhkan lebih sedikit ruang ialah karena akar tanaman tidak harus menyebar di dalam tanah untuk mencari nutrisi dan air. Air dan nutrisi pada hidroponik dikirim ke akar secara langsung baik sesekali atau terus-menerus, tergantung pada teknik hidroponik yang diterapkan. Hal ini menyebabakan tanaman hidroponik memiliki akar yang tumbuh lebih rapat sehingga ruang yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman lebih sedikit. Namun ternyata, hal ini justru menghasilkan hasil panen yang jauh lebih banyak.

Tidak Membutuhkan Tanah

Pertanian konvensional menggunakan tanah ternyata berkontribusi terhadap pengikisan setengah dari tanah bumi dalam 150 tahun terakhir serta menurunkan ketersediaan lahan subur. Sistem hidroponik tidak membutuhkan tanah sama sekali, hal ini berarti tidak akan menambah tingkat erosi tanah.

Selain itu, menanam tanaman tanpa tanah memiliki sejumlah manfaat. Tidak semua lokasi memiliki jenis tanah yang subur dan optimal untuk pertumbuhan tanaman, bahakan beberapa lokasi di dunia tidak memiliki akses untuk mendapatkan tanah.  Sehingga kebutuhan sayur, buah, dan lainnya harus dikirim dari daerah lain, dengan kualitas yang sudah menurun. Dengan hidroponik, keterbatasan tanah dan tempat tidak lagi menjadi alasan untuk tidak mulai menanam. Tanaman segar dapat terhidang di piring tanpa proses yang panjang.

Membutuhkan Lebih Sedikit Air

Hidroponik dapat tumbuh dengan 5-10% dari total  air yang dibutuhkan saat tumbuh dengan tanah. Hidroponik memanfaatkan air resirkulasi, di mana tanaman menyerap apa yang mereka butuhkan, kemudian sisanya dikembalikan ke sistem dan kembali menyerap sesuai kebutuhan begitu seterusnya. Satu-satunya air yang hilang adalah dari kebocoran dan penguapan, tetapi pengaturan yang efisien akan meminimalkannya terjadinya hal ini.

Perubahan Cuaca Tidak Menjadi Masalah

Menanam tanaman secara konvensional sangat bergantung dengan cuaca. Apabila di tengah proses pertumbuhan tanaman terjadi perubahan cuaca, hal ini akan menimbulkan masalah bagi pertumbuhan tanaman, bahkan dapat menyebabakan gagal panen. Dengan sistem perubahan dan ketidakpastian cuaca tidak lagi menjadi masalah dalam pertumbuhan tanaman. Karena sebagian besar tanaman hidroponik ditanam di dalam ruangan atau di rumah kaca, dan semua air serta nutrisi yang dibutuhkan disediakan secara manual. Bahkan kebutuhan sinar matahari dapat digantikan dengan pencahayaan buatan.

Kontrol iklim

Lingkungan hidroponik memberikan kendali penuh atas iklim. Karena suhu, intensitas dan durasi cahaya, dan bahkan komposisi udara, semuanya dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Hal ini menciptakan jalan untuk menanam hasil tanpa memperhatikan musim, yang berarti para petani hidroponik dapat memaksimalkan produksi sepanjang tahun, dan konsumen dapat mendapatkan berbagai jenis sayuran kapan pun mereka mau.

Pertumbuhan Lebih Cepat

Tanaman yang tumbuh dalam sistem hidroponik tumbuh 30% hingga 50% lebih cepat daripada tanaman yang tumbuh di tanah. Tanaman tumbuh lebih cepat dalam sistem hidroponik karena mereka menerima jumlah nutrisi yang ideal dan, jika ditanam di dalam ruangan, lebih sedikit stres akibat lingkungan (seperti cuaca dan hama). Beberapa contoh tanaman yang dapat tumbuh lebih cepat dari yang lain, seperti ; sayuran hijau seperti selada dan buah-buahan seperti tomat.

Tanaman Lebih Sehat

Dalam pertanian hidroponik, tanaman tumbuh lebih sehat daripada di tanah. Hal ini disebabkan penyakit tanaman yang ditularkan melalui tanah tidak lagi menjadi masalah dalam hidroponik karena tidak ada tanah tempat penyakit tersebut membusuk dan menyebar. Selain itu, tanaman tidak perlu menyebarkan akarnya untuk mencari nutrisi sehingga mereka dapat menghabiskan lebih banyak energi untuk tumbuh.

Apakah Hidroponik tidak memiliki kekurangan? Mungkin ini adalah pertanyaan yang kemudian terlintas dipikiran anda. Pada artikel sebelumnya Farmee telah membahas mengenai kekurangan hidroponik beserta penjelasannya yang dapat anda lihat disini. 

serge-le-strat-rS4OSc9yhSo-unsplash

Hidroponik dan Kekurangannya

Hidroponik memiliki beberapa kelebihan seperti tidak membutuhkan tanah, kebutuhan air yang lebih sedikit dari sistem konvensional, pertumbuhan tanaman yang tidak optimal, dan banyak kelebihan lainnya. Namun ternyata ada masih terdapat beberapa kekurangan hidroponik yang dapat anda ketahui sebagai berikut.

Mahal

Hidroponik terkesan mahal karena saat pembelian pertama instalasi membutuhkan biaya yang cukup besar bahkan beberapa instalasi dapat menembus jutaan rupiah. Belum lagi peralatan hidroponik yang tidak sedikit juga memerlukan biaya tambahan lain. Namun, tidak semua instalasi berharga jutaan bahkan beberapa instalasi yang harganya dibawah jutaan menyediakan tambahan paket dengan peralatan pendamping hidroponik. Farmee.id menyediakan beberapa paket instalasi hidroponik yang harganya cukup ramah dikantong dengan beberapa sistem hidroponik pilihan. Modal yang dikeluarkan di awal memulai juga sebanding dengan hasil yang nantinya diperoleh, belum lagi segudang manfaat yang diterima.

Sulit

Beberapa pemula memilih untuk merangkai instalasi hidroponik sendiri. Seperti yang diketahui bahwa merangkai instlasi dari nol tanpa panduan bukan hal yang mudah belum lagi beberapa perangkat yang digunakan pun belum popular. Namun saat ini tidak lagi menjadi masalah, karena beberapa instalasi dijual dipasaran sehingga anda tidak perlu merangkainya dari nol bahkan perangkaian instalasi pun disertai buku pedoman perangkaian instalasi.

Membutuhkan Ketelitian yang Tinggi

Seperti yang kita ketahui, agar tanaman hidroponik tumbuh dengan optimal, ph dan ppm harus sesuai dengan kebutuhannya. Beberapa pemula terkadang tidak sabar dengan hal ini. Bahkan beberapa lainnya kesultan dalam mengukur nilai ph dan ppm. Namun hal ini dapat diatasi dengan alat bantu pengukuran yaitu ph meter dan tds meter. Jika kedua nilai tersebut tidak sesuai dapat menggunakan ph up dan ph down. Sedangkan apabila nilai ppm tidak sesuai dapat menambahkan nutrisi baku maupun air netral.

Ketrampilan

Menanam dengan sistem hidroponik membutuhkan ketrampilan dan pengetahuan dasar. Beberapa pemula bahkan belum memiliki ketrampilan sehingga tingkat kegagalan cenderung tinggi. Penting bagi pemula untuk mengetahui ketrampilan dan pengetahuan dasar. Saat ini anda tidak perlu membeli buku untuk mendapat pengetahuan dasar, anda bisa mendapatkan ketrampilan dan pengathuan dasar dengan membaca beberapa postingan artikel di Farmmee.id. Bahkan beberapa menjual instalasi beserta sesi pendampingan gratis hingga panen seperti di Farmee.id.

Tidak cocok untuk semua jenis tanaman

Tidak semua tanaman dapat tumbuh dengan sistem hidroponik. Seperti tanaman keras dan tanaman dengan bobot yang cukup berat. Namun masih banyak jenis tanaman yang dapat tumbuh, khususnya tanaman yang dibutuhkan sehari-hari. Seperti sayuran dan beberapa buah-buahan, hal ini sudah sangat cukup untuk memberi penghijauan pada lingkungan sekitar.

photo-1586797166778-7cb76a618157

Peralatan Pendamping Hidroponik yang Wajib Dimiliki

Selain instalasi hidroponik, ada beberapa peralatan pendamping hidroponik yang wajib dimiliki untuk menunjang pertumbuhan tanaman hidroponik. Beberapa peralatan pendamping hidroponik juga disediakan di Farmee.id

pH Meter

pH meter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur tingkat keasaman larutan nutrisi. Alat ini digunakan agar larutan nutrisi memiliki keasaman yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Nilai pH menjadi kunci dari penyerapan nutrisi larutan hidroponik. Meskipun nutrisi yang diperikan berlimpah namun jika pH nya tidak tepat, maka tanaman tidak mampu menyerap nutrisi tersebut. Untuk anda yang membutuhkan pedoman penggunaan pH meter anda dapat melihatnya pada artikel ini.

TDS Meter

TDS atau PPM Meter bisa diartikan sebagai alat untuk mengukur jumlah padatan atau partikel.  Alat ini juga bisa digunakan untuk mengukur kepekatan nutrisi hidroponik yang terlarut dalam air. Atau konsentrasi nutrisi yang terlarut dalam air. Setiap tanaman memiliki nilai PPM yang berbeda, bagaimana jika tanaman memiliki nilai ppm yang tidak sesuai ? cara menyesuaikan nilai PPM dapat anda lihat pada artikel berikut. 

Gelas Ukur

Pertumbuhan tanaman hidroponik sangat bergantung dengan kehadiran nutrisi. Nutrisi yang diberikan harus seusai dengan takaran, tidak boleh kelebihan atau kekurangan. Agar kepekatan larutan nutrisi terjaga dan sesuai jumlahnya diperlukan alat pengukur. Gelas ukur berguna untuk mengukur volume larutan pupuk agar konsentrasi campuran tidak salah.

Pupuk dan Nutrisi

Nutrisi merupakan zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Pilihan yang bisa digunakan sebagai nutrisi untuk tanaman hidroponik adalah AB-Mix. Nutrisi ini terbilang cukup murah jika dibandingkan dengan produk lainnya, terbuat dari bahan berkualitas dan mudah larut dalam air. Fungsi utama AB Mix sendiri, untuk memberikan asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. AB Mix mengandung unsur makro dan mikro yang lengkap dan dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Jika anda sedang mencari AB Mix, Farmee.id menyediakan yang dapat anda lihat di Farmee.id.

Media Tanam

Media tanam dalam hidroponik berfungsi untuk menopang dan mengalirkan nutrisi tanaman. Pada dasarnya terdapat dua jenis media tanam dalam sistem hidoponik; media tanam organik dan media tanam non-organik. Berikut beberapa media tanam yang biasa digunakan dalam sistem hidroponik.

pH up dan pH down

Seperti yang diketahui setiap tanaman memiliki nila ideal pH yang berbeda, terkadang nilai pH tidak sesuai dengan yang diinginkan. Untuk menyesuaikan pH dapat menggunakan cairan pH up dan pH down. Kegunaan dari pH down adalah untuk menurunkan pH larutan nutrisi jika nilai ph terlalu tinggi, sedangkan pH up berguna untuk menaikkan pH larutan nutrisi.

Cairan Kalibrasi

Cairan kalibrasi berfungsi untuk mengecek alat ukur apakah dapat digunakan untuk mengukur sebuah larutan. Pada penggunaan pertama pH meter dan TDS meter harus dilakukan kalibrasi sehingga alat ukur dapat memberi ukuran dengan tangkat akurasi yang benar dan tepat. Pada umumnya larutan kalibrasi ph meter sudah di dalam paket dan untuk tds meter dijual terpisah. Cara kalibrasi pada alat ukur dapat dibaca pada artikel ini. 

125434f0ea263ca95075e11019edbbff (1)

Apa dan Bagaimana Vertical Garden ?

Keterbatasan lahan menjadi hambatan tersendiri bagi masyarakat kota untuk mneyalurkan hobi berkebun. Saat ini tidak lagi, selain hidroponik dapat menjadi solusi keterbatasan lahan dan tanah subur di perkotaan, solusi berikutnya adalah vertical garden. Bahkan sistem hidroponik anda pun dapat diubah menjadi vertical garden.

Pengertian

Vertical garden atau dikenal sebagai taman vertikal dan greenwall ini merupakan salah satu metode penanaman yang ditata secara tegak lurus. Keberadaan taman ini sangat cocok untuk hunian yang memiliki keterbatasan lahan, sehingga tidak memungkinkan untuk memiliki taman horizontal.

Dengan metode ini, ruang tanam dapat jauh lebih besar dibandingkan dengan taman konvensional, bahkan jika dapat menatanya jumlah tanaman yang dapat ditanam bisa beberapa kali lipat jumlahnya, sehingga dapat menambah ruang hijau secara signifikan.

Manfaat

Menghemat Penggunaan Lahan

Seperti yang telah dijelaskan di atas, taman berbentuk vertical tidak membutuhkan lahan yang luas untuk menanam tanaman. Hanya dengan bidang yang tegak, taman dapat dibangun. Namun nuansa hijau masih dapat dirasakan.

Mengurangi Polusi Udara

Selain untuk  memperindah ruangan, taman  yang berada di dalam ruangan berfungsi sebagai penghasil udara yang baik. Dengan adanya taman dapat memperbaiki kualitas udara di sekitar taman. Tanaman pada taman vertikal akan menyerap karbon dioksida dan juga polusi yang berasal dari lingkungan skeitar.

Mengurangi Suhu Udara Yang Panas

Udara dan cuaca di daerah perkotaan tidak menentu.  Suhu udara yang cenderung tinggi akan menghasilkan hawa yang panas. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Cambridge University menyebutkan bahwa sebuah lapisan panel vertical garden mampu mengurangi panas di udara hingga 25%.

Memproduksi Oksigen Ekstra

Seperti yang kita ketahui bahwa tanaman memproduksi oksigen sebagai hasil dari proses fotosintesis. Udara yang jernih tersebut akan membuat lingkungan lebih sehat dengan suasana perkotaan yang penuh polusi. Bahkan dapat sebagai pembersih udara (filter udara) untuk mengurangi kadar polusi pada lingkungan sekitar taman.

Tanaman Untuk Vertical Garden 

Jenis tanaman yang biasanya digunakan dalam vertical garden adalah tanaman yang mudah ditanam dengan metode penanaman vertikal, seperti tanaman perdu, rumput-rumputan, suplir, phytoniabromelia, kadaka, sirih gading, paku tanduk rusa, dan lain-lain. Selain tanaman hias, sayuran, buah-buahan berukuran kecil, dan rempah-rempah juga bisa menjadi pilihan untuk ditaman di vertical garden, apalagi jika anda menggunakan sistem hidroponik untuk taman vertical anda Beberapa tanaman termudah yang dapat anda tanam dapat dilihat pada artikel berikut.  

Farmee.id  menyediakan beberapa sistem hidroponik, anda dapat menyesuaikan sistem hidroponik yang cocok dengan vertical garden anda, atau dapat berkonsultasi dengan Parmin.

ffe0bd73ba0753b4332fbd846bba370a

Bagaimana Cara Menyesuaikan PPM ?

PPM adalah singkatan dari Part Per Million, satuan ini menunjukkan kandungan suatu senyawa dalam suatu larutan. Ketik dihubungkan dengan hidroponik, maka ukuran tersebut melambangkan takaran nutrisi dalam satu liter air bersih.

Manfaat

Setiap tanaman memiliki nilai PPM minimal dan maksimal yang berbeda-beda. Memperhatikan nilai setiap tanaman menjadi sangat penting karena sangat mempengaruhi penyerapan nutrisi tanaman. Karena ukuran Part Per Million yang terlalu tinggi mengakibatkan daun tanaman terbakar pertumbuhan melambat kemudian layu dan mati.

Berapa PPM yang sesuai?

Dibawah ini merupakan ukuran untuk beberapa tanaman,  jika anda tidak menemukan yang dicari anda dapat melihat lainnya pada artikel berikut. 

Nama Sayuran pH PPM
Lobak 6.0 – 7.0 840-1540
Selada 6.0 – 7.0 560 – 840
Pak Choi 7 1050 -1400
Ketimun 5.5 1190 – 1750
Tomat 6.0 – 6.5 1400 – 3500
Sawi Pahit 6.0 – 6. 840 – 1680
Strawberry 6 1260 – 1540
Kangkung 5.5 – 6.5 1050 – 1400
Sawi 5.5 – 6.5 1050 – 1400
Kailan 5.5 – 6.5 1050 – 1400
Bayam 6.0 – 7.0 1260 – 1610

Alat Ukur PPM

TDS atau PPM Meter bisa diartikan sebagai alat untuk mengukur jumlah padatan atau partikel.  Alat ini juga bisa digunakan untuk mengukur kepekatan nutrisi hidroponik yang terlarut dalam air. Atau konsentrasi nutrisi yang terlarut dalam air.

Cara menggunakan alat ini yaitu : celupkan ujung TDS pada nutrisi yang telah tercampur air dan sudah diaduk. Tingkat PPM akan muncul pada layar tampilan.

Bagaimana jika tidak sesuai?

Bagaimana jika setelah dilakukan pengukuran, nilai yang tertera tidak sesuai dengan nilai yang seharusnya dimiliki tanaman. Apabila nilai lebih rendah berarti kadar nutrisi kurang, tambahkan sedikit demi sedikit nutrisi baku pada larutan nutrisi. Jangan sekaligus karena dikhawatirkan nilai nya karena terlalu tinggi. Jika nilai yang tertera lebih tinggi, berarti kadar nutrisi berlebih. Coba tambahkan air netral sedikit demi sedikit hingga sesuai dengan nilai yang kita butuhkan. Apabila anda sedang mencari alat ukur PPM anda dapat membelinya di Farmee.id.

elizaveta-matchenko-9TITLnDjvhk-unsplash

Antara Anggur dan Barcelona

Barcelona merupakan sebuah provinsi di Spanyol yang memiliki sebuah klub sepak bola  terbaik di dunia yang dikenal dengan FC Barcelona. Selain terkenal dengan sepak bolanya, daerah ini juga dikenal dengan keindahan arsitekturnya bahkan menjadi satu-satunya kota yang meraih “Royal Gold Medal for Architectur”.

Selain dikenal dengan kedua hal itu, Spanyol merupakan salah satu negara yang merupakan penghasil anggur terbesar. Bahkan anggur sempat menjadi alasan seorang pemain keluar dari FC Barcelona. Anggur identik dengan perkebunan yang luas, namun saat ini anda dapat menghadirkan tanaman anggur di rumah anda dengan sistem hidroponik.  Bagaimana cara menanamnya ? Simak artikel berikut.

Memilih Jenis Anggur

Sebelum menanam anggur secara hidroponik pastikan kamu mengetahui jenis anggur yang akan ditanam. Saat melakukan pemilihan bibit, pastikan bibit tersebut memiliki kualitas yang baik dan bebas dari virus. Tanaman yang baik akan tumbuh dengan baik karena akarnya bisa mendistribusikan nutrisi dengan baik.  Farmee.id menyediakan berbagai macam bibit-bibit untuk memenuhi kebutuhan anda.

Melakukan pembibitan

Selain menanam dari bibit, anda dapat juga mulai penanaman dari biji. Hanya saja menanam anggur dari biji membutuhkan waktu yang lebih lama, kurang lebih tiga bulan. Ketika sudah muncul tunas dari biji, saatnya proses pembibitan. Pastikan suhu, cahaya, oksigen dan air terpenuhi dengan baik, sehingga tanaman hidroponik akan tumbuh maksimal.

Untuk memulai pembibitan anggur, siapkan nampan yang diisi dengan air biasa. Kemudian campur air dengan larutan nutrisi hingga ketinggian air kurang lebih 1 cm dari nampan. Selain mempersiapkan air, pastikan suhu air konsisten antara 30 sampai 35 derajat celcius.

Jangan lupa siapkan media tanam hidroponik seperti rockwool, batu, kerikil atau stonewool. Bibit yang sudah mulai tumbuh tunas dapat dipindahkan pada pot yang sudah diisi dengan media tanam. Anggur merupakan tanaman merambat yang memiliki umur panjang, sistem hidroponik yang digunakan harus memperhatikan ukuran dan media hidroponik. Jangan lupa berikan penyangga agar bibit anggur dapat tumbuh dengan baik.

Perawatan

Setelah memindahkan bibit ke media tanam, pastikan suhu tanaman tidak terlalu panas, karena suhu optimal pertumbuhan anggur pada suhu sejuk. Selain itu, komposisi nutrisi juga harus diperhatikan, karena nutrisi tanaman hidroponik buah berbeda dengan tanaman sayur hidroponik.  Pada tanaman sayur nutrisi diperuntukkan untuk pertumbuhan akar, batang, dan daun. Sedangkan pada tanaman buah ada tambahan nutrisi generative, yaitu bunga dan buah.

Pada tahap pertumbuhan awal sebaiknya gunakan nutrisi daun, tanaman berbuah lebih banyak meenyerap nutrisi jadi perlu dipastikan nutrisi terpenuhi.  Jadwalkan secara rutin untuk melakukan pengecekan air nutrisi dan memastikan anggur tetap berada di kondisi pertumbuhan yang optimal.

ph hidroponik

Cara Menggunakan pH Meter

pH meter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur tingkat keasaman larutan nutrisi. Alat ini digunakan agar larutan nutrisi memiliki keasaman yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.  Dalam hidroponik, menjaga kondisi pertumbuhan tanaman agar tetap optimal merupakan kunci dari keberhasilan pertumbuhan tanaman. Nilai pH menjadi kunci dari penyerapan nutrisi larutan hidroponik. Meskipun nutrisi yang diperikan berlimpah namun jika pH nya tidak tepat, maka tanaman tidak mampu menyerap nutrisi tersebut. Untuk mengetahui lebih lanjut keterkaitan pH dengan hidroponik anda dapat membaca artikel sebelumnya disini. Setiap tanaman memiliki pH yang berbeda yang dapat anda lihat pada artikel berikut. Lalu, bagaimana cara mengukur pH menggunakan pH meter? Simak artikel dibawah ini.

Kalibrasi pH meter

Sama seperti alat ukur lainnya, pada penggunaan pertama pH meter harus di kalibrasi agar dapat memberi ukuran dengan tingkat akurasi yang benar dan tepat.

Alat dan Bahan

  • pH meter
  • Air accu, air suling atau air buangan AC
  • 3 Buah gelas ukuran 250 ml
  • Gelas ukur
  • Larutan penyangga atau buffer
  • Kain bersih

Cara Kalibrasi

  1. Tuangkan air aquades pada ketiga gelas yang telah ditandai gelas A,B,C
  2. Tambahkan buffer ke dalam salah satu gelas, kemudian aduk hingga larut
  3. Bilas alat ukur anda sebelum dipakai, buka sarung proteksi kemudian rendam bagian elekroda ke dalam gelas yang tidak tercampur buffer beberapa saat, kemudian angkat dan keringkan dengan kain.
  4. Nyalakan pH meter dengan menekan tombol “on”, kemudian celupkan bagian elektroda ke dalam gelas yang dicampur dengan buffer, tunggu beberapa saat sampai angka stabil dan tidak berubah.
  5. Pastikan berapa pH buffer yang digunakan, jika angka pada layar digital tidak sama dengan PH buffer yang digunakan, putar skrew yang ada di bagian belakang alat ukur ini menjadi angka yang sesuai dengan pH buffer.
  6. Selanjutnya matikan alat ukur anda, kemudian celupkan pada gelas yang belum ditambah larutan buffer, kemudian keringkan dengan kain.
  7. Ulangi langkah ke-4 dengan larutan buffer lainnya, pastikan larutan buffer sudah dicampur dan diaduk hingga larut.  Cocokkan angka pada layar digital dengan pH buffer yang digunakan. Jika belum sesuai anda dapat menyesuaikannya seperti pada langkah ke-5.
  8. Matikan, kemudian bilas dengan air bersih dan lap dengan kain.
  9. Selesai, alat ukur anda telah dikalibrasi dan siap digunakan.

Penggunaan pH Meter

Untuk menggunakan tekan tombol on, kemudian celupkan pada larutan yang akan diukur pH nya, tunggu hingga angka di layar stabil. Setelah digunakan,  pastikan anda selalu membersihkan dengan air akuades, dan lap dengan kain hingga kering. Jika anda membutuhkan alat ukur ini anda dapat membelinya di Farmee.id.