serge-le-strat-rS4OSc9yhSo-unsplash

Hidroponik dan Kekurangannya

Hidroponik memiliki beberapa kelebihan seperti tidak membutuhkan tanah, kebutuhan air yang lebih sedikit dari sistem konvensional, pertumbuhan tanaman yang tidak optimal, dan banyak kelebihan lainnya. Namun ternyata ada masih terdapat beberapa kekurangan hidroponik yang dapat anda ketahui sebagai berikut.

Mahal

Hidroponik terkesan mahal karena saat pembelian pertama instalasi membutuhkan biaya yang cukup besar bahkan beberapa instalasi dapat menembus jutaan rupiah. Belum lagi peralatan hidroponik yang tidak sedikit juga memerlukan biaya tambahan lain. Namun, tidak semua instalasi berharga jutaan bahkan beberapa instalasi yang harganya dibawah jutaan menyediakan tambahan paket dengan peralatan pendamping hidroponik. Farmee.id menyediakan beberapa paket instalasi hidroponik yang harganya cukup ramah dikantong dengan beberapa sistem hidroponik pilihan. Modal yang dikeluarkan di awal memulai juga sebanding dengan hasil yang nantinya diperoleh, belum lagi segudang manfaat yang diterima.

Sulit

Beberapa pemula memilih untuk merangkai instalasi hidroponik sendiri. Seperti yang diketahui bahwa merangkai instlasi dari nol tanpa panduan bukan hal yang mudah belum lagi beberapa perangkat yang digunakan pun belum popular. Namun saat ini tidak lagi menjadi masalah, karena beberapa instalasi dijual dipasaran sehingga anda tidak perlu merangkainya dari nol bahkan perangkaian instalasi pun disertai buku pedoman perangkaian instalasi.

Membutuhkan Ketelitian yang Tinggi

Seperti yang kita ketahui, agar tanaman hidroponik tumbuh dengan optimal, ph dan ppm harus sesuai dengan kebutuhannya. Beberapa pemula terkadang tidak sabar dengan hal ini. Bahkan beberapa lainnya kesultan dalam mengukur nilai ph dan ppm. Namun hal ini dapat diatasi dengan alat bantu pengukuran yaitu ph meter dan tds meter. Jika kedua nilai tersebut tidak sesuai dapat menggunakan ph up dan ph down. Sedangkan apabila nilai ppm tidak sesuai dapat menambahkan nutrisi baku maupun air netral.

Ketrampilan

Menanam dengan sistem hidroponik membutuhkan ketrampilan dan pengetahuan dasar. Beberapa pemula bahkan belum memiliki ketrampilan sehingga tingkat kegagalan cenderung tinggi. Penting bagi pemula untuk mengetahui ketrampilan dan pengetahuan dasar. Saat ini anda tidak perlu membeli buku untuk mendapat pengetahuan dasar, anda bisa mendapatkan ketrampilan dan pengathuan dasar dengan membaca beberapa postingan artikel di Farmmee.id. Bahkan beberapa menjual instalasi beserta sesi pendampingan gratis hingga panen seperti di Farmee.id.

Tidak cocok untuk semua jenis tanaman

Tidak semua tanaman dapat tumbuh dengan sistem hidroponik. Seperti tanaman keras dan tanaman dengan bobot yang cukup berat. Namun masih banyak jenis tanaman yang dapat tumbuh, khususnya tanaman yang dibutuhkan sehari-hari. Seperti sayuran dan beberapa buah-buahan, hal ini sudah sangat cukup untuk memberi penghijauan pada lingkungan sekitar.

hidroponik dengan sekam bakar

HIDROPONIK DENGAN SEKAM BAKAR

Sumber : dekoruma.com

Para penggiat hidroponik tentu sudah tidak asing denngan media tanam hidroponik yang satu ini. Ada beberapa media tanam yang dapat digunakan dalam berkebun secara hidroponik, salah satunya yakni media tanam sekam Bakar. Bagaimana caranya hidroponik dengan sekam bakar ? Yuk simak artikel berikut ini

Media Tanam Arang Sekam

Jika teman berkebun ingin bertanam hidroponik menggunakan sekam bakar, maka teman berkebun bisa menghemat biaya penanaman karena sekam bakar tersebut bisa dihasilkan dengan membuat sendiri. Arang Sekamm merupakan hasil limbah dari pembakaran penggilingan padi. Sekam bakar memiliki kemampuan untuk menyerap air yang bagus. Media tanam sekam bakar juga cocok digunakan untuk menanam sayuran daun karena aman dari hama sehingga tanaman yang ditanam bisa lebih sehat. Bertanam hidroponik menggunakan media tanam sekam bakar dapat digunakan berulang kali sehingga persediaan sekam bakar tidak mudah berkurang hanya karena digunakan setiap hari.

Arang Sekam banyak mengandung karbon sebagai unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dan juga terdapat kandungan mineral SI, Mg, dan berbagai unsur lainnya. Arang Sekam umumnya dapat digunakan untuk tanaman hidroponik seperti tomat, paprika, dan mentimun. Namun bukan berarti tanaman sayuran hidroponik yang lain tidak dapat menggunakannya. Tanaman sayuran yang lain dapat juga menggunakan media ini, tetapi tidak biasa dilakukan.

Manfaat Arang Sekam sebagai Media Tanam

  • Menjaga kondisi tanah tetap gembur, karena memiliki porositas tinggi dan ringan
  • Memacu pertumbuhan (proliferation) mikroorganisme yang berguna bagi tanaman
  • Mengatur pH tanah pada kondisi tertentu
  • Mempertahankan kelembaban
  • Menyuburkan tanah dan tanaman
  • Sebagai absorban untuk menekan jumlah mikroba patogen
  • Sebagai media tanam hidroponik
  • Meningkatkan daya serap dan daya ikat tanah terhadap air.

Kelebihan dan kekurangan Arang Sekam

Kelebihan : media menjadi lebih poros, ringan, bersih, sterilitasnya lebih terjamin, harga relatif murah, bahannya yang mudah didapat, serta bebas dari organisme yang dapat mengganggu seperti kutu yang biasa hidup di dalam tanah.

Kekurangan : media tanam Arang Sekam jarang tersedia di pasaran, dan yang lebih umum tersedia hanya bahannya (sekam / kulit gabah) saja.

Tertarik untuk memulai berkebun secara hidroponik ? Farmee hadir untuk membantu teman berkebun dalam proses berkebun hidroponik karena Farmee menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Tentunya kami akan dampingi sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun? Kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di Instagram

photo-1586797166778-7cb76a618157

Peralatan Pendamping Hidroponik yang Wajib Dimiliki

Selain instalasi hidroponik, ada beberapa peralatan pendamping hidroponik yang wajib dimiliki untuk menunjang pertumbuhan tanaman hidroponik. Beberapa peralatan pendamping hidroponik juga disediakan di Farmee.id

pH Meter

pH meter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur tingkat keasaman larutan nutrisi. Alat ini digunakan agar larutan nutrisi memiliki keasaman yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Nilai pH menjadi kunci dari penyerapan nutrisi larutan hidroponik. Meskipun nutrisi yang diperikan berlimpah namun jika pH nya tidak tepat, maka tanaman tidak mampu menyerap nutrisi tersebut. Untuk anda yang membutuhkan pedoman penggunaan pH meter anda dapat melihatnya pada artikel ini.

TDS Meter

TDS atau PPM Meter bisa diartikan sebagai alat untuk mengukur jumlah padatan atau partikel.  Alat ini juga bisa digunakan untuk mengukur kepekatan nutrisi hidroponik yang terlarut dalam air. Atau konsentrasi nutrisi yang terlarut dalam air. Setiap tanaman memiliki nilai PPM yang berbeda, bagaimana jika tanaman memiliki nilai ppm yang tidak sesuai ? cara menyesuaikan nilai PPM dapat anda lihat pada artikel berikut. 

Gelas Ukur

Pertumbuhan tanaman hidroponik sangat bergantung dengan kehadiran nutrisi. Nutrisi yang diberikan harus seusai dengan takaran, tidak boleh kelebihan atau kekurangan. Agar kepekatan larutan nutrisi terjaga dan sesuai jumlahnya diperlukan alat pengukur. Gelas ukur berguna untuk mengukur volume larutan pupuk agar konsentrasi campuran tidak salah.

Pupuk dan Nutrisi

Nutrisi merupakan zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Pilihan yang bisa digunakan sebagai nutrisi untuk tanaman hidroponik adalah AB-Mix. Nutrisi ini terbilang cukup murah jika dibandingkan dengan produk lainnya, terbuat dari bahan berkualitas dan mudah larut dalam air. Fungsi utama AB Mix sendiri, untuk memberikan asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. AB Mix mengandung unsur makro dan mikro yang lengkap dan dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Jika anda sedang mencari AB Mix, Farmee.id menyediakan yang dapat anda lihat di Farmee.id.

Media Tanam

Media tanam dalam hidroponik berfungsi untuk menopang dan mengalirkan nutrisi tanaman. Pada dasarnya terdapat dua jenis media tanam dalam sistem hidoponik; media tanam organik dan media tanam non-organik. Berikut beberapa media tanam yang biasa digunakan dalam sistem hidroponik.

pH up dan pH down

Seperti yang diketahui setiap tanaman memiliki nila ideal pH yang berbeda, terkadang nilai pH tidak sesuai dengan yang diinginkan. Untuk menyesuaikan pH dapat menggunakan cairan pH up dan pH down. Kegunaan dari pH down adalah untuk menurunkan pH larutan nutrisi jika nilai ph terlalu tinggi, sedangkan pH up berguna untuk menaikkan pH larutan nutrisi.

Cairan Kalibrasi

Cairan kalibrasi berfungsi untuk mengecek alat ukur apakah dapat digunakan untuk mengukur sebuah larutan. Pada penggunaan pertama pH meter dan TDS meter harus dilakukan kalibrasi sehingga alat ukur dapat memberi ukuran dengan tangkat akurasi yang benar dan tepat. Pada umumnya larutan kalibrasi ph meter sudah di dalam paket dan untuk tds meter dijual terpisah. Cara kalibrasi pada alat ukur dapat dibaca pada artikel ini. 

tanaman buah yang cocok untuk hidroponik

TANAMAN BUAH YANG COCOK UNTUK HIDROPONIK

Berkebun dengan sistem hidroponik belakangan ini banyak digemari karena mudah, steril serta hasil panen yang segar dan renyah. Jenis tanaman yang dapat dibudidayakan dengan hidroponik juga beragam mulai dari sayuran, buah, tanaman hias hingga umbi-umbian. Berikut parmin akan paparkan beberapa tanaman buah yang cocok untuk hidroponik, diantaranya :

1. Buah Semangka

Sumber : derapdesa.id

Semangka sering juga dikenal sebagai buah musim panas. Asumsi ini muncul karena buah semangka mengandung banyak air yang bisa menyegarkan di tengah cuaca yang panas. Untuk Mlmenanam semangka dengan cara hidroponik memerlukan perhatian khusus serta masa panen semangka hidroponik akan memakan waktu sekitar 2-3 bulan setelah tanam.

2. Buah Melon

Sumber : endeus.tv

Berkebun hidroponik untuk budidaya buah melon sama seperti menanam buah semangka secara hidroponik, menanam melon dengan cara hidroponik membutuhkan tempat yang luas. Hal ini dikarenakan buah ini merupakan salah satu jenis buah berukuran besar, jadi tidak mungkin jika menanamnya di tempat yang sempit.

3. Buah Stroberi

Sumber : hellosehat.com

Stroberi banyak digunakan baik untuk konsumsi secara langsung maupun bahan olahan suatu produk. Stroberi dikenal sebagai buah yang dapat hidup di dataran tinggi, namun apabila dibudidayakan secara hidroponik maka buah stroberi dapat ditanam di dataran rendah. Selain itu, tanaman stroberi hidroponik biasanya menghasilkan buah yang lebih banyak.

4. Buah Blueberry

Sumber : alodokter.com

Untuk menanam buah blueberry membutuhkan kondisi tanah asam yang tinggi. Hal ini yang mendasari bahwa menanam bluberry dengan cara yang hidroponik bisa lebih mudah. Karena teman berkebun dapat dengan mudah mengawasi kadar keasaman dan kecukupan air yang rutin sehingga bluberry akan tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang besar.

5. Buah Anggur

Sumber : resepkoki.com

Tanaman anggur biasanya dibuat sebagai hiasan di pekarangan rumah. Namun apabila ingin membudidayakan buah anggur secara hidroponik yang perlu diperhatikan yakni pemenuhan asupan sinar matahari. Tanaman anggur hidroponik harus terkena sinar matahari yang cukup.

6. Buah Tomat

Sumber : liputan6.com

Tanaman Tomat merupakan salah satu buah yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita ketika dikonsumsi. Kandungan vitamin C yang ada di dalam buah tomat bermanfaat untuk mencerahkan kulit. Tomat yang ditanam dengan hidroponik biasanya akan menghasilkan vitamin yang lebih baik dan rasanya juga akan lebih manis.

Farmee menyediakan benih unggul yang dapat teman berkebun pesan untuk memulai menanam kailan. Benih unggul buah-buahan Farmee merupakan benih terpercaya dan sudah terbukti menghasilkan buah yang segar dan renyah. Pemesanan benih dapat dilakukan dengan kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di Instagram. Tidak hanya benih, Farmee juga menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Dan tentunya kami akan dampingi sampai berhasil panen. So, tunggu apalagi ?

images (2)

BUDIDAYA SAYUR KAILAN HIDROPONIK

Sumber : kampustani.com

Sayur kailan merupakan salah satu jenis sayuran yang termasuk di dalam family Brassicaceae atau yang dikelompokkan kedalam jenis sayuran kubis-kubisan. Tanaman sayuran ini memiliki banyak kandungan gizi yang lengkap yang terbukti baik untuk kesehatan tubuh. Budidaya sayur kailan hidroponik menjadi salah satu cara untuk membudidayakannya. Berikut langkah-langkah yang perlu diperhatikan dan dilakukan untuk dapat budidaya sayur kailan hidroponik. Yuk simak artikel berikut ini

Cara Tanam Sayur Kailan Hidroponik

Sebelum teman berkebun mulai melakukan aktivitas berkebun sayuran kailan hidroponik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti tanaman kailan hidroponik harus terkena sinar matahari langsung dengan suhu optimal yang baik untuk pertumbuhan kailan hidroponik yaitu sekitar 23°C-35°C dengan kelembapan yang tinggi. Berikut langkah-langkah tanam sayur kailan hidroponik :

  1. Siapkan alat dan bahan, seperti Rockwool, benih sayur kailan, gergaji besi/cutter, dan instalasi/media hidroponik.
  2. Rendam benih kailan menggunakan air hangat kuku selama kurang lebih 2 jam. 
  3. Rockwool sebagai media tanam kailan terlebih dahulu dipotong dengan ukuran 3 x 3 x 3 cm dan diberikan 1 lubang tanam.
  4. Masukkan benih kailan yang tenggelam saat perendaman, ke rockwool yang sudah dilubangi, 1 lubang diisi 1 benih. Karena benih yang mengambang adalah benih yang kurang baik.
  5. Setelah benih masuk ke media tanam, basahi dengan air secukupnya sampai pada kondisi lembab.
  6. Letakkan semaian kailan pada tempat yang minim terkena cahaya.
  7. Selalu rutin untuk cek kelembapan rockwool. Siram setidaknya 2 kali sehari. Tetapi tetap perhatikan media tanam jangan sampai basah karena yang dibutuhkan pada proses penyemaian adalah lembab dan bukan basah.
  8. Sekitar 2-3 hari benih kailan hidroponik biasanya sudah berkecambah. Segera perkenalkan dengan sinar matahari untuk menghindari etiolasi.
  9. Tetap jaga kelembapan media tanam

Pindah Tanam Kailan Hidroponik

Saat bibit sudah tumbuh dan mempunyai 4 helai daun mejemuk maka bibit kailan hidroponik tersebut sudah dapat dipindahkan ke instalasi hidroponik yang telah disediakan. Memindahkan bibit dari ruang semaian ke sistem hidroponik dapat dilakukan ke netpot ukuran 5 atau 7 cm. Pemindahan tersebut dapat dilakukan bersamaan dengan rockwool sebagai media tanam kailan hidroponik.

Nutrisi dan pH kailan hidroponik

Kebutuhan nutrisi pada tanaman sayur kailan hidroponik yaitu nutrisi AB mix dengan ppm 1050-1400. Nutrisi harus diberikan sesuai ketentuan, agar menghasilkan panen sayur kailan hidroponik yang maksimal. Untuk pH yang dibutuhkan oleh sayuran kailan Hidroponik yakni berkisar 5,5 – 6,5. Cara menggunakan dan manajemen nutrisi AB mix, teman berkebun dapat membaca di https://farmee.id/tips-trik-penggunaan-nutrisi-ab-mix/

Panen Kailan Hidroponik

Masa panen kailan hidroponik mencapai sekitar 45 hari setelah masa semai. Proses pemanenan tidak jauh berbeda dengan tanaman hidroponik lainnya. Hasil panen sayur Kailan juga dapat teman berkebun konsumsi sendiri maupun dipacking untuk nantinya dapat dipasarkan kepada konsumen yang ingin mengkonsumsi sayur kailan.

Benih Unggul Kailan Farmee

Sayuran kailan juga memiliki banyak manfaat yang baik bag tubuh apabila kita mengkonsumsi sayur ini, diantaranya mampu mencegah kanker, mencegah penyakit stroke dan jantung, melancarkan pencernaan, menurunkan berat badan, menjaga kesehatan mata, merawat kulit, mengurangi resiko diabetes, menjaga kesehatan otak, merawat tulang dan gigi, mencegah peradangan serta bantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Farmee menyediakan benih unggul yang dapat teman berkebun pesan untuk memulai menanam kailan. Benih unggul kailan Farmee merupakan benih terpercaya dan sudah terbukti menghasilkan sayuran yang renyah. Pemesanan benih dapat dilakukan dengan kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di Instagram. Tidak hanya benih, Farmee juga menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Dan tentunya kami akan dampingi sampai berhasil panen. So, tunggu apalagi ?

125434f0ea263ca95075e11019edbbff (1)

Apa dan Bagaimana Vertical Garden ?

Keterbatasan lahan menjadi hambatan tersendiri bagi masyarakat kota untuk mneyalurkan hobi berkebun. Saat ini tidak lagi, selain hidroponik dapat menjadi solusi keterbatasan lahan dan tanah subur di perkotaan, solusi berikutnya adalah vertical garden. Bahkan sistem hidroponik anda pun dapat diubah menjadi vertical garden.

Pengertian

Vertical garden atau dikenal sebagai taman vertikal dan greenwall ini merupakan salah satu metode penanaman yang ditata secara tegak lurus. Keberadaan taman ini sangat cocok untuk hunian yang memiliki keterbatasan lahan, sehingga tidak memungkinkan untuk memiliki taman horizontal.

Dengan metode ini, ruang tanam dapat jauh lebih besar dibandingkan dengan taman konvensional, bahkan jika dapat menatanya jumlah tanaman yang dapat ditanam bisa beberapa kali lipat jumlahnya, sehingga dapat menambah ruang hijau secara signifikan.

Manfaat

Menghemat Penggunaan Lahan

Seperti yang telah dijelaskan di atas, taman berbentuk vertical tidak membutuhkan lahan yang luas untuk menanam tanaman. Hanya dengan bidang yang tegak, taman dapat dibangun. Namun nuansa hijau masih dapat dirasakan.

Mengurangi Polusi Udara

Selain untuk  memperindah ruangan, taman  yang berada di dalam ruangan berfungsi sebagai penghasil udara yang baik. Dengan adanya taman dapat memperbaiki kualitas udara di sekitar taman. Tanaman pada taman vertikal akan menyerap karbon dioksida dan juga polusi yang berasal dari lingkungan skeitar.

Mengurangi Suhu Udara Yang Panas

Udara dan cuaca di daerah perkotaan tidak menentu.  Suhu udara yang cenderung tinggi akan menghasilkan hawa yang panas. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Cambridge University menyebutkan bahwa sebuah lapisan panel vertical garden mampu mengurangi panas di udara hingga 25%.

Memproduksi Oksigen Ekstra

Seperti yang kita ketahui bahwa tanaman memproduksi oksigen sebagai hasil dari proses fotosintesis. Udara yang jernih tersebut akan membuat lingkungan lebih sehat dengan suasana perkotaan yang penuh polusi. Bahkan dapat sebagai pembersih udara (filter udara) untuk mengurangi kadar polusi pada lingkungan sekitar taman.

Tanaman Untuk Vertical Garden 

Jenis tanaman yang biasanya digunakan dalam vertical garden adalah tanaman yang mudah ditanam dengan metode penanaman vertikal, seperti tanaman perdu, rumput-rumputan, suplir, phytoniabromelia, kadaka, sirih gading, paku tanduk rusa, dan lain-lain. Selain tanaman hias, sayuran, buah-buahan berukuran kecil, dan rempah-rempah juga bisa menjadi pilihan untuk ditaman di vertical garden, apalagi jika anda menggunakan sistem hidroponik untuk taman vertical anda Beberapa tanaman termudah yang dapat anda tanam dapat dilihat pada artikel berikut.  

Farmee.id  menyediakan beberapa sistem hidroponik, anda dapat menyesuaikan sistem hidroponik yang cocok dengan vertical garden anda, atau dapat berkonsultasi dengan Parmin.

hidroponik dengan hidrogel

HIDROPONIK DENGAN HIDROGEL

Sumber : bibitbunga.com

Terdapat beberapa jenis media tanam yang digunakan dalam berkebun secara hidroponik, salah satunya yakni media tanam hidrogel. Menanam dengan menggunakan hidrogel memiliki keunggulan tersendiri selain karena mudah untuk digunakan. Penasaran bagaimana sih berkebun hidroponik dengan hidrogel ? Yuk simak artikel berikut ini

Hidrogel Hidroponik

Media tanam hidrogel merupakan kristal polimer yang berfungsi untuk menyerap dan menyimpan air serta nutrisi untuk tanaman dalam jumlah besar. Hidrogel merupakan polimer buatan yang mampu menyerap air 100-200 kali dari ukurannya dan  memiliki tingkat fleksibilitas yang sangat mirip dengan jaringan alami karena dapat berisi 90% kandungan air. Media hidrogel tidak larut dalam air melainkan menyerap dan melepaskan air ketika dibutuhkan oleh tanaman. Ketika lingkungan mulai kering, hidrogel secara bertahap mengeluarkan air yang telah disimpan sebelumnya. Hidrogel membantu mengurangi konsumsi air dan frekuensi penyiraman tanaman.

Fungsi lain hidrogel sebagai media dekorasi, pengharum ruangan/aroma terapi, serta membantu mengurangi udara kering pada ruangan ber-AC, serta penggunaan hidrogel pada bunga potong agar bunga tidak cepat layu. Media tanam hidrogel memiliki tampilan yang cantik karena memiliki berbagai macam warna yang menarik seperti merah, biru, kuning, hijau dll yang membuatnya banyak digemari pecinta tanaman.

Menanam Tanaman dengan Hidrogel

Sebelum digunakan sebagai media tanam, hidrogel berbentuk bola kristal kecil-kecil namun sedikit lebih besar dibanding dari biji sawi. Agar dapat digunakan, teman berkebun perlu merendamkan terlebih dahulu menggunakan air. Sebaiknya pergunakan air yang sudah dicampur dengan pupuk. Dosis penggunaan pupuk sesuai dengan dosis penggunakan nutrisi AB mix pada umumnya, lalu disesuaikan dengan takaran penggunaan hidrogel. Baca : https://farmee.id/tabel-ph-dan-ppm-tanaman-hidroponik/

  • Satu bungkus hidrogel (10 gr) direndam dalam air sebanyak 1,5 Liter (5 gelas air)
  • Biarkan hidrogel dalam air selama 4-6 jam
  • Butir hidrogel yang sudah mengembang ditiriskan selama 1-2 jam hingga semua kandungan airnya benar-benar tirris
  • Hidrogel siap dipindahkan sebagai  campuran media tanam

Jadi hidrogel ini jangan sesekali digunakan untuk berkebun hidroponik outdoor yang terkena paparan sinar matahari langsung. Gunakan hidrogel untuk keperluan indoor saja agar hidrogelnya tetap awet tahan lama.

Keunggulan dan Kelemahan Media Tanam Hidrogel

Keunggulan :

  • Tampilan fisik yang unik dan dekoratif
  • Daya serap air super banyak
  • Terurai secara alami oleh mikroba menjadi H2O, CO2 dan komponen nitrogen

Kelemahan :

  • Tidak tahan panas
  • Meleleh dan lumer bila terkena sinar matahari langsung

Tidak semua tanaman dapat tumbuh dengan baik menggunakan media tanam hidrogel. Ciri-ciri tanaman yang dapat tumbuh pada hidrogel yaitu tanaman yang mempunyai sifat tahan kadar air berlebih, tahan kelembapan tinggi, tidak berkayu, tanaman dalam ruang, dan umumnya tidak berbunga.

Tertarik untuk memulai berkebun secara hidroponik ? Farmee hadir untuk membantu teman berkebun dalam proses berkebun hidroponik karena Farmee menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Tentunya kami akan dampingi sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun? Kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di Instagram

ffe0bd73ba0753b4332fbd846bba370a

Bagaimana Cara Menyesuaikan PPM ?

PPM adalah singkatan dari Part Per Million, satuan ini menunjukkan kandungan suatu senyawa dalam suatu larutan. Ketik dihubungkan dengan hidroponik, maka ukuran tersebut melambangkan takaran nutrisi dalam satu liter air bersih.

Manfaat

Setiap tanaman memiliki nilai PPM minimal dan maksimal yang berbeda-beda. Memperhatikan nilai setiap tanaman menjadi sangat penting karena sangat mempengaruhi penyerapan nutrisi tanaman. Karena ukuran Part Per Million yang terlalu tinggi mengakibatkan daun tanaman terbakar pertumbuhan melambat kemudian layu dan mati.

Berapa PPM yang sesuai?

Dibawah ini merupakan ukuran untuk beberapa tanaman,  jika anda tidak menemukan yang dicari anda dapat melihat lainnya pada artikel berikut. 

Nama Sayuran pH PPM
Lobak 6.0 – 7.0 840-1540
Selada 6.0 – 7.0 560 – 840
Pak Choi 7 1050 -1400
Ketimun 5.5 1190 – 1750
Tomat 6.0 – 6.5 1400 – 3500
Sawi Pahit 6.0 – 6. 840 – 1680
Strawberry 6 1260 – 1540
Kangkung 5.5 – 6.5 1050 – 1400
Sawi 5.5 – 6.5 1050 – 1400
Kailan 5.5 – 6.5 1050 – 1400
Bayam 6.0 – 7.0 1260 – 1610

Alat Ukur PPM

TDS atau PPM Meter bisa diartikan sebagai alat untuk mengukur jumlah padatan atau partikel.  Alat ini juga bisa digunakan untuk mengukur kepekatan nutrisi hidroponik yang terlarut dalam air. Atau konsentrasi nutrisi yang terlarut dalam air.

Cara menggunakan alat ini yaitu : celupkan ujung TDS pada nutrisi yang telah tercampur air dan sudah diaduk. Tingkat PPM akan muncul pada layar tampilan.

Bagaimana jika tidak sesuai?

Bagaimana jika setelah dilakukan pengukuran, nilai yang tertera tidak sesuai dengan nilai yang seharusnya dimiliki tanaman. Apabila nilai lebih rendah berarti kadar nutrisi kurang, tambahkan sedikit demi sedikit nutrisi baku pada larutan nutrisi. Jangan sekaligus karena dikhawatirkan nilai nya karena terlalu tinggi. Jika nilai yang tertera lebih tinggi, berarti kadar nutrisi berlebih. Coba tambahkan air netral sedikit demi sedikit hingga sesuai dengan nilai yang kita butuhkan. Apabila anda sedang mencari alat ukur PPM anda dapat membelinya di Farmee.id.

Farmee.id menyediakan paket instalasi hidroponik dan peralatan pendukung hidroponik lainnya. Ditambah lagi terdapat sesi pendampingan sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun? Kontak kami sekarang melalui nomor di sini atau DM di Instagram

sistem irigasi tetes

Mengenal Sistem Irigasi Tetes (Drip Irrigation System) Hidroponik

Sumber : simaless.com

Ada berbagai metode yang dapat digunakan dalam berkebun secara hidroponik, salah satunya yakni sistem irigasi tetes (Drip Irrigation System). Hidroponik sistem tetes adalah salah satu sistem hidroponik dimana cara kerjanya adalah dengan meneteskan larutan nutrisi pada akar tanaman untuk menjaga kelembapannya, sehingga menghemat air dan pupuk. Untuk mengetahui lebih dalam terkait sistem irigasi tetes, yuk simak artikel berikut ini

Jenis – Jenis Sistem Irigasi Tetes

1. Sistem irigasi tetes sirkulasi

Jenis sistem ini dapat juga disebut sebagai recovery drip, yaitu penggunaan kembali nutrisi tanaman yang terdapat pada media air dan sudah diserap akar tanaman. Lalu, akar tanaman yang basah akan kembali ke reservoir untuk diresirkulasi melalui sistem hidroponik. Hal tersebut terus berputar dan berulang-ulang.

Sementara itu, larutan pada sistem irigasi tetes sirkulasi dapat mengubah pH dan level kekuatan nutrisi sebagaimana tumbuhan menggunakan atau memerlukan nutrisi di dalam air ketika terjadi proses sirkulasi. Karena itu, sistem irigasi tetes sirkulasi ini harus rutin di cek dan menyesuaikan level pH yang dibutuhkan secara berkala.

2. Sistem irigasi tetes non-sirkulasi

Jenis sistem ini dapat juga disebut sebagai non-recovery drip, yaitu penggunaan media air yang sudah diberikan nutrisi yang tepat untuk tanaman. Tidak ada larutan nutrisi yang didaur ulang dan digunakan lagi dalam reservoir. Hal itu disebabkan oleh pemberian nutrisi dilakukan melalui tetesan dan siraman air yang dilakukan secara teratur sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Pembeian nutrisi, dapat mengisi wadah dengan menggunakan larutan nutrisi atau air yang telah diseimbangkan dan pH nya disesuaikan.  Pada sistem ini, tidak perlu menjaga dan terus memantaunya, selama air dalam wadah tetap dijaga secara perlahan-lahan bergerak atau beredar sehingga unsur-unsur mineral yang lebih berat tidak menetap di bagian bawah. Ini akan tetap menjadi larutan nutrisi yang seimbang dan memiliki pH yang telah disesuaikan.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Irigasi Tetes

Kelebihan :

  1. Masalah akar kurang mendapat cairan nutrisi dapat dihindari, karena cairan nutrisi langsung diteteskan ke akar tanaman.
  2. Akar mendapat oksigen yang memadai, karena akar tanaman tidak pernah sampai terendam dalam air. Cairan nutrisi tetes melewati akar membawa oksigen segar bersamanya.
  3. Biaya konstruksi irigasi sistem yang murah. Tidak dibutuhkan tempat penampungan cairan nutrisi yang besar dan tidak dibutuhkan valves atau keran.
  4. Sistem irigasi tetes sangat sederhana dan komponennya juga sedikit, sehingga kemungkinan gagalnya kecil.
  5. Cairan nutrisi ditetes langsung ke setiap akar tanaman.
  6. Menghemat listrik. Cairan nutrisi dapat dipompa ke penampungan cairan yang diletakkan ditempat yang agak tinggi dan cairan turun tetes karena grafitasi bumi. Pompa tidak perlu jalan 24 jam.

Kekurangan :

  1. Kadang pada media tanam yang licin permukaannya seperti kerikil atau yang tidak begitu menyerap air, cairan nutrisi tetes dan langsung mengalir kebawah melalui sebagian akar saja, sehingga akar-akar yang lain tidak mendapatkan cairan nutrisi yang memadai.
  1. kadang-kadang selang tetesnya tersumbat karena adanya kotoran pada cairan nutrisi. disarankan pakai filters sebelum cairan nutrisi dialiri melalui selang ke seluruh tanaman.
  2. Kesalahan manusia. Kadang karyawan mencabut selang tetes dan lupa menaruh kembali, mengakibatkan tanaman tidak teraliri cairan nutrisi.
  3. Selang tetes tidak tertanam kedalam akar dengan benar, sehingga cairan nutrisi membasahi permukaan media tanam, hal ini menyebabkan tumbuhnya lumut yang subur pada permukaan tanaman dan mengganggu pertumbuhan tanaman.

Untuk membantu teman berkebun memulai proses berkebun hidroponik, Farmee  menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Dan tentunya kami akan dampingi sampai berhasil panen. Ingin segera berkebun hidroponik ? Lakukan pemesanan dengan kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di instagram.

ph hidroponik

Cara Menggunakan pH Meter

pH meter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur tingkat keasaman larutan nutrisi. Alat ini digunakan agar larutan nutrisi memiliki keasaman yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.  Dalam hidroponik, menjaga kondisi pertumbuhan tanaman agar tetap optimal merupakan kunci dari keberhasilan pertumbuhan tanaman. Nilai pH menjadi kunci dari penyerapan nutrisi larutan hidroponik. Meskipun nutrisi yang diperikan berlimpah namun jika pH nya tidak tepat, maka tanaman tidak mampu menyerap nutrisi tersebut. Untuk mengetahui lebih lanjut keterkaitan pH dengan hidroponik anda dapat membaca artikel sebelumnya disini. Setiap tanaman memiliki pH yang berbeda yang dapat anda lihat pada artikel berikut. Lalu, bagaimana cara mengukur pH menggunakan pH meter? Simak artikel dibawah ini.

Kalibrasi pH meter

Sama seperti alat ukur lainnya, pada penggunaan pertama pH meter harus di kalibrasi agar dapat memberi ukuran dengan tingkat akurasi yang benar dan tepat.

Alat dan Bahan

  • pH meter
  • Air accu, air suling atau air buangan AC
  • 3 Buah gelas ukuran 250 ml
  • Gelas ukur
  • Larutan penyangga atau buffer
  • Kain bersih

Cara Kalibrasi

  1. Tuangkan air aquades pada ketiga gelas yang telah ditandai gelas A,B,C
  2. Tambahkan buffer ke dalam salah satu gelas, kemudian aduk hingga larut
  3. Bilas alat ukur anda sebelum dipakai, buka sarung proteksi kemudian rendam bagian elekroda ke dalam gelas yang tidak tercampur buffer beberapa saat, kemudian angkat dan keringkan dengan kain.
  4. Nyalakan pH meter dengan menekan tombol “on”, kemudian celupkan bagian elektroda ke dalam gelas yang dicampur dengan buffer, tunggu beberapa saat sampai angka stabil dan tidak berubah.
  5. Pastikan berapa pH buffer yang digunakan, jika angka pada layar digital tidak sama dengan PH buffer yang digunakan, putar skrew yang ada di bagian belakang alat ukur ini menjadi angka yang sesuai dengan pH buffer.
  6. Selanjutnya matikan alat ukur anda, kemudian celupkan pada gelas yang belum ditambah larutan buffer, kemudian keringkan dengan kain.
  7. Ulangi langkah ke-4 dengan larutan buffer lainnya, pastikan larutan buffer sudah dicampur dan diaduk hingga larut.  Cocokkan angka pada layar digital dengan pH buffer yang digunakan. Jika belum sesuai anda dapat menyesuaikannya seperti pada langkah ke-5.
  8. Matikan, kemudian bilas dengan air bersih dan lap dengan kain.
  9. Selesai, alat ukur anda telah dikalibrasi dan siap digunakan.

Penggunaan pH Meter

Untuk menggunakan tekan tombol on, kemudian celupkan pada larutan yang akan diukur pH nya, tunggu hingga angka di layar stabil. Setelah digunakan,  pastikan anda selalu membersihkan dengan air akuades, dan lap dengan kain hingga kering. Jika anda membutuhkan alat ukur ini anda dapat membelinya di Farmee.id.

Farmee.id menyediakan paket instalasi hidroponik dan peralatan pendukung hidroponik lainnya. Ditambah lagi terdapat sesi pendampingan sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun? Kontak kami sekarang melalui nomor di sini atau DM di Instagram