media tanam hidroponik substrat

MEDIA TANAM UNTUK HIDROPONIK SUBSTRAT

Sumber : budidayahewandantanaman.com

Ada beberapa sistem hidroponik yang teman berkebun mungkin sudah ketahui, seperti sistem NFT, DFT, Wick Sistem, dan lain sebagainya. Baca https://farmee.id/ragam-jenis-sistem-hidroponik/ . Semua sistem hidroponik tentu memerlukan media tanam sebagai media yang membantu mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dimulai dari masa penyemaian. Berikut akan parmin jelaskan media tanam untuk hidroponik substrat yang paling tepat digunakan.

Pengertian Hidroponik Substrat

Menurut jurnal dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Hidroponik substrat adalah metode hidroponik yang tidak menggunakan air sebagai media, tetapi menggunakan media selain tanah yang dapat menahan nutrisi dan air serta menyediakan oksigen untuk mendukung tanaman sebagaimana fungsi tanah. Jika umumnya hidroponik erat kaitannya dengan air namun kali ini tidak. Cara ini menggunakan media selain tanah dan air serta memberikan oksigen untuk mendukung tanaman seperti fungsi pada tanah.

Media Tanam Hidroponik Substrat

1. Arang Sekam

Media tanam arang sekam menjadi media paling populer digunakan masyarakat Indonesia dalam membudidayakan tanaman dengan metode hidroponik substrat. Dengan menggunakan arang sekam sebagai media tanam hidroponik substrat, banyak kelebihan yang akan didapat diantaranya steril, murah, dan menghemat waktu. Di dalamnya juga terkandung komponen-komponen kimiawi yang mendukung tumbung kembang tanaman.

2. Ampas Tebu

Media tanam ampas tebu sering juga disebut dengan bagase sebagai media tanam untuk hidroponik substrat. Bagase dapat ditemukan pada industri-industri yang memproduksi tebu. Limbah berserat ini merupakan hasil penggilingan tebu yang teman berkebun dapat manfaatkan sebagai media tanam hidroponik.

Bagase mengandung bahan-bahan yang diperlukan oleh tanaman seperti lignoselulosa, hemiselulosa, dan lainnya. Kelebihan ampas tebu ialah mengandung bahan organik serta memiliki kandungan unsur hara yang tinggi sehingga sangat cocok digunakan sebagai media hidroponik substrat. Sedangkan kekurangannya ialah mudah ditumbuhi jamur, sebab mengandung gula dan air yang tinggi.

3. Pasir

Media tanam pasir juga cukup banyak digunakan sebagai media tanam hidroponik substrat, selain karena kandungannya bagu, media tanam ini juga sangat mudah ditemukan. Bahkan di sepanjang jalan terdapat banyak sekali pasir berserakan.

Bobot pasir yang tergolong berat disinyalir mampu menopang tegaknya tanaman. Selain itu, dengan adanya pori-pori makro di dalam pasir berguna untuk memperoleh sirkulasi udara yang baik untuk pertumbuhan tanaman.

4. Kerikil

Batu berukuran kecil ini hampir mempunyai sifat yang sama dengan pasir, untuk itu sangat bagus dijadikan media tanam hidroponik. Kerikil mempunyai kandungan unsur udara dan zat hara yang cukup tinggi berfungsi sebagai ruang bagi akar untuk tumbuh secara optimal.

5. Cacahan Pakis

Media tanam cacahan pakis atau dapat juga menggunakan batang pakis, diyakini mampu dengan mudah mengikat air dan juga mempunyai sistem aerasi serta drainase yang baik. Hal tersebut sangat penting bagi tumbuh kembangnya suatu tanaman. Teman berkebun dapat membeli cacahan pakis di toko-toko tanaman, atau jika tidak ada teman berkebun dapat membeli batangnya saja kemudian dipotong sendiri di rumah.

Itulah media hidroponik yang paling cocok untuk digunakan pada sistem hidroponik substrat. Namun, tidak menutup kemungkinan masih ada media tanam lain yang dapat digunakan, seperti peatmoss, cocopeat, gravel, perlite, vermiculite, hydrogel, rockwool. Baca https://farmee.id/media-tanam-hidroponik/ . Penggunaan media tanam hidroponik substrat ini, dapat teman berkebun sesuaikan saja sesuai kebutuhan tanaman yang akan dibudidayakan.

Tertarik untuk memulai berkebun secara hidroponik ? Farmee hadir untuk membantu teman berkebun dalam proses berkebun hidroponik karena Farmee menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Tentunya kami akan dampingi sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun? Kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di Instagram

media tanam hidroponik

Syarat Media Tanam Hidroponik Agar Tanaman Tumbuh Subur

Sumber : suara.com

Berkebun hidroponik memerlupkan persiapan yang baik agar proses pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar. Media tanam hidroponik merupakan salah satu bagian yang penting dalam menentukan apakah tanaman kamu bisa tumbuh optimal atau tidak. Kita bisa memakai air sebagai bahan utama serta media tanam lain untuk penyangga tanaman seperti sabut kelapa, arang sekam, rockwool, kerikil, pasir, dan masih banyak lagi. Berikut syarat media tanam hidroponik agar tanaman tumbuh subur.

1. Dapat membuang air dalam jumlah berlebih

Media tanam hidroponik harus mampu membuang air dalam jumlah yang berlebihan. Dalam hal ini, jika air pada tanaman telah terlampau banyak (berlebih) maka peran dari media tanam ialah memastikan air dalam jumlah yang baik sehingga tanaman tidak menjadi layu.

2. Bersifat gembur dan subur

Syarat media tanam hidroponik yang baik haruslah mempunyai sifat gembur dan dapat menyuburkan tanaman. Hal ini mutlak diperlukan segala jenis tumbuhan supaya bisa berkembang lebih baik, untuk itu pastikan syarat ini terpenuhi.

3. Menyimpan air yang cukup untuk perkembangan tanaman

Semua jenis tanaman pasti membutuhkan air untuk memaksimalkan pertumbuhannya, tanpa air tanaman tidak mungkin tumbuh hingga besar. Maka dari itu, media tanam hidroponik yang baik mesti menyimpan air yang cukup. Selain untuk menjaga tanaman tetap tumbuh sempurna, teman brekebun juga tidak perlu repot sering-sering menyiram tanaman karena pasokan air telah terpenuhi dari media tanam.

4. Tidak mengandung garam laut

Pastikan media tanam yang teman berkebun gunakan tidak mengandung garam laut, sebab membudidayakan tanaman menggunakan metode hidroponik tidak boleh ada kandungan garam laut, karena akan menyebabkan tanaman tidak berkembang atau bahkan mati.

5. Memiliki Ph dan tingkat keasaman netral

Media tanam dengan derajat keasaman tanah netral sampai alkalis sangat cocok dipakai untuk hidroponik. Ph yang memenuhi standar ialah sekitar 6-7, jadi pastikan media tanam memenuhi syarat tersebut.

6. Sirkulasi udara yang baik

Media hidroponik yang ideal adalah mempunyai tempat sirkulasi udara yang baik, dikarenakan prinsip hidroponik itu sendiri adalah memberi kebutuhan berupa air serta jumlah nutrisi yang cukup. Sehingga media tanam harus memiliki rongga yang menyimpan oksigen untuk menjaga sirkulasi udara berjalan baik.

7. Murah dan berkualitas

Media hidroponik mempunyai kualitas bagus namun dijual dengan harga relatif murah. Dalam kondisi ini, teman berkebun harus mampu mencari toko yang memiliki produk kelas atas namun harga masih dapat dijangkau. Selain itu, pastinya banyak keuntungan yang akan teman berkebun dapat, seperti menjadikan tanaman tumbuh lebih subur dan tentu akan lebih menghemat uang teman berkebun. Namun, apabila teman berkebun ingin membeli media tanam yang agak mahal harganya namun sudah terjamin kualitasnya maka silahkan saja, semua itu disesuaikan dengan budget yang teman berkebun miliki.

Terdapat beberapa pilihan media tanam yang dapat teman berkebun pertimbangkan sebelum memulai berkebun secara hidroponik. Baca https://farmee.id/media-tanam-hidroponik/

Tertarik untuk memulai berkebun secara hidroponik ? Farmee hadir untuk membantu teman berkebun dalam proses berkebun hidroponik karena Farmee menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Tentunya kami akan dampingi sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun? Kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di Instagram

hidroponik

Ragam Jenis Sistem Hidroponik

Sumber : balinews.id

Perkembangan kehidupan baik dari teknologi, politik, ekonomi bahkan budaya makin kesini semakin meningkat dan banyak perubahan. Termasuk pada sistem pertanian kini memiliki banyak kemajuan mulai dari teknologinya, sistemnya dan teknik dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Hidroponik merupakan salah satu sistem yang menunjukkan kemajuan dari dunia pertanian terutama di daerah perkotaan (urban farming). Yuk simak artikel ragam jenis sistem hidroponik yang dapat teman berkebun lakukan

Pengertian Hidroponik

Hidroponik merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menanam berbagai bentuk tanaman dengan tanpa menggunakan tanah. Tanaman yang ditanam dengan menggunakan media hidroponik terbukti lebih sedikit menggunakan air jika dibandingkan dengan metode penanaman dengan media tanah pada umumnya. Pemenuhan unsur hara pada tanaman hidroponik dilakukan dengan memberikan nutrisi AB mix hidroponik. Baca https://farmee.id/tips-trik-penggunaan-nutrisi-ab-mix/

Teknik penanaman hidroponik menjadi sangat populer karena kemudahan dan efisiensinya dalam menggunakan lahan yang ada. Hidroponik tidak membutuhkan ruangan yang luas bahkan temab berebun bisa membuatnya sendiri dalam sebuah ruangan kecil yang ada pada rumah.

Ragam Jenis Sistem Hidroponik

Sumber : bertaniorganik.com

1. Sistem Wick Hidroponik

Metode hidroponik ini yang paling mudah dan sederhana untuk dilakukan. Dalam sistem wick, tanaman akan ditempatkan pada sebuah wadah yang diletakkan tepat pada sebuah tempat penyimpanan air. Wadah penyimpanan air tersebut sebelumnya sudah diberikan larutan nutrisi AB mix. Sistem ini bisa dibuat dengan mudah hanya dengan menggunakan tali atau kain wol dan wadah yang terbuat dari plastik.Baca https://farmee.id/sistem-wick-hidroponik/

2. Sistem Deep Water Culture Hidroponik

Pengertian sistem deep water culture merupakan salah satu metode hidroponik yang paling sederhana dan paling populer digunakan oleh banyak orang karena tanaman cukup dimasukkan ke dalam air aerasi. Sistem sering juga disebut dengan sistem rakit apung hidroponik. Akar dari tanaman akan selalu berada di bawah permukaan air sehingga membutuhkan sistem aerasi yang baik agar tanaman bisa tumbuh secara normal dan cepat. Pasanglah sistem aerasi pada dasar wadah dan mengalirkan udara dari mesin oksigen dengan menggunakan selang karet yang sudah dilubangi agar oksigen bisa terbagi secara merata pada seluruh tanaman.

3. Sistem Dutch Bucket

Dutch Bucket adalah metode yang sering digunakan untuk budidaya dengan jenis tanaman yang memiliki akar tunggang. Tanaman yang dapat dibudidayakan menggunakan metode ini adalah melon, cabai, paprika dan tomat. Sistem ini menggunakan metode nutrisi yang terserap langsung oleh akar tanaman dan sisanya akan dibawa ke tandon untuk disirkulasikan kembali.

Kebutuhan nutrisi disistem ini menggunakan irigasi tetes, nutrisi langsung dari bagian atas yang dialirkan kearah bawah sehingga dapat diterima akar dengan baik. Nutrisi ini diambil dari tandon yang dialirkan lewat pipa dan didistribusikan ke tanaman menggunakan selang dengan metode tetes. Metode ini juga dapat disebut dengan metode EBB dan Flow yang terdapat sebuah timer yang akan mengatur waktu untuk mengalirkan air yang sudah diberikan pupuk, pada tanaman dalam waktu yang sudah ditentukan. Baca https://farmee.id/dutch-bucket-hidroponik/

4. Sistem Aeroponik

Pengertian sistem aeroponik merupakan salah satu sistem menggunakan air yang sudah dikabutkan dan dialirkan pada akar-akar dari tanaman yang sudah disusun dengan cara sedemikian rupa. Metode penanaman ini termasuk salah satu cara yang paling sulit untuk dilakukan dan mahal tetapi tidak memerlukan tempat yang banyak di rumah.

5. Sistem Drip Irrigation

Metode ini menggunakan sistem aerasi untuk mengalirkan air yang sebelumnya sudah diberikan nutrisi dan akan diteteskan pada akar serta batang tanaman secara berkala. Metode ini memang cukup kompleks karena harus memastikan agar air hasil aerasi yang berlebihan, terbuang dan tidak membuat tanaman menjadi busuk karena kelebihan nutrisi. Sistem ini juga memungkinkan menanam tanaman yang berukuran besar karena tidak memerlukan banyak tempat untuk mengaliri air pada bagian bawah dari wadahnya. Baca https://farmee.id/sistem-irigasi-tetes/

6. Metode Nutrient Film

Sistem ini bekerja dengan tanaman hidroponik akan secara berkala dialirkan air yang mengandung nutrisi dengan menggunakan pipa di bawah tanaman. Metode ini cukup berbeda dengan cara lainnya karena akar dari tanaman tidak akan terendam di dalam air dan hanya akan dialiri oleh air saja. Baca https://farmee.id/sistem-nft-dalam-hidroponik/

7. Metode Bubbleponic

Sumber : brainly.com

Metode ini mengandalkan gelembung udara yang dihasilkan oleh sistem aerasi agar tanaman bisa terus tumbuh dan mendapatkan oksigen dengan cukup. Metode ini juga mengharuskan agar akar dari tanaman tetap berada di dalam air dan sudah dialiri oleh nutrisi agar tanaman bisa tumbuh dengan subur

8. Sistem Fertigasi

Sumber : indonesiabertanam.com

Pengertian sistem fertigasi merupakan teknik yang mengharuskan teman berkebun untuk mengalirkan air yang mengandung nutrisi dan unsur hara dengan menggunakan cara irigasi. Dalam sistem ini biaya untuk melakukan pemupukan akan berkurang karena pupuk akan langsung diberikan secara bersamaan dengan penyiraman tanaman. Metode ini juga membuat teman berkebun menjadi lebih berhemat dalam pemakaian pupuk karena pemberian pupuk pada tanaman jumlahnya sedikit namun secara terus-menerus.

9. Sistem Bioponic

Sumber : bertaniorganik.com

Metode tanam bioponik merupakan metode budidaya tanaman hybrid yang menggabungkan antara sistem tanam hidroponik dengan sistem pertanian organik. Metode ini ditemukan untuk mengatasi masalah-masalah dan menggabungkan keuntungan dari dua metode tanam tersebut. Jadi, metode bioponik adalah sistem hidroponik yang menggunakan nutrisi organik yang berasal dari bahan-bahan alami.

Tertarik untuk memulai berkebun secara hidroponik ? Farmee hadir untuk membantu teman berkebun dalam proses berkebun hidroponik karena Farmee menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Tentunya kami akan dampingi sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun? Kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di Instagram

tanam daun rosemary hidroponik

Tanam Daun Rosemary Hidroponik

Sumber : bibitbunga.com

Bunga rosemary adalah salah satu jenis tanaman herbal yang kini sering dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Bunga dengan nama ilmiah Rosmarinus officinalis ini dikenal dengan baunya yang begitu harum dan menyegarkan. Daun rosemary juga dipercaya dapat menyembuhkan penyakit flu dan rematik. Selain itu, bentuk daun rosemary juga begus, sehingga juga cocok untuk ditanam di halaman rumah untuk dijadikan tanaman hias. Berikut cara tanam daun rosemary hidroponik yang teman berkebun dapat lakukan di rumah.

Proses Semai Daun Rosemary Hidroponik

  1. Siapkan alat dan bahan hidroponik, seperti rockwool, benih daun rosemary, air secukupnya, tusuk gigi dan penutup semaian.
  2. Basahi rockwool dengan air secukupnya (hanya lembab, tidak sampai basah)
  3. Lubangi rockwool dengan tusuk gigi sebagai tempat semai benih
  4. Benih disimpan ditempat gelap (ditutup menggunakan penutup semaian) selama 1-2 hari
  5. Setelah benih sudah pecah, segera perkenalkan tanaman pada cahaya matahari.

Untuk menanam rosemary juga dapat dilakukan dengan cara stek atau potongan batangnya. Caranya yakni Potong rosemary sepanjang 4 inch untuk ditanamkan kembali. Pilih bagian tumbuhan yang bagus, baik batang maupun daunnya. Selain itu pilih tanaman yang sudah cukup umur, bukan tanaman yang masih muda. Tanaman yang akan ditumbuhkan melalui stek batang akan mempunyai karakter sama dengan indukannya. Kemudian tanam potongan rosemary tadi ke dalam sebuah pot yang sudah terisi media tanam seperti hidroton ataupun tanah yang dicampur dengan pasir kasar serta lumut gambut dengan perbandingan 2:1. Kemudian letakkan pot pada tempat yang dapat terkena sinar matahari namun bukan langsung terkena sinar matahari. Siramlah potongan tanaman ini dengan teratur hingga bagian akarnya bisa terbentuk, yaitu kemungkinan sekitar 20 hari.

Pindah Tanam Bibit Daun Rosemary

Pindah tanam bibit daun rosemary dapat dilakukan setelah muncul daun sejati. Ketika hal itu terjadi, artinya perakaran tanaman sudah cukup kokoh untuk dipindah tanamkan. Bibit daun rosemary dipindah bersamaan dengan media tanam rockwool ke dalam netpot. Setelah itu, netpot yang sudah berisi tanaman daun rosemary dimasukkan ke dalam lubang instalasi / media hidroponik lainnya.

Daun rosemary dapat ditanam pada pot yang lebih besar namun dapat juga ditanam pada tanah lahan pekarangan rumah. Karena selain ditanam untuk tujuan kesehatan, rosemary juga dapat dibuat sebagai pagar bagi tanaman lain. Sebaiknya gunakan media hidroponik yang lebih besar dan media tanam selain air saja karena tanaman akan mati apabila terlalu kelebihan air.

Perawatan Daun Rosemary

  • Rosemary baik dibudidayakan dengan media tanam hidroton dan lebih baik berada pada media tanama arang sekam dengan sedikit tanah yang kering, untuk itu lakukan penyiraman secukupnya saja setiap hari. Apabila terkena hujan, maka teman berkebun tidak perlu lagi menyiramnya.
  • Semakin basa tanah yang menjadi media tanamnya, bau bunga rosemary akan semakin harum. Untuk itu, teman berkebun dapat mengecek pH nya dengan pH-meter untuk melihat asam-basa pada tanahnya. Jika terlalu asam, teman berkebun menurunkan pH-nya dengan pH down agar menambah tingkat kebasaan dan rosemary dapat lebih harum berikutnya. Baca https://farmee.id/tips-trik-penggunaan-nutrisi-ab-mix/
  • Jika sudah memasuki musim penghujan atau dingin, masukkan rosemary ke dalam ruangan saja, agar suhunya lebih hangat dan bisa tetap hidup dengan sehat.
  • Jangan lupa untuk memangkas apabila rosemary terlalu rimbun dan cabang-cabangnya terlalu banyak. Rapikan beberapa cabang yang dianggap perlu saja. Selain itu, apabila ada bagian tanaman yang layu atau mati, segera pangkas agar tidak menyebar ke bagian tanaman yang lain.

Panen Daun Rosemary Hidroponik

Daun rosemary dapat dipanen ketika tanaman sudah tumbuh cukup besar dan mengeluarkan harum. Tanaman ini selalu hijau sepanjang tahun, maka ketika tumbuh besar teman berkebun dapat memanennya kapan saja sesuka hati untuk digunakan. Daun rosemary bisa digunakan sebagai bahan makanan dan minuman ataupun obat. Rosemary yang sudah dikeringkan dapat digunakan juga sebagai pengharum lemari alami apabila dibutuhkan. Bukan hanya itu, teman berkebun juga bisa menggunakannya ketika mandi sebagai sabun alami karena kandungan zatnya sangat baik untuk kelembutan dan kesegaran tubuh. Namun, mungkin ada beberapa orang yang tidak cocok. Untuk itu, apabila gatal setelah digunakan, lebih baik konsultasikan ke dokter.

Beberapa varietas dapat tumbuh hingga 2 meter, sehingga sebelum menanam pastikan yang Anda tanam sesuai dengan kebutuhan Anda sendiri.

Tertarik untuk memulai berkebun secara hidroponik ? Farmee hadir untuk membantu teman berkebun dalam proses berkebun hidroponik karena Farmee menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Tentunya kami akan dampingi sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun? Kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di Instagram

panen bawang daun hidroponik

PANEN BAWANG DAUN HIDROPONIK

Sumber : balipost.com

Bawang daun merupakan salah satu pelengkap masakan yang sang sering digunakan. Aromanya yang kuat menjadikan daun bawang digunakan sebagai bumbu dalam masakan. Untuk budidaya bawang daun ternyata dapat dilakukan dengan metode hidroponik loh teman-teman berkebun. Penasaran bagaimana caranya ? Berikut parmin jelaskan cara tanam dan panen bawang daun hidroponik

Proses Semai Daun Bawang Hidroponik

  • Persiapkan alat dan bahan seperti Rockwool, benih bawang daun, gergaji besi/cutter, dan instalasi/media hidroponik.
  • Basahi rockwool hingga lembab. Usahakan agar rockwool tidak terlalu basah, tetapi tidak juga terlalu kering, dan sebatas lembab saja. Kemudian buat lubang tanam pada rockwool tersebut menggunakan tusuk gigi atau semacamnya.
  • Setelah itu, buka kemasan biji benih daun bawang dan letakkan benih daun bawang tersebut ke lubang tanam yang telah disiapkan.
  • Apabila telah selesai, tutup semaian tersebut menggunakan penutup semaian yang berwarna gelap atau berwarna hitam. Tunggu semaian hingga berhasil pecah benih.
  • Setelah pecah benih, buka penutup semaian dan langsung kenakan semaian tersebut ke sinar matahari agar tanaman nantinya tidak kutilang.
  • Selama semaian tersebut mendapatkan sinar matahari, tentu saja ada kemungkinan untuk rockwool menjadi lebih kering. Oleh sebab itu, jaga kelembaban rockwool tersebut dengan menyiram air sedikt demi sedikit secukupnya sesuai dengan kebutuhan tanaman.
  • Pada umur sekitar 14 hari, semaian daun bawang tersebut sudah bisa dipindah tanam di sistem hidroponik yang anda inginkan.

Proses Pindah Tanam

Pindah tanam bibit bawang daun dapat dilakukan setelah muncul daun sejati. Ketika hal itu terjadi, artinya perakaran tanaman sudah cukup kokoh untuk dipindah tanamkan. Bibit bawang daun dipindah bersamaan dengan media tanam rockwool ke dalam netpot. Setelah itu, netpot yang sudah berisi tanaman bawang daun dimasukkan ke dalam lubang instalasi / media hidroponik lainnya.  Pada Kondisi ini, tanaman bawang daun sudah siap untuk diberikan nutrisi. Baca https://farmee.id/tabel-ph-dan-ppm-tanaman-hidroponik/

Perawatan dan Pembesaran Bawang Daun Hidroponik

  • Penyulaman, biji yang ditanam seringkali tidak tumbuh sehingga harus dilakukan penyulaman agar bawang daun tumbuh dengan seragam.
  • Pengecekan air, dalam menanam bawang daun hidroponik ketersediaan air sangat penting untuk selalu di cek. Volume dan kualitas air akan menentukan kualitas tanaman dan hasil panen bawang daun.
  • Pemberian larutan nutrisi, dalam menanam bawang daun hidroponik diberikan dengan cara melarutkan larutan nutrisi kedalam air kemudian dialirkan kedalam penampang hidroponik. Baca https://farmee.id/tips-trik-penggunaan-nutrisi-ab-mix/
  • Sanitasi air dan lingkungan, selalu bersihkam penampang hidroponikd dan kuras airnya agar tidak ditumbuhi lumut yang dapat menganggu penyerapan nutrisi pada tanaman. Jaga juga kebersihan lingkungan sekitar agar penyebaran penyakit dan hama dapat diminimalisir. Baca https://farmee.id/cara-membersihkan-instalasi-hidroponik/

Farmee menyediakan benih unggul yang dapat teman berkebun pesan untuk memulai menanam bawang daun. Benih unggul bawang daun Farmee merupakan benih terpercaya dan sudah terbukti menghasilkan sayuran yang renyah. Pemesanan benih dapat dilakukan dengan kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di instagram. Tidak hanya benih, Farmee juga menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Dan tentunya kami akan dampingi sampai berhasil panen. So, tunggu apalagi ?

tips & trik menanam tanaman hias hidroponik

Tips & Trik Menanam Tanaman Hias Hidroponik

Sumber : haibunda.com

Kegiatan bertanam tanaman hias saat ini sedang rame dikalangan ibu-ibu rumah tangga untuk memperindah lingkungan rumah. Namun tidak hanya untuk memperindah, tanaman hias juga memiliki manfaat sebagai terapi saraf, mengurangi stress, mengurangi debu serta menyegarkan dan menyehatkan mata. Berikut parmin paparkan tips & trik menanam tanaman hias hidroponik yang mudah.

1. Siapkan Alat dan Bahan Hidroponik

Sebelum memulai bertanam tanaman hias hidroponik, lebih baik mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan selama berkebun hidroponik. Alat dan bahan yang digunakan dalam hidroponik yakni seperti pot plastik berwarna gelap, baskom atau bak, media tanam, bibit tanaman hias, larutan AB MIX untuk tanaman hias, handsprayer, dan pestisida.

2. Tentukan Media Tanam Hidroponik

Menentukan media tanam dalam hidroponik menjadi bagian yang penting karena penggunaan media yang tepat maka tanaman akan dapat tumbuh secara optimal. Setiap jenis media tanaman memiliki karakteristik masing masing.

Berikut beberapa rekomendasi media tanam yang dapat teman berkebun gunakan sebagai media tanam tanaman hias :

  • Arang Kayu : Media tanam arang kayu merupakan media yang di buat dari sisa pembakaran kayu. Selain steril media arang juga tidak mudah lapuk, sehingga tidak akan di tumbuhi jamur atau bakteri yang merugikan tanaman. Di sisi lain, media ini tidak memiliki kandungan unsur hara sehingga teman berkebun harus sering melakukan pemberian nutrisi agar pertumbuhan tanaman optimal.
  • Batang Pakis : Media ini berasal dari batang pakis dan memiliki tekstur lembut sehingga mudah ditembus akar. Media ini mampu mengikat air, sehingga tidak perlu terlalu sering melakukan penyiraman. Kelemahan media ini adalah sifatnya mudah lapuk dan sering dijadikan sebagai sarang serangga seperti semut dan binatang kecil lainnya.
  • Rockwool : Media tanam rockwool menjadi media yang paling banyak digunakan oleh petani hidroponik. Media ini banyak dipilih karena memiliki komposisi yang baik antara kandungan udara dan airnya. Media ini sangat direkomendasikan karena kemampuannya dalam menyerap nutrisi, air dan udara yang baik sehingga mampu membantu pertumbuhan tanaman.
  • Cocopeat : Media tanam cocopeat atau sabut kelapa menjadi media yang bisa teman berkebun gunakan. Kemampuan media ini dalam menyerap air sangat baik sehingga cocok di gunakan di daerah panas. Namun, media ini mudah lapuk jika terus terusan terkena air hujan, sehingga akan menyebabkan akar tanaman akan mudah busuk. Namun, cocopeat mengandung unsur hara essensial yang baik bagi pertumbuhan tanaman.
  • Hidrogel : Media ini digunakan sebagai media tanam bunga hias hidroponik. Perpaduan warna hidrogel yang menarik akan memberi kesan yang unik dan artistik. Sama seperti media lainnya hidrogel tidak memiliki kandungan unsur hara apapun, sehingga untuk menunjang pertumbuhan tanaman diperlukan pemberian larutan nutrisi.

Baca https://farmee.id/media-tanam-hidroponik/

3. Tentukan Tanaman Hias Hidroponik

Tanaman yang biasa di tanam dari biji tentu harus disemai lebih dahulu dan untuk media persemaiannya bisa menggunakan rockwool. Ketika tanaman telah siap, maka dapat dipindahkan ke media tanam. Namun untuk tanaman yang diambil dari batang atau anakan, dapat langsung menanamnya kedalam media tanam.

Bibit tanaman bunga hias berkualitas harus memiliki kriteria seperti :

  • Bibit merupakan tanaman sehat, tidak ada cacat atau luka pada bagian tanaman.
  • Jika berasal dari biji, maka benih haruslah merupakan benih bersertifikat yang di beli dari seller terpercaya.
  • Tanaman memiliki daun sejati yang berjumlah 3-4 buah dan akar tanaman tumbuh dengan sehat banyak.
  • Daun berwarna hijau segar dan mengkilap.

Untuk metode penanaman tanaman hias bunga secara hidroponik dapat menggunakan teknik sederhana wick, atau menggunakan media hidrogel. Dapat juga menggunakan 2 wadah dimana wadah bagian bawah berisi larutan nutrisi, dan bagian atas berisi media tanam dan tanaman. Wadah bagian bawah harus lebih besar sehingga wadah media tanam dapat masuk kedalamnya.

Dengan begitu maka media dapat menyerap nutrisi yang diisikan ke wadah bagian bawah. Wadah bagian bawah bisa menggunakan wadah baskom transparan, sehingga memudahkan teman berkebun mengontrol kondisi larutan nutrisi. Namun, teman berkebun harus sering sering membersihkannya karena wadah yang transparan sangat rentan ditumbuhi lumut. Setelah tanaman ditanam kedalam media, maka untuk membungakannya dibutuhkan perawatan dan pemeliharaan  intensif.

4. Lakukan Perawatan dan Pemeliharaan Intensif

Point terpenting dalam budidaya hidroponik adalah ketersediaan larutan nutrisi. Oleh karena itu, selalu kontrol kondisi larutan nutrisinya. Selain itu, kebersihan dan sanitasi lingkungan harus benar-benar dijaga untuk memberikan lingkungan hidup yang baik bagi tanaman. Terlebih lagi lingkungan yang bersih akan membuat tanaman tidak mudah terserang hama dan penyakit. Penyebab hama dan penyakit muncul pada tanaman, salah satunya disebabkan karena lingkungan dan sanitasi udara yang lembab dan kotor.

5. Tips Agar Tanaman Hias Hidroponik Sering Berbunga

Tanaman hias yang ditanam akan menghasilkan bunga pada saat umur berbunganya. Ada beberapa tips, untuk membuat bunga hias hidroponik teman berkebun lebih rutin berbunga, yakni :

  • Selalu melakukan kontrol ketersedian larutan nutrisi.
  • Melakukan pemangkasan pada bunga, daun atau cabang tanaman yang mulai mati.
  • Memangkas sebagian bunga pertama yang muncul dan memiliki ukuran kecil.
  • Meletakkan tanaman di tempat yang teduh.
  • Rutin mengganti media tanam setiap setengan tahun sekali dalam periode tanam.
  • Penanggulangan hama dan penyakit terpadu jika tanaman menunjukkan gejala serangan.

Tertarik untuk memulai berkebun secara hidroponik ? Farmee hadir untuk membantu teman berkebun dalam proses berkebun hidroponik karena Farmee menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Tentunya kami akan dampingi sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun? Kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di Instagram

tanam dan panen melon hidroponik

TANAM DAN PANEN MELON HIDROPONIK

Melon hidroponik bisa ditanam menggunakan sistem wick/sistem sumbu, DB System atau Fertigasi System. Satu kelebihan metode hidroponik adalah menanam tanpa harus menyiram, karena penyiraman dilakukan sekaligus dengan pemberian nutrisi secara otomatis. Tanaman melon membutuhkan sinar matahari minimal 6 jam dalam satu hari. pH ideal media tanam melon hidroponik antara 6.0 – 7.0 dengan kepekatan nutrisi hingga 2000 ppm. Berikut cara tanam dan panen melon hidroponik.

Sumber : bibitbunga.com

Proses Semai Melon Hidroponik

  • Persiapkan alat dan bahan penyemaian seperti benih melon, media tanam (Rockwool, sekam bakar, tissue basah, cocopeat), polybag, nutrisi, dll.
  • Masukkan benih ke dalam air hangat selama 2 jam. Benih yang bagus akan tenggelam ke dasar wadah dan benih yang mengambang merupakan benih yang tidak layak.
  • Jika benih sudah pecah dan berkecambah, perkenalkan benih dengan sinar matahari. Jemur selama kurang lebih 3-5 jam.
  • Sebarkan benih melon yang sudah dijemur pada media tanam, tunggu hingga tanaman tumbuh daun.
  • Setelah memiliki 4-5 helai daun, pindahkan tanaman pada media hidroponik dan beri nutrisi yang telah disediakan. Baca https://farmee.id/tabel-ph-dan-ppm-tanaman-hidroponik/
  • Ketika tanaman sudah menginjak remaja, pindahkan tanaman pada media hidroponik dutch bucket.
  • Siapkan tiang atau lanjaran untuk media perambatan dan mengikat tanaman melon pada panjatan tersebut.
Sumber : mitalom.com
  • Bunga jantan tanaman melon umumnya terletak di bagian batang. Adapun bunga betina terletak pada tunas yang tumbuh antara batang utama dan daun. Lakukan pruning atau pemotongan pada beberapa bagian tunas. Umumnya, tunas yang dipertahankan adalah antara tunas ke-7 dan ke-9 yang umumnya muncul antara daun ke-11 hingga daun ke-14.
  • Bagi yang tidak menggunakan sistem greenhouse, tidak perlu mengawinkan bunga jantan dan bunga betina. Karena proses perkawinan dapat dilakukan oleh lebah.
  • Semua tunas di bawah 7 dan di atas 9 dipangkas. Meskipun sudah dilakukan pemotongan secara rutin, tunas-tunas tersebut pasti akan muncul dan muncul lagi. Oleh karena itu, anda perlu mengecek tanaman melon anda setiap hari dan pangkas tunas-tunas yang muncul lagi. Pemangkasan tunas bertujuan agar pertumbuhan buah melon tidak terganggu.
  • Saat buah melon sudah tumbuh sebesar telur, pangkas daun-daun yang tumbuh pada tunas, dan sisakan 2 helai saja.
  • Lakukan toping saat sudah berbuah, dan sisa daun yang dipertahankan adalah 30 helai saja.
  • Saat tanaman melon sudah berjaring dan berusia kurang lebih 50 hari atau 2 bulan, melon yang pertumbuhannya baik sudah siap untuk dipanen.

Nutrisi Melon Hidroponik

Pemberian nutrisi berupa pupuk pada melon hidroponik dapat dilakukan sesuai fase pertumbuhan tanaman melon. Masing-masing fase memiliki takaran yang berbeda-beda dalam hal pemupukan. Baca : https://farmee.id/tabel-ph-dan-ppm-tanaman-hidroponik/

  • Saat tanaman melon tumbuh daun 4 helai: nutrisi pemupukan yang diperlukan ± 400 ppm.
  • Ketika tanaman melon dipindahkan dalam media tanam hidroponik hingga berusia 2 minggu: nutrisi pemupukan yang diperlukan ± 800 ppm.
  • Setelah lebih dari 2 minggu: naikkan dosis pemupukan menjadi 1000 ppm hingga menjelang tanaman berbunga.
  • Saat tanaman melon berbunga: nutrisi yang diperlukan ±1200 ppm.
  • Ketika tanaman melon berbuah: nutrisi yang diperlukan menjadi 1500 ppm.
  • Saat tanaman melon sudah berjaring: nutrisi yang diperlukan 1800 ppm hingga siap panen.

Melon akan dipanen saat usia 60-70 hss. Caranya potong tangkai buah melon membentuk huruf T.

Manfaat Konsumsi Buah Melon

Mengkonsumsi buah melon juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, diantaranya mencegah peningkatan tekanan darah, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah penyakit, memperlancar pencernaan, mengatur mood dan membuat tidur lebih nyenyak, serta baik untuk memenuhi nutrisi untuk ibu hamil.

Tertarik untuk memulai berkebun secara hidroponik ? Farmee hadir untuk membantu teman berkebun dalam proses berkebun hidroponik karena Farmee menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Tentunya kami akan dampingi sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun? Kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di Instagram

Tanaman hidroponik bernilai ekonomi tinggi

TANAMAN HIDROPONIK BERNILAI EKONOMI TINGGI

Sumber : swastikaadvertising.com

Berkebun hidroponik dapat dilakukan terhadap berbagai jenis tanaman. Tidak hanya sekedar menyalurkan hobi, berkebun secara hidroponik juga dapat meningkatkan ekonomi baik keluarga maupun perusahaan. Beberapa tanaman hidroponik bernilai ekonomi tinggi yang bisa teman berkebun budidayakan, diantaranya :

1. Paprika

Paprika sendiri merupakan jenis tanaman hidroponik yang menguntungkan untuk dibudidayakan. Untuk pembudidayaannya, paprika termasuk tanaman yang sulit dikembangkan secara konvensioal di tanah, tidak seperti jenis cabai lain semisal cabai rawit, cabai merah, dan cabai keriting. Namun sekarang, kendala tersebut sudah bisa diatasi dengan membudidaya paprika secara hidroponik.

Pembudidayaan paprika dengan konsep hidroponik dapat memberi hasil pertanian 2,5 kg buah per tanaman apabila diberikan perawatan intensif. Pendapatan tersebut lebih banyak daripada menanam paprika di tanah yang hanya menghasilkan 1 kg buah per tanaman. Yang perlu diingat, agar bisa memperoleh hasil maksimal, maka dalam menjalankan sistem hidroponik untuk pembudidayaan paprika, teman berkebun harus memperhatikan konsentrasi nutrisi hidroponik yang diperoleh oleh paprika.

Baca https://farmee.id/tanam-dan-panen-paprika-hidroponik/

2. Tomat

Buah tomat juga bisa dibudidayakan secara hidroponik dan menjadi tanaman hidroponik bernilai ekonomi tinggi. Untuk bercocok tanam tomat secara hidroponik, langkah pertama yang teman berkebun perlu perhatikan adalah pemilihan bibit tomat yang baik. Bibit tomat bisa dibeli di farmee, belilah bibit unggul agar hasil panen lebih memuaskan. Proses berikutnya, teman berkebun perlu melakukan penyemaian benih tomat yang sudah dibeli tadi. Gunakan media tanam semisal serbuk sabut kelapa dan berikan perawatan rutin hingga berumur hampir satu bulan dan siap ditanam.

Baca https://farmee.id/cara-menanam-tomat-metode-hidroponik/

3. Timun Jepang

Tanaman timun Jepang agak sulit ditemukan, biasanya ada di kota-kota besar. Namun dengan adanya hidroponik kita dapat menanam dan panen timun Jepang setiap hari. Pembudidayaan timun Jepang dimulai dengan mempersiapkan media tanam, wadah tanam, pemeilihan benih, penyemaian benih, penanaman hasil semai, dan pemeliharaan teratur dengan larutan nutrisi hidroponik. Perawatan yang baik, benar, dan rutin akan memberikan hasil panen yang memuaskan. 

4. Terong Jepang

Selain timun Jepang, ada juga terong Jepang yang termasuk ke dalam jenis tanaman hidroponik sederhana dengan nilai ekonomi tinggi untuk dibudidayakan. Sayuran yang sudah populer di Jepang sebagai tempura dan campuran salad ini juga sudah mulai dikenal masyarakat Indonesia. Selain dijadikan makanan yang menyehatkan, terong jepang atau Hitokuchi nasubi juga kerap digunakan untuk alat pengobatan alami. Kandungan serat di dalam kulit terong misalnya, telah lama diketahui mengandung zat yang dapat mencegah kanker usus.

5. Selada

Sayuran selada tentu sudah bukan rahasia umum lagi untuk dapat dibudidayakan secara hidroponik. Hidroponik tumbuhan sayur bernama selada, memiliki peluang besar untuk memajukan ekonomi keluarga. Selada yang digolongkan ke dalam tanaman hidroponik bernilai ekonomi tinggi ini tercatat telah ditanam pada lebih dari 300.000 hektar lahan dan menghasilkan 3 juta ton selada per tahunnya.

Baca https://farmee.id/tanam-dan-panen-selada-hidroponik/

6. Seledri

Berkebun seledri hidroponik juga dapat dilakukan dengan mudah. Seledri termasuk tanaman yang bisa dibudidayakan dengan hidroponik sistem sumbu atau wick system dengan media air. Selain dengan sistem sumbu, seledri juga bisa ditanam dengan beberapa sistem hidroponik lain, seperti rakit apung atau water culture. Setiap sistem mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pilih media sesuai keinginan dan kemampuan teman-teman berkebun mengolahnya yah.

Baca https://farmee.id/tanam-dan-panen-seledri-hidroponik/

7. Melon

Tanaman bernilai ekonomis tinggi lainnya yang dapat dibudidayakan secara hidroponik yakni melon. Proses hidroponik melon dimulai dengan langkah pemilihan bibit unggul, pembibitan, penyemaian, penanaman, pemberian larutan nutrisi, dan pemeliharaan hingga buah melon sudah siap dipanen. Hal yang perlu perhatikan untuk menanam melon hidroponik adalah lahan yang digunakan. Pastikan teman berkebun mempunyai pekarangan rumah yang cukup luas untuk membudidayakan melon secara hidroponik.

8. Semangka

Tentu kita semua tahu bahwa buah semangka merupakan salah satu tanaman bernilai ekonomis tinggi. Semangka dapat dibudidayakan secara hidroponik dan akan memperoleh panen yang maksimal apabila rutin cek nutrisi. Langkah-langkah yang perlu teman berkebun perhatikan dan lewati dalam membudidaya tanaman semangka secara hidroponik adalah pemilihan bibit, kemudian dilanjut dengan mempersiapkan alat dan bahan untuk membuat sistem hidroponik, lalu menyemaikan tanaman, penanaman tanaman, pemeliharaan tanaman, dan proses panen tanaman semangka saat usia 2 – 3 bulan setelah masa tanam.

9. Anggur

Tanaman perdu ini biasa hidup di daerah dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Anggur bisa ditanam dengan sistem bercocok tanam hidroponik menggunakan media tanam selain tanah. Teman berkebun bisa dengan mudah melakukan budidaya anggur di tabulampot. Namun sebelumnya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar anggur bisa tumbuh dengan optimal. Beberapa syarat tumbuh anggur antara lain daerah yang kering (25 – 31 derajat celcius) serta kelembaban udara 40 – 60 persen, ditambah dengan intensitas matahari penuh sepanjang hari. Dalam pembudidayaan anggur, fase panen akan terjadi setelah 90 – 100 hari sejak terjadi pembungaan. Tanda-tanda anggur siap panen adalah warnanya yang sudah merata dan butirannya mudah lepas.

Baca https://farmee.id/antara-anggur-dan-barcelona/

10. Blueberry

Buah blueberry merupakan salah satu tanaman bernilai ekonomis tinggi untuk dilestarikan. Blueberry memiliki karakteristik sebagai tanaman yang lebih mudah ditanam dengan sistem hidroponik. Untuk membudidayakan buah blueberry, teman berkebun bisa menggunakan media tanam seperti cocopeat. Wadah penyemai bisa menggunakan pot kecil atau potongan botol, dan bukan polybag dikarenakan polybag dapat melepaskan zat kimia tertentu yang memengaruhi proses tumbuh blueberry.

11. Strawberry

Penggunaan strawberry sangat beragam menjadikannya sebagai tanaman buah yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Kabar baiknya, strawberry termasuk buah yang bisa ditanam secara hidroponik. Sudah banyak petani-petani Indonesia yang beralih dari sistem bercocok tanam konvesional ke sistem hidroponik dengan sistem tetes yang lebih mudah dan praktis perawatannya.

Tertarik untuk memulai berkebun secara hidroponik ? Farmee hadir untuk membantu teman berkebun dalam proses berkebun hidroponik karena Farmee menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Tentunya kami akan dampingi sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun? Kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di Instagram

foto-murthy-lXVWulsnNQE-unsplash

Kelebihan Sistem Hidroponik

Pertanian hidroponik memiliki beberapa kelebihan dibandingkan pertanian konvensioal. Ditambah lagi pertanian konvensional yang saat ini telah mendapat banyak tekanan negatif. Seperti erosi tanah, kebutuhan air yang sangat besar, hingga bermacam penyakit yang menyerang tanaman. Kelebihan hidroponik tersebut diantaranya ; menghemat ruang, menghemat air, tidak menyebabakan pengikisan tanah, dan lain-lain. Berikut beberapa kelebihan hidroponik yang penting diketahui.

Menghemat Ruang

Tanaman yang tumbuh secara hidroponik membutuhkan 20% ruang lebih sedikit dibandingkan tanaman yang tumbuh di tanah. Alasan utama tanaman hidroponik membutuhkan lebih sedikit ruang ialah karena akar tanaman tidak harus menyebar di dalam tanah untuk mencari nutrisi dan air. Air dan nutrisi pada hidroponik dikirim ke akar secara langsung baik sesekali atau terus-menerus, tergantung pada teknik hidroponik yang diterapkan. Hal ini menyebabakan tanaman hidroponik memiliki akar yang tumbuh lebih rapat sehingga ruang yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman lebih sedikit. Namun ternyata, hal ini justru menghasilkan hasil panen yang jauh lebih banyak.

Tidak Membutuhkan Tanah

Pertanian konvensional menggunakan tanah ternyata berkontribusi terhadap pengikisan setengah dari tanah bumi dalam 150 tahun terakhir serta menurunkan ketersediaan lahan subur. Sistem hidroponik tidak membutuhkan tanah sama sekali, hal ini berarti tidak akan menambah tingkat erosi tanah.

Selain itu, menanam tanaman tanpa tanah memiliki sejumlah manfaat. Tidak semua lokasi memiliki jenis tanah yang subur dan optimal untuk pertumbuhan tanaman, bahakan beberapa lokasi di dunia tidak memiliki akses untuk mendapatkan tanah.  Sehingga kebutuhan sayur, buah, dan lainnya harus dikirim dari daerah lain, dengan kualitas yang sudah menurun. Dengan hidroponik, keterbatasan tanah dan tempat tidak lagi menjadi alasan untuk tidak mulai menanam. Tanaman segar dapat terhidang di piring tanpa proses yang panjang.

Membutuhkan Lebih Sedikit Air

Hidroponik dapat tumbuh dengan 5-10% dari total  air yang dibutuhkan saat tumbuh dengan tanah. Hidroponik memanfaatkan air resirkulasi, di mana tanaman menyerap apa yang mereka butuhkan, kemudian sisanya dikembalikan ke sistem dan kembali menyerap sesuai kebutuhan begitu seterusnya. Satu-satunya air yang hilang adalah dari kebocoran dan penguapan, tetapi pengaturan yang efisien akan meminimalkannya terjadinya hal ini.

Perubahan Cuaca Tidak Menjadi Masalah

Menanam tanaman secara konvensional sangat bergantung dengan cuaca. Apabila di tengah proses pertumbuhan tanaman terjadi perubahan cuaca, hal ini akan menimbulkan masalah bagi pertumbuhan tanaman, bahkan dapat menyebabakan gagal panen. Dengan sistem perubahan dan ketidakpastian cuaca tidak lagi menjadi masalah dalam pertumbuhan tanaman. Karena sebagian besar tanaman hidroponik ditanam di dalam ruangan atau di rumah kaca, dan semua air serta nutrisi yang dibutuhkan disediakan secara manual. Bahkan kebutuhan sinar matahari dapat digantikan dengan pencahayaan buatan.

Kontrol iklim

Lingkungan hidroponik memberikan kendali penuh atas iklim. Karena suhu, intensitas dan durasi cahaya, dan bahkan komposisi udara, semuanya dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Hal ini menciptakan jalan untuk menanam hasil tanpa memperhatikan musim, yang berarti para petani hidroponik dapat memaksimalkan produksi sepanjang tahun, dan konsumen dapat mendapatkan berbagai jenis sayuran kapan pun mereka mau.

Pertumbuhan Lebih Cepat

Tanaman yang tumbuh dalam sistem hidroponik tumbuh 30% hingga 50% lebih cepat daripada tanaman yang tumbuh di tanah. Tanaman tumbuh lebih cepat dalam sistem hidroponik karena mereka menerima jumlah nutrisi yang ideal dan, jika ditanam di dalam ruangan, lebih sedikit stres akibat lingkungan (seperti cuaca dan hama). Beberapa contoh tanaman yang dapat tumbuh lebih cepat dari yang lain, seperti ; sayuran hijau seperti selada dan buah-buahan seperti tomat.

Tanaman Lebih Sehat

Dalam pertanian hidroponik, tanaman tumbuh lebih sehat daripada di tanah. Hal ini disebabkan penyakit tanaman yang ditularkan melalui tanah tidak lagi menjadi masalah dalam hidroponik karena tidak ada tanah tempat penyakit tersebut membusuk dan menyebar. Selain itu, tanaman tidak perlu menyebarkan akarnya untuk mencari nutrisi sehingga mereka dapat menghabiskan lebih banyak energi untuk tumbuh.

Apakah Hidroponik tidak memiliki kekurangan? Mungkin ini adalah pertanyaan yang kemudian terlintas dipikiran anda. Pada artikel sebelumnya Farmee telah membahas mengenai kekurangan hidroponik beserta penjelasannya yang dapat anda lihat disini. 

tanam dan panen paprika hidroponik

TANAM DAN PANEN PAPRIKA HIDROPONIK

Sumber : pertanianku.com

Paprika merupakan tanaman yang masih satu keluarga dengan tanaman cabe dan menghasilkan buah manis dengan sedikit pedas dari suku terong-terongan (Solanaceae). Buahnya yang berwarna warni seperti hijau, merah, dan kuning biasa digunakan sebagai campuran bahan masakan dan pelezat makanan. Nah kali ini, parmin akan membahas bagaimana cara tanam dan panen paprika hidroponik secara lengkap. Yuk simak artikel berikut ini

Proses Semai Paprika Hidroponik

  1. Persiapan alat dan bahan seperti Tray semai, Benih paprika, Media semai (disini parmin menggunakan sekam bakar dicampur dengan kompos), Pinset, Ruang semai/lemari semai, alat semprot (hand sprayer) dan lainnya.
  2. Rendam bibit paprika ke dalam air selama ± 2 jam
  3. Siapkan media penyemaian seperti campuran sekam atau pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1 : 3
  4. Tanam bibit yang sudah di rendam tadi ke dalam media semai sedalam 1 cm
  5. Tempatkan benih ke tempat yang kurang terkena sinar matahari
  6. Siram bibit secara rutin setiap pagi dan sore hari agar bibit lekas bertunas, namun perlu di perhatikan cara penyiramannya jangan sampai membuat benih tenggelam. Cukup hanya membasahi media saja
  7. Setelah bibit menginjak umur 24 – 30 hari, bibit paprika sudah siap untuk di pindahkan ke media tanam.

Persiapan Media Tanam

Setelah proses penyemaian, langkah selanjutnya adalah memindahkannya ke media tanam. Disini parmin menggunkan media tanam tanah yang di campur dengan kompos atau pupuk kandang dan ditambahkan juga dengan sekam bakar agar media tanam tidak mudah padat guna tidak terlalu banyak menyerap air dan mengandung unsur hara. Kemudia masukkan media tanam yang telah dicampur tadi kedalam polybag atau pot. Ukuran media tanam minimal berdiameter 25 cm.

Pindah Tanam Paprika Hidroponik

Setelah bibit melalui proses penyemaian dan sudah muncul 5 sampai 7 helai daun, maka benih sudah siap untuk dipindahkan ke media tanam yang sebenarnya untuk masa pertumbuhan. Waktu pemindahan bibit paprika ke dalam media tanah juga perlu diperhatikan dan waktu yang baik untuk memindahakan bibit adalah sore atau pagi hari agar tanaman paprika tidak stress (kontas suhu luar) ketika terkena terik sinar matahari.

Tanaman paprika adalah tanaman yang kurang senang terkena sinar matahari secara langsung. Oleh sebab itu kita juga harus memperhatikan hal tersebut dengan memberikan naungan di atas tanaman paprika agar penanaman lebih optimal. Setelah itu lakukan penyiraman secara rutin setiap hari, setelah paprika berumur 3 hingga 4 minggu sejak masa tanam, maka tanaman paprika akan tumbuh bunga.

Pemangkasan Paprika Hidroponik

Menanam parika hidroponik ada masa yang disebut masa pemangkasan yakni perlu dilkukan ke tunas vegetatif yang kerap muncul di batang utama. Tujuannya agar pertumbuhan tanaman paprika ramping ke arah atas tanpa percabangan di kanan atau kiri tanaman. Pemangkasan bunga paprika juga perlu pangkas bunga paprika yang menggerombol terlalu banyak dan hanya sisakan satu atau dua bunga. Tujuannya agar buah paprika yang dihasilkan bisa menyerap nutrisi dengan baik.

Perawatan Paprika Hidroponik

Pada masa pertumbuhan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada perawatan tanaman paprika hidroponik. Diantaranya :

  1. Penyiraman rutin setiap hari pagi dan sore hari (tergantung dengan cuaca)
  2. Penyiangan rumput liar yang dapat menganggu tanaman
  3. Pemberian pupuk untuk menjaga pertumbuhan tanaman seperti nutrisi. Baca https://farmee.id/tabel-ph-dan-ppm-tanaman-hidroponik/
  4. Usahakan penempatan tanaman jangan terlalu dekat  ± 5 cm jarak antar tanaman

Setelah merawatnya dengan rutin kita bisa memanen paprika setelah 3 bulan sejak masa tanam. Setelah masa panen pertama, umumnya buah paprika akan bisa terus di penen selama masa produktif yaitu 7 – 9 bulan.

Tertarik untuk memulai berkebun secara hidroponik ? Farmee hadir untuk membantu teman berkebun dalam proses berkebun hidroponik karena Farmee menyediakan paket instalasi hidroponik yang bisa langsung dipakai untuk menanam! Tentunya kami akan dampingi sampai berhasil panen. Ingin mulai berkebun? Kontak kami sekarang melalui nomor di website atau DM di Instagram